Lizzo Tampil dengan Gaun Ilusi Piercing di Cannes

Lifestyle Clara Monica 31 Mei 2026 19:42 WIB 2
Lizzo Tampil dengan Gaun Ilusi Piercing di Cannes

Lizzo mencuri perhatian di amfAR Gala Cannes 2026, Kamis (21/5/2026), lewat gaun beludru dengan ilusi tindik pada bagian dada. Penampilannya dipadukan dengan perhiasan berlian spektakuler yang totalnya mencapai ribuan karat, sehingga langsung menjadi sorotan di karpet merah.

Detail visual pada gaun tersebut menampilkan dua cincin yang seolah menusuk bagian bodice, dengan kalung berlian menggantung di antaranya. Seluruh efek itu hanya trik visual trompe l’oeil, namun tetap memberi kesan teatrikal dan mewah pada gaya Lizzo malam itu.

Lizzo dan Gaun Ilusi Piercing

Gaun berbahan beludru yang dikenakan Lizzo dirancang untuk memunculkan efek dramatis di atas karpet merah. Ilusi piercing pada bagian dada menjadi elemen paling mencolok dari busana tersebut. Dua cincin tampak seolah menembus bodice, lalu dihubungkan dengan kalung berlian yang menggantung di tengah. Efek visual itu membuat tampilannya terlihat berani tanpa benar-benar menggunakan tindikan asli.

Selain busana utama, Lizzo juga memakai aksesori manset sarung tangan berbentuk pahatan yang menyerupai sepasang tangan tambahan. Elemen tersebut memberi kesan artistik dan memperkuat nuansa panggung pada tampilannya. Seluruh konsep busana tampak disusun untuk menghadirkan citra glamor yang tidak biasa. Hasilnya, penampilan Lizzo menonjol dibandingkan banyak tamu lain di ajang tersebut.

Di balik keseluruhan tampilan itu, stylist Patti Wilson disebut merancang konsep visual yang konsisten dari kepala hingga kaki. Sentuhan kuku stiletto biru krom matte dari nail artist Angel My Linh juga menyempurnakan harmoni warna busana. Kombinasi itu membuat gaya Lizzo terasa modern, penuh detail, dan sangat terkurasi. Karpet merah Cannes kembali menjadi panggung untuk ekspresi mode yang kuat.

Perhiasan Berlian Spektakuler

Kemewahan busana Lizzo semakin ditegaskan lewat perhiasan hasil kolaborasi dengan desainer London, Anabela Chan. Total sekitar 2.000 berlian putih hasil laboratorium digunakan dalam rangkaian aksesori tersebut. Bobot keseluruhannya mencapai 3.161 karat, angka yang menambah kesan spektakuler pada tampilan malam itu. Perhiasan itu tersebar pada kalung, anting, manset, hingga rantai yang menjuntai dari dada.

Setiap elemen perhiasan dirancang untuk menyatu dengan gaun, bukan hanya menjadi pelengkap. Kilau berlian memberi lapisan visual baru pada detail beludru yang gelap. Dalam pencahayaan karpet merah, efeknya tampak mencolok dan sangat fotografis. Karena itu, tampilan Lizzo cepat menyebar di media sosial dan menarik perhatian publik mode.

Pemakaian berlian hasil laboratorium juga menunjukkan arah baru dalam industri perhiasan mewah. Material tersebut memungkinkan tampilan glamor dengan pendekatan yang lebih modern. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa kemewahan kini tidak hanya soal nilai, tetapi juga narasi kreatif. Lizzo pun berhasil menggabungkan unsur seni, fesyen, dan eksperimen visual dalam satu tampilan.

Tren Piercing Palsu Menguat

Gaya piercing palsu yang dikenakan Lizzo bukan fenomena baru di karpet merah. Sebelumnya, Chappell Roan juga mencuri perhatian di Grammy Awards 2026 lewat gaun dengan efek serupa pada bagian dada. Busana itu merupakan arsip koleksi couture musim semi 1998 dari Thierry Mugler. Versi aslinya menggunakan tindikan sungguhan, sehingga tren ini kembali dibaca ulang dalam format yang lebih aman.

Popularitas tren tersebut menunjukkan bahwa mode karpet merah semakin mengandalkan ilusi visual. Desainer dan selebritas kini memanfaatkan detail ekstrem untuk menciptakan pembicaraan luas. Dalam konteks ini, piercing palsu berfungsi sebagai simbol keberanian sekaligus permainan estetika. Publik pun diajak melihat busana bukan sekadar pakaian, tetapi juga pernyataan artistik.

Keberanian tampil dengan efek yang tidak lazim membuat tren ini cepat mendapat tempat di dunia hiburan. Setiap kemunculan di karpet merah selalu memancing perbandingan dengan penampilan sebelumnya. Karena itu, fashion menjadi ruang kompetisi visual yang terus bergerak. Lizzo menambah daftar figur yang mendorong tren tersebut ke arus utama.

Penampilan Panggung dan Album Baru

Selain tampil di karpet merah, Lizzo juga memeriahkan amfAR Gala Cannes dengan penampilan di atas panggung. Sambil memegang koktail, ia membawakan lagu Don’t Make Me Love U dan About Damn Time. Kehadirannya memberi warna hiburan pada acara amal yang digelar di Hótel du Cap-Eden-Roc. Penampilannya menunjukkan bahwa malam itu bukan hanya soal mode, tetapi juga pertunjukan musik.

Acara amfAR Gala Cannes sendiri berhasil mengumpulkan dana hingga 20 juta dolar AS untuk riset AIDS. Geena Davis bertindak sebagai pembawa acara dalam ajang tersebut. Perpaduan antara hiburan, amal, dan mode membuat acara itu menjadi salah satu agenda paling bergengsi di Cannes. Lizzo menjadi salah satu figur yang memperkuat sorotan terhadap malam tersebut.

Di sela acara, penyanyi bernama asli Melissa Viviane Jefferson itu juga membagikan kabar mengenai album terbarunya. Ia mengaku ingin menghadirkan kembali musik yang menyenangkan, agar orang-orang bisa menari dan tertawa lagi. Album bertajuk B-tch dijadwalkan rilis pada 5 Juni mendatang. Pernyataan itu memberi sinyal bahwa Lizzo tengah menyiapkan babak baru dalam karier musiknya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!