Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat di Tengah Tren Olahan Viral

Lifestyle Nadia Safira Putri 01 Juni 2026 17:07 WIB 2
Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat di Tengah Tren Olahan Viral

Olahan ubi kembali populer di media sosial, mulai dari ubi panggang hingga ubi cream cheese dengan berbagai topping kekinian. Di tengah tren itu, dokter gizi menyarankan masyarakat memilih ubi ungu karena kandungan antosianinnya dinilai tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan warna ungu pada ubi berasal dari antosianin, yaitu pigmen alami yang juga ditemukan pada blueberry dan anggur ungu. Kandungan tersebut disebut berpotensi membantu menjaga kesehatan metabolik, terutama bagi orang yang berisiko diabetes dan hipertensi.

Ubi Ungu dan Antosianin

Ubi ungu menjadi sorotan karena kandungan antosianinnya yang cukup tinggi. Zat ini memberi warna khas ungu sekaligus membawa manfaat fungsional bagi tubuh.

Menurut dr Tjandraningrum, antosianin merupakan zat warna alami yang kaya flavonoid dan polifenol. Senyawa tersebut dikenal memiliki sifat anti-peradangan.

Dalam ulasan yang dipublikasikan di jurnal Molecules pada 2019, kandungan antosianin ubi ungu dilaporkan mencapai sekitar 218-244 mg per 100 gram. Angka itu bergantung pada varietas dan metode pengolahan.

Temuan tersebut memperkuat alasan mengapa ubi ungu kerap direkomendasikan dibanding jenis ubi lain. Selain lezat, bahan pangan ini juga menawarkan nilai gizi yang lebih menonjol.

Manfaat bagi Kesehatan

Antosianin pada ubi ungu dikaitkan dengan aktivitas antioksidan dan anti-peradangan. Kombinasi ini membuatnya menarik sebagai pilihan pangan harian.

Dr Tjandra menyebut kandungan tersebut dapat membantu kelompok yang berisiko mengalami penyakit tidak menular. Diabetes dan hipertensi menjadi dua kondisi yang paling disorot.

Antioksidan berperan membantu melawan stres oksidatif dalam tubuh. Sementara itu, sifat anti-peradangan dapat mendukung fungsi kesehatan secara umum.

Meski bukan obat, ubi ungu bisa menjadi bagian dari pola makan yang lebih sehat. Manfaatnya akan lebih terasa jika dikonsumsi secara wajar dan konsisten.

Cara Mengonsumsi dengan Bijak

Popularitas ubi ungu di media sosial membuat berbagai kreasi olahan bermunculan. Namun, tidak semua tambahan topping sejalan dengan tujuan hidup sehat.

Dr Tjandra mengingatkan manfaat ubi dapat berkurang jika ditambahkan gula dan lemak jenuh secara berlebihan. Karena itu, pemilihan bahan pelengkap perlu diperhatikan.

Topping manis berlebih dapat meningkatkan asupan kalori tanpa disadari. Kondisi ini bisa membuat olahan ubi berubah dari makanan sehat menjadi kurang seimbang.

Ia menyarankan masyarakat tetap bijak dalam menentukan porsi dan tambahan bahan. Dengan cara itu, ubi ungu tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan manfaat gizinya.

Tren Sehat yang Perlu Dijaga

Tren makanan viral sebenarnya bisa menjadi peluang untuk mengenalkan bahan pangan lokal yang bergizi. Ubi ungu adalah salah satu contoh yang mudah diolah dan mudah ditemukan.

Meski begitu, tren sehat sebaiknya tidak berhenti pada tampilan menarik di media sosial. Nilai gizi tetap perlu menjadi pertimbangan utama saat memilih makanan.

Konsumen juga perlu memahami bahwa tidak semua olahan viral otomatis sehat. Cara pengolahan, porsi, dan topping sangat menentukan kualitas akhirnya.

Dengan pilihan yang tepat, ubi ungu dapat menjadi camilan yang enak sekaligus bernutrisi. Tren ini pun bisa mendukung kebiasaan makan yang lebih seimbang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!