Anting Hidung Nyasar ke Paru-paru, Wanita Ini Jalani Operasi

Lifestyle Nadia Safira Putri 02 Juni 2026 05:45 WIB 2
Anting Hidung Nyasar ke Paru-paru, Wanita Ini Jalani Operasi

Batuk yang tak kunjung reda selama sebulan ternyata membawa seorang wanita asal Spanyol ke temuan medis yang mengejutkan. Dokter menemukan sebuah anting hidung atau septum piercing berada di dalam tubuhnya setelah pemeriksaan rontgen dilakukan karena ia terus mengalami keluhan.

Kisah ini dialami Monica Deyanira Cabrera Barajas, yang semula mengira batuknya hanya gangguan biasa. Namun, pemeriksaan lanjutan justru mengungkap benda asing yang sudah berpindah hingga ke area paru-paru dan berada sangat dekat dengan pembuluh darah utama.

Kasus Batuk Akibat Piercing

Monica Deyanira Cabrera Barajas mengalami batuk terus-menerus selama sekitar satu bulan. Kondisi itu membuatnya khawatir dan memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan tersebut menjadi titik awal terungkapnya masalah yang jauh lebih serius. Rontgen memperlihatkan adanya anting hidung di dalam tubuhnya.

Temuan itu mengejutkan tim medis karena benda tersebut tidak seharusnya berada di saluran pernapasan. Deyanira juga mengaku tidak menyadari bahwa piercing miliknya hilang. Ia menduga bagian kecil anting itu terlepas saat tidur telentang, lalu masuk ke tenggorokan tanpa disadarinya. Dari sana, benda asing itu diduga terhirup hingga mencapai paru-paru.

Kasus seperti ini menunjukkan bahwa keluhan batuk berkepanjangan tidak selalu berkaitan dengan infeksi biasa. Dalam situasi tertentu, gejala yang tampak ringan bisa menjadi tanda adanya benda asing di dalam tubuh. Karena itu, pemeriksaan medis perlu dilakukan bila keluhan tidak membaik. Penanganan cepat dapat mencegah risiko yang lebih berbahaya.

Posisi Dekat Aorta

Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan posisi anting piercing sangat dekat dengan aorta. Aorta merupakan pembuluh darah utama yang memasok darah ke seluruh tubuh. Jarak benda asing itu bahkan disebut hanya sekitar 0,5 milimeter. Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya karena bisa memicu komplikasi serius.

Dokter menilai lokasi benda asing itu berisiko tinggi jika bergeser atau melukai jaringan di sekitarnya. Jika aorta terluka, perdarahan hebat bisa terjadi dalam waktu singkat. Sementara itu, cedera pada paru-paru juga dapat menyebabkan gangguan napas serius. Karena itulah, kasus ini tidak bisa dianggap ringan.

Dalam dunia medis, benda asing yang berada dekat organ vital memerlukan perhatian khusus. Pergerakan kecil saja dapat memperburuk kondisi pasien. Situasi Deyanira menjadi contoh bagaimana sesuatu yang tampak sepele dapat berubah menjadi keadaan darurat. Evaluasi cepat dan akurat menjadi kunci untuk menentukan tindakan berikutnya.

Operasi Darurat Diperlukan

Deyanira kemudian harus menjalani operasi darurat untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Awalnya, prosedur diperkirakan berlangsung singkat karena posisi anting dianggap masih bisa ditangani. Namun, operasi pertama tidak berjalan sesuai rencana. Anting sudah menempel pada jaringan tubuh sehingga sulit diangkat.

Kondisi itu membuat tim dokter harus mengambil langkah yang lebih kompleks. Operasi kedua pun dijadwalkan untuk memastikan benda asing bisa diangkat dengan aman. Meski prosesnya tidak mudah, tindakan lanjutan akhirnya berhasil dilakukan. Prosedur tersebut menjadi penentu keselamatan pasien.

Keberhasilan operasi menunjukkan pentingnya ketelitian dalam menangani kasus benda asing di tubuh. Dokter harus mempertimbangkan lokasi, risiko, dan kemungkinan komplikasi sebelum bertindak. Dalam kasus ini, keputusan untuk melanjutkan operasi menjadi langkah yang tepat. Tanpa penanganan yang cepat, risikonya bisa jauh lebih berat.

Trauma Usai Pengalaman

Setelah menjalani perawatan, Deyanira mengaku kapok menggunakan piercing. Ia mengatakan sebelumnya sangat menyukai aksesori itu, namun pengalaman tersebut membuatnya trauma. Bagi dirinya, kejadian itu menjadi momen yang hampir mengancam nyawa. Rasa takut pun muncul setelah menyadari betapa seriusnya situasi yang dialami.

Pengalaman ini juga menjadi pengingat bahwa aksesori tubuh tetap memiliki risiko medis. Meski umum digunakan, piercing dapat menimbulkan masalah jika tidak terpasang atau terlepas secara aman. Dalam kasus tertentu, benda kecil seperti ini dapat masuk ke saluran pernapasan tanpa disadari. Karena itu, kehati-hatian tetap diperlukan.

Kisah Deyanira kini menjadi perbincangan karena memperlihatkan betapa tak terduganya dampak sebuah keluhan kesehatan. Batuk yang tampak biasa ternyata menyimpan ancaman serius di dalam tubuhnya. Beruntung, tindakan medis berhasil menyelamatkannya dari komplikasi fatal. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan untuk segera memeriksakan diri jika gejala tidak kunjung membaik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!