Rendang Uni Lili Raih UMKM Pangan Award 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 02 Juni 2026 08:07 WIB 2
Rendang Uni Lili Raih UMKM Pangan Award 2025

Rendang Uni Lili, produsen bumbu tradisional asal Solok Selatan, Sumatra Barat, meraih UMKM Pangan Award 2025 dari Kementerian Perdagangan pada ajang Trade Expo Indonesia 2025. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas inovasi produk kuliner lokal yang dinilai mampu bersaing di pasar nasional dan global.

Founder Rendang Uni Lili, Ermaneli, mengatakan capaian tersebut menjadi dorongan bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan produk berbasis kearifan lokal. Ia menegaskan bahwa rendang autentik dari daerahnya dirancang agar dapat diterima lebih luas di pasar internasional.

Rendang Uni Lili Raih Penghargaan

Pencapaian Rendang Uni Lili diumumkan di Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025. Penghargaan itu diberikan dalam rangkaian Trade Expo Indonesia 2025 yang menjadi etalase produk unggulan Indonesia.

Ermaneli menyampaikan rasa syukur atas apresiasi tersebut. Menurut dia, penghargaan itu membuktikan bahwa produk lokal dengan nilai tradisional tetap memiliki daya saing tinggi.

Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi menjaga kualitas produk. Selain itu, dukungan pemerintah turut membuka ruang lebih luas bagi UMKM untuk naik kelas.

Raihan tersebut juga memperkuat posisi Rendang Uni Lili sebagai salah satu pelaku usaha pangan yang berkembang pesat. Di tengah persaingan ketat, produk ini berhasil menarik perhatian karena menggabungkan cita rasa, inovasi, dan identitas daerah.

Inovasi Bumbu Rendang

Rendang Uni Lili dikenal sebagai pelopor bumbu rendang siap pakai dengan santan terpisah. Inovasi ini dirancang untuk menjaga kesegaran rempah sekaligus memudahkan konsumen saat memasak.

Santan diolah menjadi minyak kelapa yang lebih stabil sehingga kualitas produk lebih terjaga. Dengan cara ini, cita rasa rendang Minang tetap dipertahankan tanpa mengurangi efisiensi penggunaan.

Model produk tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan konsumen modern. Mereka dapat menyajikan masakan tradisional dengan proses yang lebih praktis namun tetap autentik.

Inovasi itu juga menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha dalam menghadapi pasar yang semakin kompetitif. Produk yang mudah digunakan biasanya memiliki peluang lebih besar untuk diterima konsumen lintas segmen.

Standar Mutu Rendang Uni Lili

Untuk menjaga kepercayaan pasar, Rendang Uni Lili telah mengantongi sertifikat Halal, BPOM, HACCP, dan SNI. Kelengkapan sertifikasi ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap mutu dan keamanan pangan.

Perusahaan tidak hanya mengandalkan rendang daging sebagai produk utama. Varian ayam, paru, ikan, sambalado, dan bumbu masak lainnya juga terus dikembangkan.

Ragam produk tersebut memperluas peluang penjualan di berbagai kanal. Di sisi lain, diversifikasi juga membantu perusahaan menjangkau preferensi konsumen yang lebih beragam.

Langkah menjaga standar mutu menjadi fondasi penting sebelum melakukan ekspansi lebih jauh. Dalam industri pangan, kepercayaan konsumen sangat ditentukan oleh konsistensi kualitas dan keamanan produk.

Langkah Ekspor Rendang Uni Lili

Setelah mencatat kinerja positif di pasar lokal melalui Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, perusahaan kini menyiapkan ekspansi global melalui Alibaba. Strategi ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar ke luar negeri.

Pemerintah turut mendukung langkah tersebut melalui fasilitasi ekspor dan akses ritel modern bagi para pemenang UMKM Pangan Award 2025. Dukungan ini diharapkan mempercepat kesiapan UMKM untuk masuk ke rantai pasok internasional.

Ermaneli menyebut pihaknya tengah memperkuat rantai pasok, kapasitas produksi, dan inovasi berkelanjutan. Menurut dia, seluruh langkah itu diperlukan untuk menjawab tren permintaan pasar global.

Keberhasilan Rendang Uni Lili mencerminkan besarnya potensi UMKM kuliner Indonesia di pasar dunia. Dengan inovasi yang konsisten, produk lokal dinilai mampu menjadi bagian dari rantai pasok kuliner internasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!