Rupiah Melemah, XLSmart Tekan Risiko Biaya Investasi

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 31 Mei 2026 19:38 WIB 3
Rupiah Melemah, XLSmart Tekan Risiko Biaya Investasi

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dinilai memberi tekanan pada sejumlah sektor industri, termasuk telekomunikasi. XLSmart menyebut fluktuasi kurs menjadi perhatian karena sebagian kebutuhan investasi jaringan dan perangkat masih bergantung pada komponen impor.

Group Head Corporate Communication & Sustainability XLSmart, Reza Mirza, mengatakan dampak utama pelemahan rupiah terasa pada potensi kenaikan biaya investasi. Meski demikian, perusahaan menilai kondisi tersebut masih dapat dikelola karena pendapatan, biaya operasional, dan seluruh pinjaman perusahaan menggunakan rupiah.

Rupiah dan beban investasi

Reza menjelaskan, pergerakan rupiah terhadap dolar AS merupakan faktor eksternal yang terus dipantau industri telekomunikasi. Sebab, sebagian kebutuhan jaringan dan perangkat masih dibeli dari pemasok luar negeri dengan denominasi dolar.

Dalam situasi seperti ini, pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan nilai belanja modal perusahaan. Tekanan tersebut terutama muncul saat perusahaan harus melakukan pengadaan perangkat dan investasi infrastruktur jaringan.

Namun, Reza menegaskan dampaknya tidak langsung mengganggu operasional perseroan. Hal itu karena sebagian besar pendapatan dan biaya operasional perusahaan masih berasal dari dan dalam mata uang rupiah.

Struktur pembiayaan tetap aman

XLSmart menilai risiko langsung dari fluktuasi kurs relatif terbatas pada struktur keuangannya. Seluruh pinjaman perusahaan saat ini juga menggunakan denominasi rupiah.

Dengan komposisi tersebut, perusahaan tidak memiliki eksposur utang dalam valuta asing yang besar. Kondisi ini membuat tekanan kurs tidak langsung menekan kewajiban pembiayaan perseroan.

Reza menambahkan, struktur pembiayaan yang sehat menjadi salah satu penopang ketahanan bisnis. Langkah ini dinilai penting agar kinerja keuangan tetap terjaga di tengah ketidakpastian nilai tukar.

Efisiensi pasca merger

Untuk menjaga kinerja bisnis tetap sehat, perusahaan menjalankan efisiensi biaya secara berkelanjutan. Salah satu fokusnya adalah integrasi jaringan pasca merger agar operasional lebih efektif.

XLSmart juga menerapkan disiplin investasi dalam menentukan belanja modal. Prioritas capex dilakukan secara selektif agar dana perusahaan terserap pada kebutuhan yang paling mendesak.

Selain itu, perusahaan aktif mengoptimalkan kerja sama dengan vendor melalui negosiasi yang lebih efisien. Strategi ini diharapkan mampu menekan biaya tanpa mengganggu kualitas layanan kepada pelanggan.

Prioritas menjaga kinerja

Reza menyampaikan, pelemahan rupiah memang tidak bisa diabaikan karena berdampak pada biaya pengembangan jaringan. Meski begitu, perusahaan menilai tekanan tersebut masih dalam batas yang dapat dikendalikan.

Manajemen berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi jaringan dan kehati-hatian dalam pengeluaran. Pendekatan itu diperlukan agar pertumbuhan bisnis tetap berlanjut tanpa menambah risiko keuangan.

Dengan kombinasi efisiensi, seleksi investasi, dan pembiayaan berbasis rupiah, XLSmart optimistis kinerja perusahaan tetap solid. Perseroan pun berharap volatilitas kurs tidak mengganggu agenda pengembangan jangka panjang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!