Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 30 Mei 2026 20:57 WIB 2
Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Pertamina menggelar UMK Academy 2025 di Karibia Boutique Hotel, Medan, pada 22-23 Oktober 2025 untuk meningkatkan kemampuan bisnis para pelaku usaha mikro dan kecil. Sebanyak 30 peserta yang berasal dari mitra binaan PT Pertamina EP Rantau Field, Pangkalan Susu Field, dan Lirik Field mengikuti pelatihan ini dengan fokus memperkuat karakter wirausaha, kapasitas usaha, dan daya saing.

Program tersebut dirancang agar UMK lebih cepat naik kelas, memiliki akses ke rantai pasok global, serta mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Materi yang diberikan mencakup manajemen waktu, arus kas, pembukuan, riset pasar, inovasi produk, digital marketing, branding, dan bisnis ramah lingkungan.

Penguatan UMK di Medan

Acara dibuka oleh Manager Pangkalan Susu Field, Edwin Susanto, yang menegaskan pentingnya pelatihan bagi pelaku UMK. Ia menyebut tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong UMK agar lebih tangguh, berkualitas, mandiri, dan berdaya saing.

Edwin berharap ilmu yang diperoleh para peserta dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha. Menurut dia, penerapan materi pelatihan akan membantu bisnis berkembang lebih terarah dan berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarpelaku usaha agar jaringan bisnis semakin kuat. Dengan jaringan yang baik, UMK diharapkan lebih mudah bertahan dan menemukan peluang pasar baru.

Pelatihan ini menjadi ruang belajar yang tidak hanya berisi teori, tetapi juga dorongan praktis untuk memperbaiki kualitas usaha. Pendekatan tersebut dinilai penting agar UMK mampu merespons perubahan pasar dengan lebih cepat.

Materi UMK Modern dan Digital

Manager Community Involvement and Development PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan kurikulum pelatihan dibagi ke dalam sejumlah kelas. Setiap kelas dirancang untuk menjawab kebutuhan UMK dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin dinamis.

Kelas Go Modern mendorong pelaku usaha mengadopsi praktik bisnis yang lebih profesional. Sementara itu, Go Digital diarahkan untuk mengintegrasikan teknologi dalam operasional usaha sehari-hari.

Melalui kelas Go Online, peserta dibekali cara memanfaatkan platform digital untuk pemasaran dan penjualan. Adapun Go Global dipersiapkan agar UMK memiliki pemahaman dasar untuk masuk ke pasar internasional.

Setiap kelas juga membawa semangat Go Green agar pelaku UMK lebih peduli pada kelestarian lingkungan. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan bisnis masa kini yang menuntut efisiensi sekaligus keberlanjutan.

Pengalaman peserta UMK

Salah satu peserta, Marissa, founder Kerispati atau Keripik Pisang Roti dari Indragiri Hulu, Riau, mengaku senang bisa lolos sebagai peserta skala nasional. Ia menilai kesempatan tersebut memberi nilai tambah bagi perkembangan usahanya.

Marissa menyebut dirinya mendapat bimbingan langsung dari mentor profesional selama mengikuti program. Selain itu, peserta juga memperoleh dukungan sertifikasi dan perizinan yang selama ini kerap menjadi kendala bagi UMK.

Menurut Marissa, manfaat terbesar dari pelatihan ini adalah meningkatnya pemahaman dalam mengelola usaha. Ia juga merasakan dampak positif berupa kenaikan omzet dan perluasan pasar setelah mengikuti Pertamina UMK Academy 2025.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pelatihan yang tepat dapat membuka jalan bagi pelaku usaha untuk tumbuh lebih cepat. Dukungan pembinaan seperti ini dinilai penting agar UMK mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dukungan ekonomi berkelanjutan

Kegiatan Pertamina UMK Academy 2025 menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas UMK di berbagai daerah. Program ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas dan menumbuhkan kewirausahaan.

Melalui pelatihan yang terstruktur, pelaku UMK diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi usaha yang lebih produktif. Akses terhadap pengetahuan, jaringan, dan pembiayaan menjadi faktor penting dalam proses naik kelas.

Inisiatif seperti ini juga mendukung penguatan industri kreatif yang menjadi salah satu motor ekonomi nasional. Jika ekosistem usaha kecil semakin sehat, dampaknya akan terasa pada pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Pertamina menempatkan pembinaan UMK sebagai investasi jangka panjang bagi perekonomian. Dengan dukungan berkelanjutan, pelaku usaha kecil diharapkan mampu memberi kontribusi lebih besar bagi ekonomi daerah maupun nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!