Kabel Laut Pukpuk-1 Resmi Sambungkan Indonesia dan PNG

Teknologi Moh. Royhan Nahado 30 Mei 2026 19:46 WIB 3
Kabel Laut Pukpuk-1 Resmi Sambungkan Indonesia dan PNG

Kabel laut Pukpuk-1 resmi dioperasikan sebagai infrastruktur telekomunikasi lintas batas pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menghubungkan Indonesia dan Papua Nugini. Peresmian berlangsung di Telkom Witel Jayapura, Papua, pada Jumat (8/5/2026), dan dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, serta sejumlah perwakilan dari Indonesia dan Papua Nugini.

Proyek ini menjadi tonggak penting bagi penguatan konektivitas digital di Papua, sekaligus membuka jalur komunikasi baru menuju kawasan regional. Telkom menyebut kehadiran Pukpuk-1 sebagai bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur digital berkelas dunia dan mempersempit kesenjangan akses antarwilayah.

Kabel Laut Pukpuk dan Konektivitas

Kabel laut Pukpuk-1 dirancang untuk memperkuat jaringan telekomunikasi di Indonesia Timur. Infrastruktur ini juga menghubungkan langsung Papua dengan Papua Nugini melalui jalur lintas batas yang belum pernah ada sebelumnya.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan bahwa perusahaan ingin memastikan tidak ada wilayah Indonesia yang tertinggal dalam era digital. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini diharapkan memperkuat konektivitas Indonesia Timur dan membuka peluang kolaborasi digital di tingkat regional maupun global.

Menurut Dian, proyek Pukpuk-1 menegaskan bahwa Indonesia Timur merupakan bagian integral dari ekosistem konektivitas global. Ia menambahkan bahwa TelkomGroup melalui Telin berkomitmen menjembatani kesenjangan digital antarnegara.

Telkom menilai kehadiran kabel laut ini bukan hanya soal jaringan, tetapi juga soal pemerataan akses. Dengan infrastruktur yang lebih kuat, layanan digital di kawasan timur Indonesia diharapkan semakin andal dan kompetitif.

Rute Kabel Laut Pukpuk

Sistem komunikasi kabel laut atau SKKL Pukpuk-1 memiliki panjang jaringan sekitar 850 kilometer. Jalur tersebut terbagi dari Jayapura ke perbatasan Indonesia sepanjang 30 kilometer, lalu dari perbatasan ke Vanimo sepanjang 50 kilometer, dan dari perbatasan ke Madang sepanjang 770 kilometer.

Rute ini dipilih untuk menghubungkan titik-titik strategis di Papua dan Papua Nugini. Keberadaan jalur tersebut diharapkan mempercepat arus data dan meningkatkan kualitas koneksi di wilayah perbatasan.

Proyek Pukpuk-1 mulai dikerjakan sejak 2016 hingga 2022. Setelah melalui tahapan pembangunan dan pengujian, kabel ini mulai beroperasi pada April 2026.

Dengan beroperasinya jalur tersebut, kapasitas konektivitas kawasan timur Indonesia berpotensi meningkat signifikan. Hal ini juga membuka ruang bagi penguatan infrastruktur digital lintas negara di Asia-Pasifik.

Dampak untuk Indonesia Timur

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Angga Raka Prabowo hadir meresmikan proyek tersebut di Jayapura. Kehadirannya menandai dukungan pemerintah terhadap penguatan infrastruktur digital di wilayah timur Indonesia.

Pemerintah menilai konektivitas yang merata menjadi syarat penting bagi pertumbuhan ekonomi digital. Karena itu, proyek seperti Pukpuk-1 dipandang relevan untuk mendukung pemerataan layanan dan akses informasi.

Kabel laut ini juga dinilai dapat mendorong aktivitas ekonomi lokal yang bergantung pada jaringan internet stabil. Sektor pendidikan, kesehatan, hingga layanan publik berpotensi menerima dampak positif dari hadirnya infrastruktur baru.

Di tingkat regional, koneksi langsung dengan Papua Nugini membuka peluang kerja sama digital yang lebih luas. Infrastruktur ini menjadi fondasi penting bagi integrasi jaringan telekomunikasi di kawasan Pasifik.

Langkah TelkomGroup Berikutnya

TelkomGroup melalui Telin menyatakan akan terus memperkuat perannya dalam penyediaan infrastruktur digital berstandar internasional. Perusahaan menempatkan proyek Pukpuk-1 sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun konektivitas yang semakin luas.

Dian Siswarini menegaskan bahwa TelkomGroup bangga menjadi bagian dari sejarah konektivitas kawasan Asia-Pasifik. Ia menyebut perusahaan akan terus menghadirkan infrastruktur digital yang mendukung masa depan yang semakin terhubung.

Ke depan, penguatan jaringan lintas batas diperkirakan menjadi salah satu fokus utama pengembangan telekomunikasi di kawasan timur. Ketersediaan jalur komunikasi yang andal akan menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekosistem digital.

Dengan hadirnya Pukpuk-1, Indonesia menunjukkan peran yang semakin kuat dalam peta konektivitas regional. Infrastruktur ini bukan hanya menghubungkan dua negara, tetapi juga mempertegas posisi Papua sebagai gerbang digital ke Asia-Pasifik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!