Asisten Pribadi YouTuber RA Diperiksa soal Gas Nitrous Oxide

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 07:01 WIB 3
Asisten Pribadi YouTuber RA Diperiksa soal Gas Nitrous Oxide

Asisten pribadi YouTuber RA berinisial CD diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terkait pembelian gas nitrous oxide atau N2O merek Whip Pink. Pemeriksaan dilakukan pada Jumat, 29 Mei 2026, setelah CD memenuhi panggilan penyidik.

Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Zulkarnain Harahap mengatakan, CD mengakui telah membeli Whip Pink sejak akhir 2025 hingga awal 2026. Bahan yang semestinya dipakai untuk kebutuhan industri kuliner itu diduga digunakan bersama pegawai dan teman-temannya.

Pengakuan pembelian Whip Pink

Zulkarnain menjelaskan, CD mengaku membeli Whip Pink sebanyak 20 tabung dalam kurun akhir 2025 dan awal 2026. Tabung yang dibeli memiliki ukuran 640 gram dan 950 gram.

Menurut keterangan penyidik, pembelian itu dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan. CD disebut menggunakan gas tersebut bersama orang-orang di sekitarnya.

Polisi mencatat, keterangan itu disampaikan CD saat pemeriksaan berlangsung. Informasi tersebut menjadi dasar pendalaman terhadap sumber dan alur distribusi barang.

Penyidik juga menelusuri pihak lain yang terlibat dalam proses pemesanan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah pembelian itu berdiri sendiri atau terkait jaringan tertentu.

Cara pemesanan melalui internet

Berdasarkan informasi yang dihimpun penyidik, CD mencari barang tersebut melalui Google dengan kata kunci whip cream. Dari pencarian itu, CD kemudian diarahkan ke WhatsApp admin PT Suplaindo Sukses Sejahtera atau PT SSS.

Setelah terhubung, CD mengisi format pesanan sesuai ketentuan penjual. Pembayaran dilakukan melalui mobile banking pribadi sebelum barang dikirimkan.

Zulkarnain menyebut barang yang dipesan diantar kurir dalam waktu sekitar satu jam. Proses itu menunjukkan transaksi berjalan cepat dan mudah diakses melalui kanal digital.

Polisi kini menyoroti pola distribusi yang memanfaatkan pencarian daring. Mekanisme tersebut dinilai memudahkan pembelian barang yang berpotensi disalahgunakan.

Risiko penyalahgunaan gas

Whip Pink merupakan tabung kecil berwarna merah muda yang berisi gas nitrous oxide. Zat ini juga dikenal sebagai gas tertawa karena dapat menimbulkan sensasi melayang saat dihirup.

Dalam penggunaan normal, nitrous oxide lazim dipakai di industri kuliner sebagai bahan pendukung tertentu. Namun, penggunaan di luar peruntukan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius.

Polisi menyebut tabung tersebut belakangan menjadi sorotan karena disalahgunakan oleh sebagian orang. Cara pakainya adalah dengan menghirup langsung gas dari tabung untuk mencari efek sesaat.

Kondisi itu membuat aparat menaruh perhatian pada potensi penyebaran penyalahgunaan di kalangan muda. Edukasi publik dinilai penting agar masyarakat memahami bahaya penggunaan gas tersebut di luar fungsi aslinya.

Langkah lanjutan penyidik

Setelah pemeriksaan CD, penyidik melanjutkan pendalaman terhadap rangkaian pembelian dan pihak penyalur. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum dalam kasus ini.

Kombes Pol Zulkarnain menegaskan, keterangan CD menjadi bagian penting dalam proses penyidikan. Dari sana, polisi menelusuri alur transaksi, pengiriman, dan penggunaan barang.

Kasus ini juga membuka perhatian pada penggunaan zat legal yang dapat berubah berbahaya ketika disalahgunakan. Aparat mengingatkan bahwa peredaran barang semacam itu tetap perlu diawasi.

Publik pun diimbau lebih cermat terhadap berbagai produk yang mudah dibeli secara daring. Tanpa pengawasan, bahan yang tampak biasa dapat berubah menjadi ancaman bagi kesehatan dan keselamatan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!