UMKM Binaan Pertamina Raih Ekspor Cokelat Rp87 Miliar

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 31 Mei 2026 15:52 WIB 2
UMKM Binaan Pertamina Raih Ekspor Cokelat Rp87 Miliar

Pertamina mencatat capaian penting di ajang Trade Expo Indonesia 2025, setelah salah satu UMKM binaannya membukukan transaksi ekspor senilai US$ 5,2 juta atau sekitar Rp87 miliar. Kesepakatan itu terjalin melalui penandatanganan nota kesepahaman antara PT Java Criollo Cokelat Indonesia dan Being Co Ltd asal Jepang, pada 19 Oktober 2025.

Penandatanganan dilakukan oleh Founder Java Criollo, Inge Oktavia Arina, dan perwakilan Being Co Ltd, Sakae Noda, disaksikan Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman. Pertamina menilai kerja sama tersebut menjadi bukti bahwa UMKM lokal mampu menembus pasar global dengan produk berkualitas dan daya saing yang kuat.

UMKM Pertamina Raih Ekspor

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan capaian itu menunjukkan UMKM binaan memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar internasional. Menurut dia, kerja sama dengan buyer Jepang menjadi validasi atas kualitas produk lokal yang mampu bersaing secara komersial. Ia menilai keberhasilan ini juga memperkuat posisi UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional.

Fadjar menambahkan, PT Java Criollo Cokelat Indonesia menjadi contoh nyata bahwa pembinaan yang tepat dapat menghasilkan kontrak ekspor bernilai besar. Produk kakao dan cokelat yang dihasilkan perusahaan itu dinilai memiliki standar yang sesuai dengan kebutuhan pasar luar negeri. Pertamina berharap pencapaian ini menjadi pemicu bagi UMKM lain untuk mengikuti jejak serupa.

Selain Java Criollo, Pertamina juga membawa 44 UMKM lainnya ke TEI 2025 untuk membuka peluang bisnis dengan pembeli internasional. Ajang tersebut dimanfaatkan sebagai sarana memperluas jaringan dan mempertemukan pelaku usaha kecil dengan calon mitra luar negeri. Perusahaan pelat merah itu menargetkan semakin banyak UMKM binaan yang mampu menembus pasar ekspor.

Minat Buyer Jepang Menguat

Dari pihak Jepang, Sakae Noda mengaku tertarik pada kualitas cokelat Indonesia yang ditawarkan Java Criollo. Ia menilai produk tersebut unggul karena dibuat dari bahan alami dan memiliki harga yang kompetitif. Menurut dia, kombinasi kualitas dan harga menjadi alasan utama ketertarikan terhadap produk asal Indonesia.

Sakae juga menyoroti proses budidaya kakao yang dinilai ramah lingkungan karena tidak menggunakan pupuk kimia. Ia mengatakan karakter produk seperti itu memiliki nilai jual tersendiri di pasar Jepang yang semakin memperhatikan aspek kualitas dan keberlanjutan. Karena itu, ia berharap konsumen Jepang dapat menikmati cokelat Indonesia secara lebih luas.

Ketertarikan buyer Jepang tersebut menjadi sinyal positif bagi produk olahan kakao Indonesia di pasar global. Kesepahaman bisnis yang terjalin memperlihatkan adanya permintaan nyata terhadap produk UMKM yang memiliki kualitas stabil. Kondisi ini membuka peluang ekspor yang lebih besar bagi sektor pangan olahan nasional.

Java Criollo Naik Kelas

Founder Java Criollo Cokelat Indonesia, Inge Oktavia Arina, mengaku bangga karena produknya mendapat penerimaan dari pasar internasional. Ia mengatakan, awalnya buyer mencari cokelat asal Indonesia dan kemudian menemukan perusahaannya. Setelah menilai kualitas produk, pihak pembeli akhirnya menyatakan kesediaan untuk bekerja sama.

Inge menyebut pencapaian ini sebagai langkah penting bagi perusahaan dan juga bagi UMKM Indonesia secara umum. Menurut dia, pengakuan dari pasar luar negeri membuktikan bahwa produk lokal tidak kalah dalam cita rasa maupun mutu. Ia menilai kepercayaan tersebut menjadi modal untuk memperluas distribusi dan meningkatkan kapasitas produksi.

Ia menambahkan, kerja sama dengan buyer Jepang bukan hanya soal transaksi, tetapi juga tentang membawa nilai dan identitas produk Indonesia ke pasar dunia. Java Criollo berharap keberhasilan ini dapat mendorong lebih banyak pelaku usaha kecil untuk berani menargetkan ekspor. Dengan dukungan yang tepat, UMKM dinilai dapat naik kelas dan menjadi pemain yang lebih diperhitungkan.

TEI Buka Peluang Baru

Trade Expo Indonesia 2025 menjadi panggung penting bagi UMKM untuk bertemu langsung dengan pembeli dari berbagai negara. Dalam forum tersebut, produk lokal mendapat kesempatan dipresentasikan kepada pasar yang lebih luas dan lebih kompetitif. Pertamina memanfaatkan momentum itu untuk mempertemukan UMKM binaannya dengan calon mitra strategis.

Keberhasilan transaksi ekspor Java Criollo menegaskan bahwa promosi dagang yang tepat dapat menghasilkan kesepakatan nyata. Bagi pelaku usaha kecil, pameran seperti TEI menjadi jalur efektif untuk memperluas pasar dan meningkatkan nilai transaksi. Hal ini juga menunjukkan bahwa produk olahan Indonesia memiliki daya tarik yang kuat di mata pembeli asing.

Dengan capaian senilai US$ 5,2 juta, Pertamina berharap semakin banyak UMKM yang bisa mencatat kontrak serupa pada ajang internasional berikutnya. Dukungan pembinaan, peningkatan kualitas, dan akses pasar dinilai menjadi faktor penting agar ekspor UMKM terus tumbuh. Capaian ini sekaligus mempertegas peran UMKM sebagai bagian penting dari penguatan ekonomi nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!