Ria Ricis Ungkap Alasan Medis Jalani Operasi Hidung

Lifestyle Nadia Safira Putri 31 Mei 2026 17:05 WIB 4
Ria Ricis Ungkap Alasan Medis Jalani Operasi Hidung

Ria Ricis akhirnya menjelaskan alasan di balik penampilan hidungnya yang tampak lebih mancung. YouTuber berusia 30 tahun itu mengaku telah menjalani prosedur rinoplasti bukan semata untuk estetika, melainkan karena masalah medis yang sudah lama dialami. Kondisi tersebut membuat salah satu saluran pernapasannya tersumbat dan mengganggu aktivitas harian. Keputusan operasi itu ia ambil setelah melalui pemeriksaan dan konsultasi medis bertahun-tahun.

Ricis menyebut perubahan pada hidungnya bukan hal yang terjadi secara instan. Ia sudah lama mengetahui bahwa struktur tulang hidungnya bengkok dan membutuhkan tindakan perbaikan. Pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya kelainan yang membuatnya sulit bernapas dengan nyaman. Setelah masa pemulihan pascaoperasi, ia mengaku kini merasakan perbedaan besar dalam kualitas hidupnya.

Ria Ricis dan rinoplasti

Ricis mengungkap bahwa keluhan pada hidungnya sudah dirasakan sejak lama. Ia bahkan pernah menjalani pemeriksaan di RSCM untuk memastikan kondisi tersebut. Hasilnya menunjukkan tulang hidungnya bengkok ke kiri dan menyebabkan jalur napas tertutup. Kondisi itu membuatnya kerap merasa tidak nyaman saat bernapas.

Menurut Ricis, pertimbangan untuk memperbaiki hidungnya sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak diambil secara tergesa-gesa. Konsultasi medis menjadi dasar utama sebelum ia memilih tindakan operasi. Dari hasil pemeriksaan, dokter menilai ada masalah struktural yang perlu diperbaiki.

Kelainan pada tulang hidung itu disebut berdampak langsung pada fungsi pernapasan. Ricis merasa kesulitan jika tidak mendapat bantuan obat tertentu untuk bernapas lega. Karena itu, ia menilai operasi menjadi solusi yang paling tepat untuk jangka panjang. Keputusan tersebut kemudian membawanya menjalani prosedur rinoplasti di luar negeri.

Dalam keterangannya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Rabu, 27 Mei 2026, Ricis menjelaskan alasan medis di balik tindakan itu. Ia menekankan bahwa operasi tersebut bukan hanya soal tampilan wajah. Baginya, perbaikan fungsi napas jauh lebih penting daripada perubahan estetika. Setelah tindakan dilakukan, ia mengaku merasakan hasil yang sesuai harapan.

Keluhan pernapasan yang lama

Sebelum operasi, Ricis sangat bergantung pada obat semprot hidung. Ia mengaku pernah menggunakan obat bernama Iliadin selama bertahun-tahun. Padahal, aturan pakai obat itu seharusnya hanya sekali sehari dan tidak digunakan lebih dari lima hari. Penggunaan berlebihan tersebut membuatnya semakin sadar bahwa ada masalah serius pada pernapasannya.

Ricis menyebut dirinya sempat memakai obat itu empat hingga lima kali sehari. Kebiasaan tersebut berlangsung selama sekitar lima tahun berturut-turut. Ia mengaku tidak bisa bernapas dengan lega jika tidak menggunakan obat semprot hidung. Kondisi itu membuat aktivitasnya terasa tidak nyaman dan sangat bergantung pada bantuan medis.

Masalah pernapasan yang dialaminya bukan muncul tiba-tiba, melainkan menumpuk selama bertahun-tahun. Saat keluhan makin terasa mengganggu, ia kembali menjalani pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter. Dari situ diketahui bahwa struktur hidungnya tidak normal. Temuan tersebut menjadi dasar kuat untuk mempertimbangkan tindakan operasi.

Ricis menilai gangguan tersebut sudah memengaruhi kualitas hidupnya secara langsung. Ia tidak hanya menghadapi rasa tidak nyaman, tetapi juga ketergantungan pada obat semprot hidung. Karena itu, perbaikan tulang hidung menjadi pilihan yang dinilainya paling masuk akal. Langkah ini diambil untuk memulihkan fungsi napas yang selama ini terganggu.

Prosedur operasi di luar negeri

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Ricis memilih menjalani operasi di luar negeri. Prosedur yang dilakukan mencakup perbaikan, pengikisan, pemotongan, lalu pengisian kembali dengan tulang iga. Ia juga menyebut hidungnya sekalian dinaikkan dalam tindakan tersebut. Langkah medis itu dilakukan demi memperbaiki struktur sekaligus fungsi pernapasan.

Ricis menjelaskan bahwa operasi yang dijalaninya bukan sekadar tindakan kosmetik. Ada alasan fungsional yang menjadi pertimbangan utama sebelum ia memutuskan tindakan. Tim medis disebut menyesuaikan prosedur dengan kondisi tulang hidungnya. Dengan begitu, perbaikan yang dilakukan dapat memberi manfaat jangka panjang.

Setelah operasi, Ricis menjalani masa pemulihan dengan kondisi hidung yang sempat bengkak. Seiring waktu, pembengkakan itu mulai menyusut dan hasilnya mulai terlihat. Ia pun merasakan perubahan signifikan pada pernapasannya. Proses pemulihan tersebut menjadi bagian penting sebelum ia bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Meski harus melalui proses yang tidak singkat, Ricis menilai tindakan itu sepadan dengan hasil yang diperoleh. Ia kini merasa lebih sehat karena saluran pernapasannya sudah kembali normal. Perubahan pada hidungnya juga memberi dampak estetika yang ia anggap sebagai bonus. Baginya, keberhasilan operasi ini terletak pada keseimbangan antara fungsi dan penampilan.

Manfaat setelah pemulihan

Setelah menjalani rinoplasti, Ricis mengaku kini bisa bernapas lebih lega. Ia merasa saluran napasnya sudah bekerja dengan lebih normal dibanding sebelumnya. Perubahan itu membuat kesehariannya terasa lebih ringan. Kondisi tersebut menjadi jawaban atas keluhan yang selama ini ia pendam.

Ia juga menyampaikan rasa syukur karena hasil operasi memberikan dua manfaat sekaligus. Dari sisi tampilan, hidungnya terlihat lebih baik menurut penilaiannya. Dari sisi kesehatan, fungsi pernapasannya pun membaik secara nyata. Baginya, hasil itu merupakan pencapaian yang sangat berarti.

Ricis menyebut bahwa pengalaman ini memberinya pemahaman baru tentang pentingnya pemeriksaan medis. Keluhan yang terlihat sederhana ternyata bisa berhubungan dengan struktur tulang dan fungsi napas. Karena itu, ia menilai konsultasi dan diagnosis yang tepat sangat diperlukan. Langkah medis yang diambilnya kini terasa menjadi keputusan yang tepat.

Ia menutup penjelasannya dengan rasa lega karena proses panjang yang dijalani akhirnya membuahkan hasil. Meski sempat ada pembengkakan pascaoperasi, kondisi itu perlahan membaik. Ricis kini merasa lebih nyaman menjalani aktivitas harian. Bagi dirinya, operasi hidung tersebut bukan hanya soal estetika, melainkan juga soal kesehatan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!