Komika Rigen kini aktif berolahraga setelah sempat mengalami masalah kesehatan dan menjalani operasi batu ginjal. Salah satu kegiatan yang paling sering ia lakukan adalah bersepeda, yang kemudian berkembang menjadi hobi baru dalam kesehariannya.
Rigen mengaku kebiasaan tersebut lahir dari keinginannya untuk menjalani hidup yang lebih sehat. Ia juga kerap mengikuti kegiatan bersepeda bersama komunitas dan teman-temannya, meski tanpa jadwal yang benar-benar tetap.
Bersepeda Jadi Hobi Baru
Rigen menyebut ketertarikannya pada sepeda bermula dari coba-coba menggunakan sepeda milik mertuanya. Dari pengalaman sederhana itu, ia justru menemukan aktivitas yang terasa menyenangkan dan membuatnya ingin melanjutkan kebiasaan tersebut.
Ia menilai bersepeda memberi sensasi berbeda dibanding berjalan kaki, karena bisa menjangkau wilayah yang lebih luas. Menurut dia, aktivitas ini juga membuatnya lebih leluasa melihat lingkungan sekitar dan menemukan pengalaman baru.
Baginya, bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga cara untuk menikmati waktu luang dengan lebih aktif. Karena itu, ia merasa kegiatan tersebut cocok dijadikan hobi yang tidak membosankan.
Rigen juga mengatakan, semakin sering ia bersepeda, semakin besar ketertarikannya untuk terus melakukannya. Ia menilai olahraga ini terasa ringan, tetapi tetap memberikan manfaat bagi kebugaran tubuh.
Gravel Lebih Fleksibel
Dalam memilih sepeda, Rigen kini memakai jenis gravel yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhannya. Ia memilih sepeda itu karena dapat digunakan di berbagai kondisi jalan, baik yang mulus maupun yang kurang rata.
Menurutnya, gravel lebih fleksibel dibanding road bike yang umumnya hanya nyaman digunakan di aspal. Ia menilai jenis sepeda tersebut tetap aman dan nyaman ketika dipakai di jalan tanah atau jalan yang permukaannya tidak terlalu bagus.
Rigen juga melihat gravel sebagai pilihan yang seimbang untuk kebutuhan di jalan raya. Ia menilai sepeda itu tetap enak dipakai di aspal, tetapi tidak mengganggu saat melintasi jalan yang rusak.
Pengalamannya membuat ia semakin paham bahwa pemilihan sepeda perlu disesuaikan dengan medan dan tujuan penggunaan. Karena itu, ia merasa gravel menjadi pilihan yang paling praktis untuk aktivitas hariannya.
Rutinitas Tergantung Istirahat
Meski cukup rutin bersepeda, Rigen menegaskan dirinya tidak memiliki jadwal olahraga yang kaku. Ia lebih memilih menyesuaikan waktu bersepeda dengan kondisi tubuh dan waktu istirahat setelah bekerja.
Ia biasanya bersepeda pada pagi hari jika malam sebelumnya tidak memiliki banyak aktivitas. Setelah salat subuh, ia kerap langsung keluar untuk bersepeda sebelum memulai kegiatan lainnya.
Namun, jika malam sebelumnya ia harus bekerja hingga larut, Rigen memilih istirahat tanpa memaksakan diri. Menurutnya, kondisi tubuh tetap harus menjadi pertimbangan utama agar olahraga tidak berubah menjadi beban.
Pola tersebut menunjukkan bahwa ia berusaha menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan. Dalam pandangannya, olahraga akan lebih bermanfaat jika dilakukan secara realistis dan sesuai kemampuan tubuh.
Gaya Hidup Sehat Berlanjut
Kebiasaan bersepeda menjadi bagian dari upaya Rigen untuk mempertahankan gaya hidup yang lebih sehat setelah mengalami gangguan kesehatan. Ia tampak menjadikan olahraga ini sebagai sarana menjaga kebugaran sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan positif.
Ia juga tidak menempatkan olahraga sebagai kewajiban yang harus dilakukan setiap hari tanpa pengecualian. Bagi Rigen, konsistensi yang fleksibel justru membuat kegiatan tersebut lebih mudah dijalani dalam jangka panjang.
Kehadirannya dalam komunitas sepeda dan interaksi bersama teman-teman turut memperkuat kebiasaan itu. Aktivitas tersebut memberi unsur sosial yang membuat olahraga terasa lebih menyenangkan dan tidak monoton.
Di tengah jadwal kerja yang tidak menentu, Rigen memilih pendekatan yang sederhana namun berkelanjutan. Ia berusaha tetap aktif, menjaga tubuh, dan memberi ruang bagi istirahat saat diperlukan.
