OJK Nilai Koreksi IHSG Bersifat Jangka Pendek

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 31 Mei 2026 18:02 WIB 2
OJK Nilai Koreksi IHSG Bersifat Jangka Pendek

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, mengakui Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG sedang terkoreksi di tengah tekanan global. Menurut dia, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai tantangan yang menggerus sentimen pasar, namun prospek investasi di Indonesia tetap terjaga untuk jangka panjang. Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah Tahun 2026 di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Friderica menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menjadi penopang pasar modal. OJK, kata dia, juga terus menjalankan reformasi integritas dan memperkuat daya tahan sektor jasa keuangan agar pasar lebih adaptif terhadap dinamika global.

IHSG dan Sentimen Global

Friderica menjelaskan bahwa koreksi IHSG tidak bisa dilepaskan dari kombinasi dinamika global dan upaya reformasi di pasar modal. Ia menilai pasar saat ini sedang merespons berbagai ketidakpastian yang muncul di tingkat internasional.

Meski berada dalam tekanan, OJK memandang kondisi tersebut belum mengubah arah prospek investasi di Indonesia. Pasar modal tetap dilihat sebagai instrumen jangka panjang yang bergantung pada kekuatan fundamental ekonomi nasional.

Dalam pandangan OJK, volatilitas merupakan bagian dari pergerakan pasar yang wajar selama masih didukung kebijakan yang konsisten. Karena itu, investor diminta untuk tidak hanya melihat kondisi sesaat, tetapi juga memperhatikan arah perekonomian ke depan.

Fundamental Ekonomi Masih Kuat

Friderica menuturkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus dipercepat melalui sejumlah program strategis pemerintah. OJK juga berkomitmen menjaga stabilitas dan meningkatkan ketahanan sektor jasa keuangan agar tetap mendukung pembiayaan ekonomi.

Ia menilai kekuatan fundamental menjadi alasan utama mengapa investasi di Indonesia tetap layak dipertimbangkan. Dengan basis ekonomi yang relatif solid, pasar domestik dinilai memiliki ruang tumbuh meski menghadapi tekanan eksternal.

Menurut dia, keyakinan terhadap prospek jangka panjang harus dibangun dari data dan arah kebijakan, bukan dari gejolak pasar sesaat. Karena itu, OJK menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap pasar modal nasional.

Fokus UMKM dan Pembiayaan

Selain stabilitas pasar, OJK juga menaruh perhatian besar pada penguatan ekosistem dan pembiayaan UMKM. Friderica mengatakan lembaganya baru membentuk departemen khusus untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Langkah itu diambil karena UMKM memiliki peran penting dalam menopang aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Dengan dukungan pembiayaan yang lebih baik, sektor ini diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan yang lebih inklusif.

OJK menilai penguatan akses keuangan untuk UMKM akan membantu memperluas basis pembiayaan nasional. Kebijakan tersebut juga diharapkan mendorong pelaku usaha kecil naik kelas dan lebih mudah terhubung dengan sistem keuangan formal.

Keuangan Digital dan Obligasi Daerah

Friderica turut menekankan pentingnya pendalaman pasar keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Salah satu opsi yang didorong adalah pengembangan obligasi daerah untuk mendukung kebutuhan pembiayaan di wilayah.

Menurut dia, instrumen pembiayaan yang lebih beragam akan membantu daerah mendapatkan sumber dana yang lebih berkelanjutan. Skema tersebut dinilai dapat memperkuat pembangunan tanpa terlalu bergantung pada satu sumber pembiayaan saja.

Selain itu, OJK juga mendorong ekonomi hijau dan keuangan digital yang aman serta berintegritas. Friderica menilai pengembangan sektor keuangan tidak akan optimal tanpa dukungan ekosistem digital yang kuat dan terpercaya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!