Jastip Jajanan Puncak Jadi Peluang Cuan Fristo

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 18:10 WIB 2
Jastip Jajanan Puncak Jadi Peluang Cuan Fristo

Jasa titip atau jastip kembali menunjukkan daya tariknya sebagai peluang usaha yang masih relevan di tengah perubahan tren belanja. Di Puncak, Bogor, Fristo Linanggeng bersama istrinya memanfaatkan peluang itu dengan membuka jastip jajanan khas daerah tersebut.

Usaha yang berawal dari komentar iseng di media sosial itu kini berkembang menjadi layanan yang diminati banyak pelanggan. Fristo mengaku, jastip jajanan Puncak mulai ia jalankan sekitar enam bulan lalu, setelah unggahan tentang Sate Maranggi mendapat respons positif.

Jastip jajanan Puncak diminati

Fristo menyebut minat terhadap jastip jajanan Puncak cukup tinggi karena banyak makanan di kawasan itu memiliki ciri khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Kondisi ini membuat layanan titip beli tersebut memiliki pasar tersendiri, terutama bagi pelanggan yang rindu cita rasa otentik Puncak.

Menurut dia, jastip tidak lagi identik dengan barang dari luar negeri, karena produk lokal pun kini banyak diburu. Dari makanan, kecantikan, pakaian, sepatu, hingga kebutuhan ibu dan balita, semua bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Puncak, Bogor, selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata kuliner yang menawarkan banyak pilihan makanan khas. Hal itu membuat layanan jastip jajanan Puncak mudah menemukan pembeli yang ingin menikmati sajian populer tanpa harus datang langsung.

Fristo menilai, keberadaan media sosial turut memperluas jangkauan promosi jastip yang ia jalankan. Dengan konten singkat dan respons langsung dari warganet, layanan tersebut dapat dikenal lebih cepat dan menjangkau calon pembeli baru.

Berawal dari komentar sederhana

Usaha itu bermula ketika Fristo sedang membuat konten di media sosial, baik untuk kebutuhan pribadi maupun pekerjaan. Saat itu, ada tiga komentar yang masuk dan salah satunya meminta ia membelikan Sate Maranggi.

Fristo mengaku membaca setiap komentar yang muncul di unggahannya, lalu menanggapi permintaan tersebut. Ia pun mengiyakan titipan itu, meski awalnya tidak membayangkan responsnya akan berkembang sebesar sekarang.

Dari pengalaman tersebut, Fristo kemudian mencoba membuat konten jastip lagi di TikTok dan Instagram. Hasilnya di luar dugaan, karena video yang ia unggah justru banyak ditonton dan memicu minat pelanggan baru.

Ia menilai, interaksi di media sosial menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan calon pembeli. Dari titik awal yang sederhana, jastip jajanan Puncak akhirnya berubah menjadi usaha yang lebih serius dijalankan.

Jalankan jastip sambil bekerja

Fristo yang berdomisili di Depok menjelaskan bahwa dirinya tidak menetap di Puncak, Bogor. Namun, karena orang tuanya tinggal di sana, ia sementara waktu ikut tinggal di kawasan tersebut.

Di tengah aktivitas jastip, ia tetap mempertahankan pekerjaan tetapnya di Jakarta. Artinya, ia harus membagi waktu antara bekerja, mengurus keluarga, dan mengirim pesanan jastip kepada pelanggan.

Pola kerja itu membuat mobilitasnya cukup tinggi, terutama saat harus bolak-balik dari Puncak ke Jakarta. Meski melelahkan, ia tetap menjalankan keduanya agar usaha jastip tidak mengganggu pekerjaan utama.

Fristo menuturkan, perjalanan dari Puncak menuju Jakarta bisa memakan waktu sekitar tiga jam. Rute yang ditempuh dengan motor lalu dilanjutkan kereta menjadi bagian dari rutinitas yang harus ia jalani setiap kali mengirim pesanan.

Peluang bisnis lokal yang tumbuh

Kisah Fristo menunjukkan bahwa jastip bukan sekadar tren sesaat, melainkan model usaha yang bisa terus bertahan. Selama ada produk khas dan permintaan pasar, layanan titip beli tetap memiliki peluang untuk berkembang.

Fenomena ini juga memperlihatkan bahwa potensi bisnis lokal tidak kalah menarik dibandingkan produk dari luar daerah atau luar negeri. Dengan strategi promosi yang tepat, makanan khas suatu wilayah dapat menjadi komoditas yang bernilai ekonomi.

Selain itu, media sosial terbukti berperan besar dalam membuka akses pasar baru bagi pelaku usaha kecil. Satu komentar, satu unggahan, dan satu respons yang tepat dapat memicu lahirnya sumber cuan yang berkelanjutan.

Bagi Fristo, jastip jajanan Puncak bukan hanya soal menjual makanan, tetapi juga soal membaca peluang dan menjaga konsistensi. Dari usaha iseng, ia kini melihat adanya ruang yang nyata untuk mengembangkan bisnis lokal berbasis kebutuhan konsumen.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!