Suplemen Kolagen, Manfaatnya Ternyata Belum Sepenuhnya Pasti

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 18:13 WIB 2
Suplemen Kolagen, Manfaatnya Ternyata Belum Sepenuhnya Pasti

Suplemen kolagen semakin populer di industri kecantikan karena diklaim dapat membuat kulit tampak lebih muda, segar, halus, dan glowing. Secara global, sekitar 60 juta orang disebut mengonsumsi kolagen setiap hari, sementara pasar produknya diproyeksikan mencapai 2,6 miliar dolar AS pada 2025.

Meski tren itu terus tumbuh, manfaat suplemen kolagen masih memunculkan perdebatan di kalangan ahli. Sejumlah dokter menilai ada potensi manfaat, tetapi bukti ilmiah yang tersedia belum sepenuhnya kuat untuk menjadi dasar rekomendasi luas.

Manfaat Suplemen Kolagen

Suplemen kolagen hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari pil, bubuk seduh, hingga permen jeli. Produk ini dipasarkan dengan janji membantu menjaga kesehatan kulit dan membuat penampilan lebih segar.

Namun, banyak studi sebelumnya menunjukkan suplemen, termasuk kolagen, tidak selalu efektif bagi semua orang. Dalam banyak kasus, harganya yang relatif mahal membuat produk ini kerap dianggap kurang sebanding dengan manfaat yang didapat.

Salah satu kajian yang sering dirujuk datang dari Johns Hopkins University pada 2013, yang menyoroti pemborosan pada vitamin dan mineral tambahan. Meski begitu, tinjauan terbaru atas 113 uji klinis menunjukkan hasil yang lebih positif pada penggunaan kolagen secara rutin dan konsisten.

Hasil tinjauan itu menyebutkan adanya potensi manfaat bagi kesehatan kulit, sistem muskuloskeletal, dan kesehatan mulut. Temuan ini membuat perdebatan tentang efektivitas kolagen kembali menguat di kalangan medis dan konsumen.

Pandangan Para Dokter

Mona Gohara, dokter kulit sekaligus profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine, menyebut tinjauan terbaru itu sebagai salah satu studi paling komprehensif. Ia menilai kolagen memberikan peningkatan kecil namun konsisten pada hidrasi dan elastisitas kulit.

Menurut Gohara, temuan tersebut cukup menarik karena menunjukkan manfaat yang nyata, meski tidak dramatis. Ia melihat hasil itu sebagai sinyal bahwa kolagen dapat membantu mendukung kesehatan kulit dari waktu ke waktu.

Hadley King, dokter kulit bersertifikasi di New York City, juga menilai bukti yang ada menunjukkan potensi manfaat yang cukup beragam. Ia menegaskan bahwa kolagen memang tidak diklasifikasikan sebagai obat, tetapi tetap layak diperhatikan secara ilmiah.

Dokter kulit lain, Daniel Belkin, mengaku menjadi lebih percaya diri untuk merekomendasikan kolagen kepada pasien setelah membaca tinjauan tersebut. Meski demikian, ia tetap menilai keputusan konsumsi harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang.

Batasan Bukti Penelitian

Walau terlihat menjanjikan, hasil penelitian kolagen belum sepenuhnya konsisten. Kualitas analisis yang digunakan dalam sejumlah studi juga belum merata, sehingga masih ada kemungkinan bias.

Masalah lain muncul karena penelitian mengenai suplemen cenderung lebih kompleks dibandingkan produk kesehatan lain. Itu sebabnya, dibutuhkan data yang lebih kuat sebelum manfaat kolagen dapat dinyatakan secara meyakinkan.

Gohara menekankan bahwa tinjauan terbaru itu tidak menunjukkan kolagen mampu secara signifikan mengurangi tanda penuaan, seperti kerutan halus. Padahal, itu justru menjadi alasan utama banyak orang membeli produk tersebut.

Menurut Gohara, fokus utama studi lebih mengarah pada perbaikan skin barrier dan peningkatan hidrasi kulit. Ia juga mengaku enggan mengonsumsi kolagen sebelum ada persetujuan dari Food and Drug Administration di Amerika Serikat.

Cara Konsumsi yang Tepat

Berbeda dengan Gohara, Hadley King mengaku mengonsumsi beberapa produk seperti Biosil Collagen Generator dan Body Health Perfect Amino. Namun, ia tetap menegaskan bahwa data ilmiah tambahan masih diperlukan sebelum kolagen direkomendasikan luas.

King menyarankan masyarakat berkonsultasi dengan dokter kulit tepercaya sebelum memilih suplemen kolagen. Jika ingin mengonsumsinya, produk yang dipilih sebaiknya memiliki bukti ilmiah yang memadai.

Konsistensi juga menjadi faktor penting dalam penggunaan suplemen kolagen. Konsumsi yang teratur dan sesuai anjuran dapat membantu menilai apakah produk tersebut benar-benar memberikan manfaat.

Selain mengandalkan suplemen, perawatan dasar kulit tetap tidak boleh diabaikan. Penggunaan sunscreen, retinoid, dan pola hidup sehat dinilai lebih penting untuk mencegah penuaan dini akibat paparan sinar UV, perubahan hormon, dan kebiasaan yang kurang baik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!