Bigmo Hengkang dari RRQ Usai Kisruh Sindiran

Teknologi Moh. Royhan Nahado 02 Juni 2026 07:07 WIB 3
Bigmo Hengkang dari RRQ Usai Kisruh Sindiran

Media sosial ramai membahas kreator konten Muhammad Jannah atau Bigmo, setelah diduga menyindir AAA Clan dan Pandawara Group terkait penghargaan Guinness World Records. Polemik itu kemudian berujung pada berakhirnya kerja sama Bigmo dengan Team Rex Regum Qeon atau RRQ sebagai brand ambassador.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi RRQ pada Jumat, 29 Mei 2026. Sebelum pernyataan itu muncul, isu keluarnya Bigmo sudah lebih dulu menjadi bahan perbincangan warganet, meski saat itu belum ada keterangan resmi dari pihak tim.

Kisruh Bigmo dan RRQ

Dalam unggahan yang beredar, Bigmo disebut menyinggung penghargaan Guinness World Records yang diraih Pandawara Group dan AAA Clan. Ucapan itu memantik reaksi keras dari publik, karena dianggap merendahkan pencapaian pihak lain. Konten tersebut kemudian menyebar cepat di berbagai platform media sosial.

RRQ akhirnya memberikan penjelasan resmi melalui akun Instagram mereka. Dalam pengumuman itu, tim menyebut kerja sama dengan Bigmo sebagai brand ambassador telah mencapai titik akhir. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa hubungan profesional keduanya resmi berakhir.

Pihak RRQ tidak merinci lebih jauh alasan di balik berakhirnya kerja sama itu. Namun, keputusan tersebut muncul di tengah sorotan publik terhadap ucapan Bigmo yang memicu kontroversi. Situasi ini menunjukkan bahwa aktivitas di media sosial dapat berdampak langsung pada reputasi dan pekerjaan seseorang.

Respons Pandawara Group

Pandawara Group menjadi salah satu pihak yang tersinggung oleh pernyataan Bigmo. Mereka lalu mengunggah tanggapan yang menolak tudingan bahwa penghargaan dunia dapat diperoleh dengan cara yang tidak pantas. Dalam pernyataannya, Pandawara meminta agar pihak tertentu tidak mengotori pencapaian mereka dengan komentar yang merendahkan.

Pernyataan tersebut mendapat banyak dukungan dari warganet. Banyak pengguna media sosial menilai respons Pandawara Group disampaikan secara tegas namun tetap terukur. Dukungan publik itu membuat isu ini semakin meluas dan terus menjadi bahan diskusi di lini masa.

Di sisi lain, respons Pandawara juga memperlihatkan pentingnya menjaga etika saat menanggapi keberhasilan pihak lain. Penghargaan yang telah diraih melalui kerja nyata dinilai layak dihormati, bukan dijadikan bahan sindiran. Situasi ini pun memunculkan perdebatan tentang batas kebebasan berpendapat di ruang digital.

Reaksi AAA Clan

AAA Clan kemudian ikut menanggapi unggahan Pandawara Group melalui komentar yang bernuansa sindiran. Salah satu komentar yang ramai diperbincangkan datang dari Reza Arap. Komentar singkat itu semakin memperkuat sorotan publik terhadap konflik yang sedang bergulir.

Masuknya AAA Clan dalam percakapan publik membuat isu ini tidak lagi sebatas perdebatan antara Bigmo dan Pandawara. Warganet mulai mengaitkan respons lintas pihak itu sebagai bentuk eskalasi konflik di media sosial. Percakapan pun berkembang menjadi isu yang lebih besar di kalangan pengikut komunitas konten dan esports.

Meski begitu, tidak ada penjelasan panjang dari AAA Clan mengenai maksud komentar tersebut. Publik hanya melihat bahwa reaksi itu mempertegas suasana yang memanas di jagat maya. Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana satu unggahan dapat memicu rangkaian respons berantai dari berbagai pihak.

Dampak Bagi Reputasi Publik

Kasus Bigmo menjadi pengingat bahwa figur publik memiliki tanggung jawab besar atas setiap pernyataan yang disampaikan. Di era digital, komentar yang dianggap meremehkan dapat berdampak langsung pada reputasi dan relasi profesional. Akibatnya, konsekuensi yang muncul tidak hanya berupa kritik, tetapi juga kehilangan kerja sama.

RRQ sebagai organisasi esports tampak mengambil langkah cepat untuk menjaga citra tim. Keputusan mengakhiri kerja sama dengan Bigmo menunjukkan bahwa perusahaan atau komunitas profesional semakin memperhatikan integritas mitra publik figur. Dalam situasi seperti ini, reputasi menjadi aset yang sangat menentukan.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan lanjutan dari Bigmo terkait berakhirnya kerja sama tersebut. Publik masih menunggu apakah ia akan memberikan klarifikasi atas ucapan yang memicu polemik. Namun, kasus ini sudah terlanjur menjadi contoh bagaimana satu unggahan dapat berujung pada konsekuensi besar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!