Telkom Resmikan Kabel Laut Pukpuk-1 Penghubung RI-PNG

Teknologi BRH 01 Juni 2026 04:41 WIB 3
Telkom Resmikan Kabel Laut Pukpuk-1 Penghubung RI-PNG

Telkom Group meresmikan kabel laut Pukpuk-1 yang menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini di Telkom Witel Jayapura, Papua, pada Jumat (8/5). Infrastruktur telekomunikasi ini disebut sebagai kabel laut lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menghubungkan langsung dua negara.

Peresmian tersebut dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, perwakilan Konsul Papua Nugini di Jayapura Leon Galemo, perwakilan Gubernur Papua Christian Sohilait, serta CEO PNG DataCo Paul Komboi. Kehadiran kabel laut ini dinilai menjadi tonggak baru bagi konektivitas digital di Papua dan kawasan timur Indonesia.

Kabel Laut Pukpuk-1

Kehadiran Pukpuk-1 diposisikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur digital di wilayah timur Indonesia. Proyek ini juga membuka koridor konektivitas baru yang menghubungkan Indonesia dengan jaringan digital Asia-Pasifik.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan tidak ada wilayah Indonesia yang tertinggal dalam era digital. Ia menyebut inisiatif ini dapat memperkuat konektivitas Indonesia Timur sekaligus membuka peluang kolaborasi digital di tingkat regional dan global.

Dian menambahkan bahwa Pukpuk-1 menjadi bagian penting dari upaya TelkomGroup menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia. Menurut dia, proyek ini menunjukkan peran Telin dalam menjembatani kesenjangan digital antarnegara.

Jalur dan Kapasitas Kabel

Sistem komunikasi kabel laut atau SKKL Pukpuk-1 memiliki panjang jaringan sekitar 850 kilometer. Jalur ini menghubungkan Jayapura hingga perbatasan Indonesia sepanjang 30 kilometer, lalu dari perbatasan menuju Vanimo sepanjang 50 kilometer.

Adapun jalur dari perbatasan menuju Madang mencapai 770 kilometer. Rangkaian infrastruktur tersebut dirancang untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan keandalan konektivitas lintas batas.

Dengan bentang jaringan yang panjang, Pukpuk-1 diharapkan mampu mendukung kebutuhan komunikasi data yang semakin tinggi. Infrastruktur ini juga menjadi salah satu penopang penguatan akses digital di kawasan timur Indonesia.

Proyek yang Dikerjakan Bertahun-tahun

Proyek Pukpuk-1 mulai dikerjakan sejak 2016 hingga 2022 sebelum akhirnya beroperasi pada April 2026. Proses panjang tersebut mencerminkan kompleksitas pembangunan kabel laut lintas batas di wilayah geografis yang menantang.

Peresmian di Jayapura menjadi penanda bahwa proyek tersebut kini resmi masuk ke fase operasional. Pemerintah dan Telkom menilai kehadiran kabel laut ini akan memberi dampak langsung bagi penguatan ekosistem digital di Papua.

Angga Raka Prabowo hadir untuk meresmikan proyek kabel laut milik anak perusahaan Telkom, Telin, tersebut. Momentum ini sekaligus menegaskan dukungan pemerintah terhadap pemerataan infrastruktur digital nasional.

Dampak bagi Kawasan Timur

Pukpuk-1 dipandang sebagai bukti bahwa Indonesia Timur memiliki posisi penting dalam ekosistem konektivitas global. Infrastruktur ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi digital, baik di Papua maupun di kawasan yang lebih luas.

Selain memperkuat jaringan domestik, proyek ini membuka peluang kerja sama digital antara Indonesia dan Papua Nugini. Keterhubungan yang lebih baik dinilai dapat mendukung layanan publik, bisnis, serta pertukaran data lintas negara.

Telkom menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan infrastruktur digital yang andal dan berstandar internasional. Dengan begitu, pembangunan konektivitas tidak hanya terpusat di barat Indonesia, tetapi juga menjangkau kawasan timur secara lebih merata.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!