Telkom Resmikan Community Gateway Wamena untuk Perkuat Internet

Teknologi Moh. Royhan Nahado 02 Juni 2026 05:41 WIB 3
Telkom Resmikan Community Gateway Wamena untuk Perkuat Internet

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Telkom Satelit Indonesia meresmikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Infrastruktur ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pemerataan konektivitas digital di wilayah timur Indonesia yang memiliki tantangan geografis berat.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, didampingi Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Plt CEO Telkomsat Rizal Ahmad Fauzi. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas di Papua Pegunungan, sekaligus memperkuat layanan publik dan ekonomi digital di kawasan itu.

Community Gateway Wamena

Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo menilai pembangunan Community Gateway Wamena merupakan bagian dari prioritas nasional untuk menghadirkan infrastruktur digital yang inklusif. Menurut dia, konektivitas adalah prasyarat utama bagi kemajuan dan pemerataan pembangunan.

Ia menyebut fasilitas ini hadir untuk mengubah tantangan geografis menjadi peluang strategis bagi masyarakat Papua Pegunungan. Dengan konektivitas yang lebih baik, wilayah tersebut diharapkan siap tumbuh dan terlibat dalam ekonomi digital nasional.

Angga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital tidak berhenti pada seremonial peresmian. Pemerintah ingin memastikan fasilitas itu benar-benar dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat setempat.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan pemanfaatan jaringan di daerah terpencil. Menurutnya, kehadiran teknologi harus berdampak langsung pada aktivitas sosial, ekonomi, dan layanan publik.

Konektivitas Papua Pegunungan

Community Gateway Wamena berfungsi sebagai titik distribusi utama konektivitas berbasis satelit di Papua Pegunungan. Infrastruktur ini diposisikan sebagai solusi atas keterbatasan jaringan terestrial di wilayah pegunungan.

Melalui fasilitas tersebut, kapasitas dan kualitas layanan diharapkan meningkat secara signifikan. Peningkatan itu menjadi dasar bagi pengembangan ekonomi digital dan layanan publik yang lebih andal.

Telkom menjelaskan bahwa ini merupakan fasilitas kedua yang dibangun TelkomGroup melalui Telkomsat. Sebelumnya, perusahaan telah menghadirkan Community Gateway di Merauke dengan fungsi berbeda.

Jika Merauke difungsikan sebagai backup link untuk menjaga layanan tetap berjalan saat jaringan terestrial terganggu, Wamena dibangun sebagai main link. Pendekatan ini menunjukkan penguatan kapasitas inti, bukan sekadar mitigasi risiko jaringan.

Dampak Ekonomi Digital

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan Wamena dan wilayah sekitarnya memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial di Papua Pegunungan. Ia menegaskan bahwa konektivitas adalah hak seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

Menurut Dian, tantangan utama di kawasan tersebut terletak pada keterbatasan jaringan terestrial dan kondisi geografis yang sulit. Karena itu, TelkomGroup menghadirkan Community Gateway Wamena sebagai solusi strategis.

Dengan dukungan teknologi satelit, inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan jaringan nasional. Jalur komunikasi yang lebih andal juga dinilai penting untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Dian menambahkan bahwa penguatan konektivitas akan membuka akses digital yang lebih inklusif. Dampaknya diharapkan mendorong aktivitas ekonomi, mempercepat pertumbuhan wilayah, serta memperluas jangkauan layanan publik.

Infrastruktur Terbuka dan Tahan

Community Gateway Wamena dirancang sebagai open access platform agar dapat dimanfaatkan lebih luas. Infrastruktur ini tidak hanya diperuntukkan bagi TelkomGroup, tetapi juga bagi operator lain, ISP lokal, dan institusi terkait.

Dengan model tersebut, ekosistem konektivitas di Papua Pegunungan diharapkan menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan. Skema ini juga memberi ruang bagi kolaborasi yang lebih luas dalam penyediaan layanan digital.

Telkom menyebut kapasitas layanan dari fasilitas ini dapat ditingkatkan bertahap hingga mencapai potensi maksimal 40 Gbps. Kenaikan kapasitas itu akan diikuti performa yang lebih stabil dan latensi yang lebih terkendali.

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Dr Velix Wanggai menilai kehadiran infrastruktur ini sebagai tonggak penting pembangunan di pegunungan Papua. Saat ini, kapasitas transport jaringan di Wamena baru berada di kisaran 7 Gbps dengan utilisasi yang sudah tinggi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!