Boiyen Tak Berkurban, Rayakan Idul Adha di Rumah

Lifestyle Anindya Kirana Putri 02 Juni 2026 05:44 WIB 2
Boiyen Tak Berkurban, Rayakan Idul Adha di Rumah

Artis komedian sekaligus pedangdut Boiyen mengaku tidak berkurban pada Idul Adha tahun ini. Meski demikian, ia tetap merayakan hari raya bersama keluarga di rumah dengan suasana hangat dan sederhana.

Boiyen menyampaikan hal itu saat ditemui di Studio Arisan Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada Jumat, 29 Mei 2026. Ia menekankan bahwa kebersamaan keluarga menjadi tradisi yang selalu dinikmati setiap Idul Adha.

Boiyen Rayakan Idul Adha

Boiyen menanggapi pertanyaan soal kurban dengan gaya bercanda yang khas. Ia sempat melontarkan gurauan sebelum menjelaskan bahwa tahun ini dirinya belum berkurban. Setelah itu, ia menegaskan kembali bahwa keputusan tersebut hanya berlaku untuk tahun ini.

Meski tidak ikut berkurban, Boiyen tetap menjalani Idul Adha dengan penuh kebersamaan. Ia memilih menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga terdekat. Menurutnya, momen tersebut justru menjadi bagian paling penting dari perayaan hari besar ini.

Baginya, tradisi berkumpul saat Idul Adha selalu memberi kesan tersendiri. Ia menyebut momen itu sebagai waktu untuk menikmati kebersamaan yang jarang didapat dalam keseharian. Karena itu, suasana rumah menjadi pilihan utama dalam merayakan hari raya.

Kebersamaan Keluarga Jadi Tradisi

Boiyen mengatakan keluarganya punya kebiasaan sederhana saat Idul Adha. Mereka biasanya berkumpul, makan bersama, dan menikmati waktu santai di rumah. Tradisi itu sudah menjadi bagian dari perayaan yang dijalani dari tahun ke tahun.

Ia menilai kebersamaan keluarga lebih bermakna dibandingkan kemeriahan yang berlebihan. Saat semua anggota keluarga berkumpul, suasana Idul Adha terasa lebih hangat. Bagi Boiyen, hal itu menjadi alasan mengapa ia selalu menantikan momen tersebut.

Selain makan bersama, keluarganya juga kerap menggelar acara bakar sate. Kegiatan itu dilakukan dengan santai sambil berbagi cerita dan bercengkerama. Menurut Boiyen, suasana seperti itu membuat Idul Adha terasa lebih akrab dan menyenangkan.

Daging Kurban dan Batas Konsumsi

Boiyen juga mengaku kerap menerima daging kurban dari lingkungan sekitar maupun kerabat. Kondisi itu membuat stok daging di rumah biasanya cukup banyak. Karena itu, ia dan keluarga sering memanfaatkannya untuk acara makan bersama.

Ia kemudian menegaskan bahwa dirinya tetap membatasi konsumsi daging. Pertimbangan kesehatan menjadi alasan utama dalam menjaga pola makan. Boiyen tidak ingin berlebihan, terutama karena daging dapat berdampak pada kadar kolesterol jika dikonsumsi terlalu banyak.

Atas alasan tersebut, ia lebih memilih membagikan olahan daging kepada teman dan saudara. Dengan begitu, makanan tetap bisa dinikmati bersama tanpa harus berlebihan. Sikap itu menunjukkan bahwa Boiyen tetap menjaga keseimbangan antara tradisi dan kesehatan.

Peran Sederhana Saat Menyate

Dalam urusan memasak, Boiyen mengaku tidak terlalu menguasai bumbu sate. Ia hanya mengambil peran sederhana saat proses penyajian. Baginya, yang penting adalah bisa ikut terlibat dalam suasana kebersamaan keluarga.

Ia menyebut dirinya lebih sering bertugas menusuk daging ke tusuk sate. Sementara soal racikan bumbu, ia memilih menyerahkannya kepada orang lain yang lebih paham. Boiyen menilai hal itu sudah cukup membuatnya merasa ikut meramaikan acara.

Pengakuan tersebut memperlihatkan gaya santai Boiyen dalam menjalani Idul Adha. Tanpa harus tampil sempurna di dapur, ia tetap menikmati perayaan bersama keluarga. Bagi Boiyen, kebersamaan dan tawa di rumah jauh lebih penting daripada urusan teknis memasak.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!