Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyetujui perubahan susunan pengurus perusahaan dalam rapat yang digelar pada Selasa, 26 Mei 2026. Keputusan ini mencakup perubahan nomenklatur jabatan direksi, pengangkatan pejabat baru, serta perombakan di jajaran dewan komisaris.
Langkah tersebut diambil di tengah kinerja perseroan yang disebut membaik sepanjang tahun buku 2025, dengan laba bersih meningkat 345,97 persen dibandingkan realisasi 2024. Manajemen menilai pencapaian itu menjadi fondasi penting untuk memperkuat posisi PTDI sebagai industri strategis nasional yang kompetitif dan berbasis teknologi tinggi.
PTDI Perbarui Susunan Direksi
RUPS menetapkan perubahan nomenklatur jabatan pada jajaran direksi PTDI. Posisi Direktur Niaga, Teknologi, dan Pengembangan berubah menjadi Direktur Niaga dan Pengembangan, yang tetap dijabat oleh Moh Arif Faisal. Sementara itu, jabatan Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM menjadi Direktur Keuangan dan SDM, dengan Dhias Widhiyati tetap menduduki posisi tersebut.
Selain perubahan nomenklatur, RUPS juga mengangkat Ony Arifianto sebagai Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko yang baru. Penunjukan ini diharapkan memperkuat fokus perusahaan pada penguasaan teknologi dirgantara. Perubahan tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi untuk mendukung agenda bisnis dan operasional perusahaan.
Direksi baru PTDI kini terdiri atas Gita Amperiawan sebagai Direktur Utama, Moh Arif Faisal sebagai Direktur Niaga dan Pengembangan, Dena Hendriana sebagai Direktur Produksi, Dhias Widhiyati sebagai Direktur Keuangan dan SDM, serta Ony Arifianto sebagai Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko. Komposisi ini dinilai lebih selaras dengan kebutuhan pengembangan usaha dan teknologi. PTDI menempatkan penguatan kapabilitas internal sebagai prioritas untuk menjaga daya saing.
PTDI Segarkan Kursi Komisaris
Perubahan juga terjadi pada susunan Dewan Komisaris PTDI. RUPS menetapkan Bagus Puruhito sebagai Wakil Komisaris Utama menggantikan Bonar H Hutagaol. Selain itu, Erwin Dimas resmi diangkat sebagai Komisaris.
Susunan baru dewan komisaris melengkapi struktur pengawasan perusahaan setelah keputusan RUPS tahunan. Posisi Komisaris Utama tetap dijabat M Tonny Harjono. Adapun Yusron Ihza tetap menjabat sebagai Komisaris Independen.
Dengan perubahan tersebut, dewan komisaris PTDI kini terdiri atas M Tonny Harjono sebagai Komisaris Utama, Bagus Puruhito sebagai Wakil Komisaris Utama, Yusron Ihza sebagai Komisaris Independen, dan Erwin Dimas sebagai Komisaris. Perombakan ini diharapkan memperkuat fungsi pengawasan perusahaan. PTDI menargetkan tata kelola yang semakin solid untuk mendukung ekspansi usaha.
PTDI Catat Laba Melonjak
Direktur Niaga dan Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal, menyebut capaian kinerja tahun 2025 menjadi fondasi penting bagi penguatan perusahaan. Ia mengatakan PTDI terus memperkuat posisinya sebagai industri strategis nasional yang adaptif, kompetitif, dan berbasis penguasaan teknologi tinggi. Laba bersih perseroan pada tahun buku 2025 disebut meningkat 345,97 persen dibandingkan realisasi 2024.
Menurut perseroan, lonjakan kinerja tersebut merupakan hasil penguatan kapabilitas bisnis, engineering, dan produksi. PTDI juga menyebut kolaborasi strategis bersama ekosistem industri pertahanan nasional dalam Holding DEFEND ID memberi kontribusi penting. Sinergi itu menjadi salah satu pendorong utama perbaikan performa perusahaan.
Kinerja yang membaik tersebut memberi ruang bagi PTDI untuk memperluas pengembangan bisnis dan teknologi. Perusahaan menilai penguatan fundamental internal menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Dengan fondasi yang lebih kuat, PTDI berharap dapat mempertahankan tren positif di tahun-tahun mendatang.
PTDI Dorong Kemandirian
Ke depan, PTDI menegaskan komitmen untuk memperkuat penguasaan teknologi dirgantara nasional. Perusahaan ingin kontribusinya semakin besar dalam mendukung kemandirian pertahanan Indonesia. Di saat yang sama, PTDI juga menargetkan peningkatan daya saing di pasar global.
Moh Arif Faisal menuturkan bahwa pengembangan teknologi menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan. Fokus itu diarahkan pada penguatan kapasitas industri, efisiensi produksi, dan inovasi produk. PTDI menilai ketiga aspek tersebut harus berjalan beriringan agar perusahaan tetap relevan di tengah persaingan industri pertahanan.
Dengan susunan pengurus yang baru, PTDI berharap proses pengambilan keputusan dapat berjalan lebih efektif. Perusahaan juga menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga kesinambungan kinerja dan tata kelola. Keputusan RUPS tahunan ini menjadi penanda arah baru bagi PTDI dalam memperkuat perannya sebagai industri dirgantara nasional.
