Cokelatin Signature Bawa Kakao Indonesia ke Pasar Ekspor

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 01 Juni 2026 18:12 WIB 3
Cokelatin Signature Bawa Kakao Indonesia ke Pasar Ekspor

Cokelatin Signature, usaha milik pasangan suami istri Irena Surosoputra dan Nugroho Surosoputra, memperkenalkan cita rasa cokelat berbahan kakao asli Indonesia ke pasar luar negeri. Produk yang mereka kembangkan berasal dari kakao Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, lalu dipasarkan ke sejumlah negara melalui merek yang mereka bangun sendiri.

Meski pasar domestik masih menjadi penopang utama, Irena menyebut bisnis tersebut telah menembus ekspor ke Amerika Serikat, Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong. Langkah itu menunjukkan bahwa produk olahan kakao Indonesia memiliki peluang besar jika dikembangkan dengan kualitas, branding, dan pendekatan pasar yang tepat.

Bisnis Cokelatin Signature

Irena mengatakan ide bisnis itu berawal dari kegemarannya pada minuman manis. Dari kebiasaan tersebut, ia melihat bahwa cokelat Indonesia memiliki rasa yang tidak kalah menarik dibandingkan produk luar negeri.

Ia kemudian mencoba meracik cokelat untuk konsumsi pribadi. Hasil racikan itu ternyata mendapat respons positif saat dibagikan kepada teman-teman kantornya pada 2016.

Respons yang baik membuatnya bersama sang suami mulai serius mempelajari bisnis cokelat. Pada fase awal, keduanya juga masih belajar memahami dunia usaha dan UMKM secara lebih sistematis.

Nama Cokelatin sendiri lahir dari gabungan kata cokelat, nama Irena dan Nugroho, serta nuansa cinta yang ingin mereka hadirkan dalam produk. Dari situlah identitas merek dibangun sebagai produk cokelat yang dekat dengan konsumen.

Langkah Awal Ekspor

Irena menjelaskan bahwa pasar utama Cokelatin Signature saat ini masih berada di Indonesia. Namun, permintaan dari luar negeri mulai terbuka setelah produk mereka diperkenalkan dalam berbagai ajang pameran dagang.

Ekspor yang sudah dilakukan masih dalam skala terbatas karena mereka memilih tidak menjual bahan mentah. Mereka ingin membawa produk siap pakai yang langsung mencerminkan merek dan kualitas olahan lokal.

Beberapa negara tujuan ekspor yang telah dijangkau antara lain Boston di Amerika Serikat, Riyadh di Arab Saudi, Taiwan, dan Hong Kong. Keberhasilan itu menjadi pencapaian penting bagi usaha rintisan keluarga tersebut.

Menurut Irena, pasar internasional memberi ruang yang menjanjikan bagi produk cokelat Indonesia. Meski kapasitas belum besar, pengalaman ekspor menjadi modal penting untuk memperluas jaringan bisnis di masa depan.

Fokus Produk Bubuk

Cokelatin Signature kini tidak hanya memproduksi cokelat bar, tetapi juga aneka minuman cokelat. Dari seluruh produk yang dikembangkan, bubuk minuman masih menjadi varian dengan produksi terbesar.

Irena menilai produk bubuk lebih sesuai dengan orientasi bisnis mereka saat ini. Selain mudah disajikan, produk tersebut juga dinilai lebih praktis untuk distribusi dan pengiriman ke luar negeri.

Menurutnya, minuman cokelat menjadi pilihan utama karena memang sesuai dengan selera pribadinya. Dari kesukaan itulah inovasi produk terus dikembangkan agar tetap relevan bagi pasar domestik dan internasional.

Pengembangan varian ini juga membantu memperluas segmen konsumen. Dengan ragam pilihan yang lebih banyak, Cokelatin Signature berupaya menjaga daya saing di tengah pasar produk olahan kakao yang semakin kompetitif.

Strategi Merek Lokal

Cerita Cokelatin Signature menunjukkan bahwa produk lokal bisa naik kelas jika dikelola dengan visi yang jelas. Penggunaan kakao dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan menjadi nilai tambah karena menonjolkan bahan baku dalam negeri.

Langkah ekspor yang dilakukan secara bertahap memperlihatkan strategi bisnis yang hati-hati. Alih-alih mengejar volume besar, pasangan ini memilih membangun reputasi merek terlebih dahulu di pasar yang mereka masuki.

Pendekatan tersebut juga sejalan dengan karakter produk yang mengandalkan kualitas rasa. Dengan positioning sebagai merek cokelat asli Indonesia, Cokelatin Signature berusaha menarik konsumen yang mencari pengalaman berbeda.

Kisah mereka menjadi contoh bahwa UMKM dapat tumbuh dari hobi, lalu berkembang menjadi bisnis yang mampu menembus pasar global. Selama kualitas terjaga dan strategi pemasaran tepat, peluang produk cokelat Indonesia untuk bersaing di luar negeri masih sangat terbuka.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!