Dewi Perssik Pulang Pakai Helikopter Demi Kurban

Lifestyle Nadia Safira Putri 02 Juni 2026 08:06 WIB 2
Dewi Perssik Pulang Pakai Helikopter Demi Kurban

Dewi Perssik melangsungkan pemotongan hewan kurban di Jakarta meski sempat terlambat satu hari dari perayaan Idul Adha. Keputusan itu diambil setelah ia pulang dari Kalimantan dengan helikopter agar tidak kehilangan momen berbagi bersama warga. Pada pelaksanaan tersebut, penyanyi dangdut itu tetap hadir dan mengawasi proses kurban hingga selesai.

Keterlambatan itu terjadi karena Dewi sebelumnya harus menjalankan pekerjaan di Kalimantan. Ia mengaku perjalanan darat menuju lokasi kerja terlalu panjang dan rumit, sehingga memilih moda transportasi udara agar bisa kembali tepat waktu. Sesampainya di Jakarta, ia langsung mengatur penyembelihan hewan kurban yang telah disiapkan sebelumnya.

Kurban Dewi Perssik

Dewi Perssik menegaskan bahwa ia tidak ingin melewatkan tradisi kurban pada tahun ini. Meski harus pulang dengan helikopter, ia menilai langkah itu sepadan demi bertemu warga dan ikut menyaksikan penyembelihan.

Ia menjelaskan bahwa jadwal kerja di Kalimantan membuat waktu tempuh menjadi sangat panjang jika ditempuh lewat jalur darat. Karena itu, pihak yang mengundangnya kemudian memilihkan solusi transportasi yang lebih cepat agar ia bisa kembali ke Jakarta.

Dalam keterangannya, Dewi menyebut dirinya baru kali ini dapat bepergian ke beberapa tempat pada momen Lebaran. Ia pun merasa perlu memanfaatkan kesempatan tersebut agar tetap bisa menjalankan kewajiban kurban tanpa tertinggal perayaan.

Setibanya di rumah, ia langsung menginstruksikan panitia untuk memotong sapi kurban yang telah menunggu. Baginya, kepulangan itu penting karena hewan kurban sudah disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Perjalanan Pulang Singkat

Dewi Perssik menggambarkan perjalanan dari lokasi kerja ke Jakarta sebagai rute yang berlapis dan menyita waktu. Ia menyebut jalur Pontianak, Ketapang, hingga Kayong sebagai rangkaian perjalanan yang membuatnya sulit tiba cepat.

Karena kendala jarak dan waktu, pilihan helikopter menjadi solusi yang paling masuk akal. Dengan cara itu, ia dapat memangkas perjalanan dan tetap hadir saat prosesi kurban berlangsung.

Meski kelelahan, Dewi tidak menunda kewajibannya untuk memantau penyembelihan hewan kurban. Ia memilih langsung pulang agar sapi yang sudah dibelinya tidak dibiarkan terlalu lama menunggu.

Sikap tersebut memperlihatkan keseriusannya dalam menjaga niat berbagi pada Hari Raya Idul Adha. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk pulang dan berjumpa dengan warga.

Hewan Kurban Berlimpah

Tahun ini, Dewi Perssik disebut menyalurkan total 12 ekor sapi jumbo ke beberapa daerah. Sebagian hewan kurban dikirim ke Jakarta, Jember, dan Malang sesuai kebutuhan penyaluran yang telah disiapkan.

Untuk wilayah Jakarta saja, ia menyembelih dua ekor sapi limosin dengan bobot masing-masing sekitar 1,3 ton. Dua ekor kambing dari pihak peternak juga diterimanya sebagai bonus atas pembelian hewan kurban dalam jumlah besar.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya komitmen Dewi dalam menjalankan ibadah kurban pada tahun ini. Selain untuk keluarga dan lingkungan terdekat, hewan-hewan itu juga diperuntukkan bagi penerima manfaat di sejumlah daerah.

Penyebaran kurban ke berbagai wilayah membuat kegiatan ini tidak hanya terfokus di satu titik. Dengan begitu, manfaat kurban dapat menjangkau lebih banyak warga yang berhak menerima.

Antusias Warga Menyaksikan

Prosesi pemotongan sapi kurban berlangsung dengan suasana yang cukup dramatis. Puluhan warga tampak antusias menyaksikan jalannya penyembelihan di lokasi.

Di tengah proses itu, Dewi Perssik beberapa kali terus melantunkan takbir. Ia juga sempat menutup mata karena tidak tega melihat hewan kurbannya disembelih.

Meski demikian, ia tetap bertahan sampai proses selesai dan memastikan pembagian daging dapat berjalan baik. Kehadirannya kemudian disambut warga serta pengurus lingkungan setempat.

Setelah semua rangkaian selesai, Dewi akhirnya dapat berjumpa dengan tetangga dan Pak RT. Momen itu menjadi penutup dari perjuangan panjangnya untuk tetap merayakan Idul Adha di Jakarta.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!