LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 01 Juni 2026 17:11 WIB 3
LPEI Dorong UMKM Tembus Pasar Ekspor Global

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank memperkuat dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar ekspor global. Dukungan itu diberikan melalui pelatihan ekspor, pembiayaan, penjaminan, serta pendampingan bisnis yang diarahkan untuk meningkatkan kesiapan usaha lokal menghadapi buyer internasional.

Salah satu kisah sukses datang dari PT Makbul Abadi Semestar, agregator produk UMKM yang mencatat kenaikan ekspor setelah mengikuti Coaching Program for New Exporter (CPNE) pada 2024. Perusahaan ini kini merangkul lebih dari 50 UMKM, dengan produk yang telah dikirim ke sejumlah negara dan masih membuka peluang kerja sama baru.

Pelatihan ekspor dorong UMKM

Marketing Director PT Makbul Abadi Semestar, Sri Wulan, mengatakan perusahaan yang dipimpinnya berfokus membantu UMKM memasarkan produk ke pasar yang lebih luas. Produk yang diusung beragam, mulai dari keripik tempe, keripik buah, hingga buah kering.

Menurut Wulan, pelatihan dari Eximbank menjadi titik awal penting bagi perusahaan untuk memahami alur ekspor secara lebih terstruktur. Dari proses itu, pihaknya tidak hanya belajar meningkatkan daya saing produk, tetapi juga memperkuat kesiapan memenuhi permintaan buyer luar negeri.

Ia menilai program tersebut memberi dampak langsung terhadap perluasan jejaring usaha. Selain menambah pengalaman ekspor, perusahaan juga memperoleh mitra baru dari kalangan UMKM yang ingin bergabung dalam rantai distribusi.

Ekspor produk lokal meluas

Hingga kini, PT Makbul Abadi Semestar telah menyalurkan produk mitra UMKM ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Arab Saudi. Perusahaan juga tengah memproses pengiriman baru ke Chili.

Dalam satu pengiriman ekspor, volume yang dikirim dapat mencapai sekitar 17.000 bungkus produk. Setiap kemasan umumnya berisi produk dengan ukuran 100 gram, tergantung kebutuhan buyer.

Wulan menjelaskan, permintaan terhadap produk buah kering menjadi salah satu yang paling menarik minat importir. Kondisi itu membuka peluang ekspansi lebih jauh bagi produk olahan UMKM asal Indonesia.

Peluang pasar baru terbuka

Selain negara tujuan yang sudah berjalan, perusahaan juga menjajaki pasar Prancis, Jepang, dan India. Sejumlah importir dari ketiga negara tersebut disebut menunjukkan ketertarikan pada produk buah kering UMKM Indonesia.

Minat tersebut diperoleh melalui penawaran dan komunikasi bisnis yang dilakukan selama pameran dagang internasional. Menurut Wulan, respons buyer menjadi sinyal positif bagi penguatan ekspor berkelanjutan.

Ia menambahkan, variasi produk dan kualitas kemasan menjadi faktor yang ikut menentukan ketertarikan pasar. Karena itu, perusahaan terus mendorong UMKM mitra untuk menjaga standar produksi agar sesuai kebutuhan ekspor.

LPEI buka layanan konsultasi

LPEI turut ambil bagian dalam Trade Expo Indonesia ke-40 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 15-19 Oktober 2025. Dalam ajang tersebut, 14 pelaku ekspor binaan LPEI memamerkan produk unggulan Indonesia kepada buyer internasional.

Produk yang ditampilkan mencakup rempah-rempah, buah dan sayuran, serta makanan dan minuman olahan. Kehadiran mereka menjadi sarana promosi untuk memperluas jaringan dagang dan memperkenalkan kualitas produk lokal di pasar global.

Kepala Divisi Sekretariat Lembaga dan Hubungan Kelembagaan LPEI, Dyza Rochadi, mengatakan pelaku usaha berorientasi ekspor dapat memanfaatkan produk dan layanan yang disediakan lembaganya. LPEI juga menyediakan ruang konsultasi terbuka untuk pembiayaan ekspor, penjaminan, asuransi ekspor, dan pengembangan kapasitas.

Selain itu, pengunjung dapat berkonsultasi langsung dengan petugas Bea Cukai dan Lembaga National Single Window (LNSW) yang hadir di booth KemenkeuSatu. Fasilitas ini diharapkan membantu eksportir mengatasi berbagai kendala teknis dalam proses perdagangan lintas negara.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!