XLSmart Siap Agresif Ikut Lelang Frekuensi 5G

Teknologi BRH 31 Mei 2026 18:37 WIB 2
XLSmart Siap Agresif Ikut Lelang Frekuensi 5G

XLSmart menyatakan akan agresif mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang akan digelar Kementerian Komunikasi dan Digital. Langkah ini ditempuh seiring ambisi perusahaan untuk memperluas layanan 5G secara lebih merata di Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan menilai kedua spektrum tersebut sangat strategis bagi pengembangan jaringan generasi kelima.

Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan perusahaan ingin menguasai kedua pita frekuensi itu agar ekspansi jaringan dapat berjalan lebih optimal. Ia menyebut lelang yang diumumkan Komdigi perlu berlangsung lancar sesuai rencana, mengingat spektrum tersebut menjadi fondasi penting bagi pemerataan layanan digital nasional.

Strategi frekuensi XLSmart

Merza menjelaskan, 700 MHz dan 2,6 GHz dipandang sebagai kombinasi penting untuk memperkuat jaringan 5G. Menurut dia, perusahaan membutuhkan spektrum yang dapat mendukung perluasan cakupan sekaligus peningkatan kapasitas layanan. Karena itu, XLSmart menempatkan lelang ini sebagai agenda strategis untuk jangka panjang.

Ia menilai proses lelang sebaiknya dibuat lebih sederhana dan lebih cepat. Alasannya, peserta yang ikut dalam proses tersebut merupakan tiga operator seluler besar yang sudah dikenal pemerintah. Dengan demikian, tahapan administrasi dinilai tidak perlu terlalu berbeda dari lelang sebelumnya.

Merza menekankan percepatan proses lelang akan membantu masyarakat segera merasakan manfaat 5G pada tahun ini. Ia menilai keberadaan spektrum baru dapat membuka ruang bagi layanan yang lebih stabil dan lebih luas. Dalam pandangannya, peluang itu harus dimanfaatkan agar transformasi digital berjalan lebih merata.

Kunci pemerataan jaringan

Frekuensi 700 MHz dikenal memiliki karakteristik cakupan yang luas dan penetrasi sinyal yang lebih baik. Kondisi tersebut membuatnya ideal untuk memperluas jangkauan hingga wilayah suburban dan pedesaan. Bagi operator, spektrum ini penting untuk menutup kesenjangan akses jaringan.

Sementara itu, pita 2,6 GHz dinilai memiliki kapasitas besar untuk menopang trafik data yang tinggi. Spektrum ini lebih sesuai untuk kawasan perkotaan dengan kebutuhan koneksi yang padat. Kombinasi keduanya dipandang mampu menghasilkan jaringan yang lebih seimbang antara cakupan dan kecepatan.

Komdigi sebelumnya telah mengumumkan rencana pelelangan kedua frekuensi tersebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem telekomunikasi nasional. XLSmart berharap prosesnya dapat selesai sesuai target agar implementasi jaringan baru tidak tertunda. Perusahaan juga melihat lelang itu sebagai peluang mempercepat pemerataan layanan digital di berbagai wilayah.

Kerugian bersifat sementara

Di sisi keuangan, Direktur & Chief Financial Officer Antony Susilo mengakui perusahaan masih membukukan kerugian pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut hanya bersifat sementara. Kerugian itu dipicu oleh biaya integrasi jaringan pascamerger dan percepatan depresiasi perangkat lama.

Antony menjelaskan, percepatan depresiasi dilakukan terhadap sejumlah perangkat jaringan lama milik XL sebelum merger dengan Smartfren. Perangkat tersebut kini tidak lagi digunakan dalam operasional jaringan yang baru. Karena itu, beban yang muncul dinilai merupakan konsekuensi dari penyesuaian struktur bisnis.

Meski masih mencatat rugi, manajemen tetap optimistis terhadap prospek perusahaan ke depan. Antony menilai kondisi tersebut tidak akan mengganggu kesiapan XLSmart untuk ikut dalam lelang spektrum strategis. Ia menambahkan, pendanaan partisipasi akan berasal dari kas operasional perusahaan.

Optimisme ekspansi 5G

XLSmart melihat lelang frekuensi sebagai langkah penting untuk memperkuat posisi dalam persaingan industri telekomunikasi. Perusahaan menilai kebutuhan jaringan berkapasitas besar akan terus meningkat seiring naiknya konsumsi data. Oleh karena itu, penguasaan spektrum strategis menjadi bagian dari rencana ekspansi yang lebih luas.

Merza menyebut target perusahaan bukan hanya memperluas jangkauan, tetapi juga menghadirkan layanan yang lebih merata. Ia menilai pemerataan 5G tidak bisa dilakukan tanpa dukungan frekuensi yang tepat. Dengan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, perusahaan berharap kualitas layanan dapat meningkat secara signifikan.

Di tengah perubahan ekonomi dan persaingan industri yang ketat, XLSmart tetap memilih melanjutkan ekspansi jaringan. Manajemen menilai investasi pada spektrum adalah langkah yang relevan untuk kebutuhan masa depan. Karena itu, perusahaan menegaskan komitmennya untuk tetap ambil bagian dalam proses lelang yang disiapkan pemerintah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!