Telkom Resmikan Kabel Pukpuk, Perkuat Konektivitas Papua

Teknologi BRH 02 Juni 2026 04:28 WIB 4
Telkom Resmikan Kabel Pukpuk, Perkuat Konektivitas Papua

TelkomGroup meresmikan sistem kabel laut Pukpuk di Jayapura, Papua, pada Jumat, 8 Mei 2026, sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas digital di Indonesia Timur. Proyek hasil kolaborasi dengan PNG DataCo ini menjadi kabel lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menghubungkan jaringan Indonesia dan Papua Nugini.

Infrastruktur tersebut diharapkan membuka jalur konektivitas baru menuju kawasan Asia-Pasifik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital di wilayah perbatasan. Kehadirannya juga dipandang penting untuk memperluas akses digital dan meningkatkan ketahanan jaringan di Papua serta sekitarnya.

Pukpuk perkuat konektivitas Papua

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo menegaskan pentingnya pemerataan konektivitas untuk mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif. Ia menyebut transformasi digital harus berjalan merata, tidak terkonsentrasi, dan berkelanjutan agar seluruh wilayah memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh.

Dalam keterangan tertulis pada Senin, 11 Mei 2026, Angga juga memberikan apresiasi kepada TelkomGroup atas komitmennya memperkuat konektivitas nasional. Menurut dia, pembangunan infrastruktur digital yang andal menjadi fondasi utama bagi pemerataan pembangunan dan daya saing ekonomi.

Ia menilai Pukpuk Cable menjadi bagian penting dalam menciptakan konektivitas yang lebih resilien bagi masyarakat di Indonesia Timur, Papua Nugini, dan wilayah lain. Dengan dukungan ini, kawasan timur Indonesia diharapkan tidak lagi tertinggal dalam akses terhadap layanan digital yang semakin vital.

Kabel lintas batas pertama

Sistem kabel laut Pukpuk menjadi kabel lintas batas pertama di Asia-Pasifik yang menghubungkan Indonesia dan Papua Nugini. Landing station di Jayapura yang dioperasikan Telin berfungsi sebagai gerbang utama menuju jaringan Kumul Telkom Holdings di Papua Nugini.

Melalui jalur ini, kapasitas dari kabel internasional SEA-US dapat disalurkan hingga wilayah terpencil di Papua Nugini melalui Vanimo. Skema tersebut memberi jalur distribusi data yang lebih luas dan efisien bagi kedua negara.

Hadirnya kabel ini bukan hanya memperkuat infrastruktur telekomunikasi, tetapi juga menandai kolaborasi strategis antarnegara di bidang konektivitas kawasan. Sinergi Telin dan PNG DataCo menunjukkan bahwa pembangunan jaringan digital dapat menjadi instrumen kerja sama regional yang nyata.

Jayapura miliki dua jalur

Dengan peresmian Pukpuk, Jayapura kini memiliki dua jalur konektivitas internasional yang mandiri. Jalur pertama menghubungkan Sulawesi, Maluku, dan Papua, sedangkan jalur kedua tersambung dari Vanimo ke Jayapura.

Jalur baru itu kemudian terhubung ke Manado hingga Los Angeles melalui kabel SEA-US. Kehadiran dua kaki konektivitas ini membuat infrastruktur digital Papua semakin tangguh karena memiliki diversity route yang menjaga kelangsungan layanan.

Jalur alternatif tersebut dinilai penting untuk menjamin layanan tetap optimal saat terjadi gangguan pada salah satu rute. Jayapura pun diposisikan sebagai pusat konektivitas Papua yang siap mendukung pertumbuhan ekonomi digital kawasan.

Kolaborasi dorong integrasi digital

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa Pukpuk membuktikan Indonesia Timur merupakan bagian integral dari ekosistem konektivitas global. Ia menegaskan perusahaan ingin memastikan tidak ada satu pun wilayah Indonesia yang tertinggal dalam era digital.

Menurut Dian, proyek ini tidak hanya memperkuat infrastruktur digital di Papua, tetapi juga membuka peluang kolaborasi digital di tingkat regional maupun global. Ia menilai kehadiran kabel laut ini akan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat, pelaku usaha, dan pengembangan ekonomi daerah.

Sementara itu, CEO PNG DataCo Paul Komboi menilai kedekatan geografis Indonesia dan Papua Nugini seharusnya diikuti konektivitas digital yang kuat. Ia menyebut kerja sama dengan Telin sebagai langkah nyata untuk saling terhubung, saling mendukung, dan menciptakan manfaat bersama bagi kedua negara.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!