Kisah UliMus, Bisnis Bawang Goreng Crispy dari Rumah

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 02 Juni 2026 08:12 WIB 2
Kisah UliMus, Bisnis Bawang Goreng Crispy dari Rumah

Peluang usaha kerap muncul dari kebutuhan sederhana di rumah, dan hal itu dialami Romauli Sri Astuti Sitoris saat merintis usaha bawang goreng crispy bernama UliMus pada 2022. Inovasi yang awalnya dibuat untuk selera anak justru berkembang menjadi sumber penghasilan keluarga.

Perempuan yang akrab disapa Uli itu mulai mengolah bawang goreng agar tidak hanya menjadi pelengkap makanan, tetapi juga camilan renyah. Produk buatannya kemudian terbukti diminati, terutama ketika dibawa ke pesantren tempat anaknya menempuh pendidikan di Parung sejak awal 2020.

Bawang Goreng Crispy UliMus

Uli memulai usaha dari dapur rumah dengan mengandalkan resep sederhana yang terus disempurnakan. Ia membuat bawang goreng crispy dengan beberapa varian rasa agar lebih menarik bagi konsumen.

Varian rasa barberque dan balado menjadi pilihan yang paling banyak disukai. Produk itu tidak hanya dinikmati sebagai camilan, tetapi juga cocok sebagai taburan makanan.

Ide usaha tersebut muncul ketika anaknya tidak menyukai bawang goreng biasa. Dari situ, Uli mencari cara agar bawang goreng bisa diterima anak sekaligus memiliki nilai jual.

Hasilnya, bawang goreng buatan Uli justru disukai oleh teman-teman anaknya di pesantren. Respons positif itu menjadi sinyal awal bahwa produk rumahan tersebut memiliki peluang pasar yang menjanjikan.

Modal Awal Sangat Terbatas

Keseriusan Uli dalam berjualan lahir setelah mendapat dukungan dari suami. Saat itu, kondisi ekonomi keluarga ikut terdorong karena usaha sang suami terdampak pandemi.

Ia mengaku modal awal untuk memulai usaha ini kurang dari Rp500 ribu. Dengan modal terbatas, Uli tetap berani mencoba dan menjual produknya secara kecil-kecilan dari rumah.

Keputusan itu diambil karena keluarga membutuhkan sumber penghasilan tambahan. Suaminya kemudian menyarankan agar Uli memanfaatkan peluang dari bawang goreng yang memang disukai banyak orang.

Dari penjualan sederhana itu, usaha mulai tumbuh secara bertahap. Uli lalu melihat bahwa ketekunan dan konsistensi bisa mengubah usaha rumahan menjadi bisnis yang lebih terarah.

Pesantren Jadi Pasar Awal

Pesantren menjadi tempat penting bagi perkembangan usaha UliMus. Setiap kali menjenguk anaknya, Uli membawa stok bawang goreng untuk dititipkan dan dijual di lingkungan pesantren.

Strategi tersebut ternyata efektif karena produk itu cepat dikenal oleh para santri. Mereka menyukai rasa yang ditawarkan, lalu mulai membeli bawang goreng buatan Uli secara rutin.

Uli menyebut kunjungan bulanan ke pesantren bukan hanya untuk menemui anak, tetapi juga untuk berjualan. Dari aktivitas itu, ia mulai merasakan hasil penjualan yang menambah pemasukan keluarga.

Peran anaknya juga ikut membantu memperluas penjualan di lingkungan pesantren. Dengan cara sederhana itu, produk rumahan Uli memperoleh pasar pertama yang stabil.

Legalitas dan Dukungan BRI

Perjalanan usaha UliMus kemudian berlanjut ke tahap yang lebih formal pada 2022. Di tahun itu, usaha tersebut resmi memiliki legalitas dan mulai dikenal dengan nama yang diambil dari gabungan nama Uli dan suaminya, Mustofa.

Legalitas usaha menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi UliMus sebagai UMKM yang siap berkembang. Dengan status resmi, usaha ini memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Uli juga mendapatkan dukungan melalui pembinaan Rumah BUMN BRI. Pendampingan semacam ini membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, baik dari sisi manajemen maupun pengembangan produk.

Dari usaha kecil berbasis rumah, UliMus menunjukkan bahwa kreativitas, ketekunan, dan dukungan keluarga dapat membuka jalan ekonomi baru. Kisah ini menjadi contoh bahwa peluang bisnis bisa lahir dari kebutuhan paling sederhana.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!