PFpreneur 2026 Perkuat Fondasi Wirausaha Perempuan

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 31 Mei 2026 14:44 WIB 3
PFpreneur 2026 Perkuat Fondasi Wirausaha Perempuan

Pertamina membuka tahap pra-kurasi Program PFpreneur 2026 secara daring pada Selasa, 21 April, sebagai langkah awal pembinaan bagi pelaku usaha perempuan yang lolos seleksi administrasi dari 8.196 pendaftar. Pada tahap ini, peserta mendapat pembekalan dasar usaha untuk memperkuat fondasi sebelum melaju ke kurasi berikutnya.

Materi yang diberikan mencakup peran founder, pemahaman karakteristik pelanggan, hingga penentuan nilai produk atau usaha. Program ini menjadi pintu masuk menuju pembinaan lanjutan, sekaligus mempertegas upaya Pertamina dalam mendorong kemandirian dan daya saing UMKM perempuan.

PFpreneur Perkuat Fondasi Wirausaha

Pra-kurasi menjadi tahap awal dari empat rangkaian dalam PFpreneur 2026, yakni pra-kurasi, kurasi satu, kurasi dua, dan kurasi final. Seluruh proses pembelajaran dilakukan secara asinkron melalui platform e-learning PFseries.

Peserta tidak hanya menerima materi video, tetapi juga mengikuti penugasan yang dirancang dalam bentuk pre-test dan post-test. Skema ini dibuat agar peserta memahami materi secara bertahap dan terukur.

Kurikulum yang disusun mencakup penguatan mindset wirausaha, analisis pasar dan konsumen, pengelolaan sumber daya manusia, serta keuangan usaha. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi strategi pemasaran dan peningkatan kapasitas digital.

Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pengembangan usaha harian. PFpreneur pun diposisikan sebagai fondasi sebelum peserta naik kelas ke program pembinaan yang lebih luas.

Perempuan Jadi Fokus Pembinaan

Manager SMEPP PT Pertamina, Fety, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat fondasi pelaku usaha perempuan. Menurut dia, perempuan wirausaha memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional.

Ia menyebut PFpreneur sebagai program khusus perempuan yang disiapkan untuk membangun dasar usaha yang kuat. Setelah itu, peserta diharapkan siap mengikuti pembinaan UMKM tingkat lanjut di lingkungan Pertamina Grup.

Fety menjelaskan bahwa program ini menjadi jembatan menuju inisiatif seperti UMK Academy, yang selama ini menjadi wadah pengembangan usaha. Dengan tahapan berjenjang, pelaku usaha perempuan dapat memperluas kapasitas bisnis secara lebih sistematis.

Pendekatan tersebut juga menegaskan bahwa pembinaan UMKM tidak hanya soal modal, tetapi juga kesiapan manajerial dan strategi usaha. Karena itu, aspek perencanaan bisnis menjadi bagian penting dalam kurikulum PFpreneur.

Jejak Program Sejak Dua Ribu Dua Puluh

Sejak dijalankan pada 2020, PFpreneur telah membina 6.325 UMKM perempuan dari berbagai sektor usaha. Bidang yang terlibat antara lain kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa program ini memiliki jangkauan luas dan konsisten dalam mendukung pelaku usaha perempuan. Kehadiran PFpreneur juga memberi ruang bagi UMKM untuk berkembang secara lebih terarah.

Program ini disebut sebagai tahap awal sebelum peserta memasuki inisiatif lanjutan seperti Pertamina UMK Academy, Pertamina SMEXPO, hingga UMK Go Global. Rangkaian tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih besar.

Dengan pola pembinaan yang berjenjang, peserta memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk, manajemen usaha, dan kesiapan ekspansi. Hal ini menjadi penting bagi UMKM yang ingin naik kelas secara berkelanjutan.

Peserta Tunjukkan Hasil Nyata

Salah satu peserta, Rifera dari Sumatera Selatan, mengembangkan produk eco-fashion berbahan kulit kayu dan serat alami. Usahanya yang semula berskala rumahan kini menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan.

Produk Rifera juga sempat tampil dalam Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026. Pencapaian itu menunjukkan bahwa pendampingan yang tepat dapat membuka akses promosi yang lebih luas.

Peserta lain, Sofyani Mirah dari Yogyakarta, memulai usaha olahan pisang tanpa pewarna dan pengawet. Setelah mengikuti program, ia melanjutkan ke UMK Academy dan tampil di Trade Expo Indonesia.

Sofyani juga menjalin kerja sama dengan pembeli dari China dan Kanada, serta meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025. Kisah tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan yang tepat dapat mendorong pelaku usaha perempuan menembus pasar internasional.

Ekosistem Usaha Perempuan

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menyebut PFpreneur bukan sekadar program pelatihan. Menurut dia, program ini dirancang sebagai ekosistem yang mendorong perempuan pelaku usaha menjadi mandiri dan berdaya.

Ia menegaskan bahwa perempuan dari berbagai daerah dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Melalui wirausaha, mereka diharapkan mampu menginspirasi sekaligus menghidupi lebih banyak orang di sekitarnya.

Agus juga menilai semangat Kartini relevan dengan peran perempuan dalam dunia usaha saat ini. Karena itu, PFpreneur diposisikan sebagai sarana untuk memperkuat keberdayaan perempuan Indonesia melalui bisnis.

Program ini menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya hadir sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai penggerak pemberdayaan sosial ekonomi. Dalam konteks UMKM, dukungan semacam ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha perempuan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!