Jessica Iskandar Ungkap Mental Breakdown yang Pernah Dialami

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 14:14 WIB 3
Jessica Iskandar Ungkap Mental Breakdown yang Pernah Dialami

Jessica Iskandar akhirnya membuka kisah paling kelam dalam hidupnya, saat ia merasa kehilangan arah dan sempat mengalami mental breakdown. Pengakuan itu ia sampaikan dalam acara SOS: Strength of Sensitivity bersama AVEENO di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Jumat, 17 April 2026.

Di hadapan publik, artis berusia 38 tahun itu menjelaskan bahwa tekanan dari luar membuat kondisi mentalnya semakin berat. Ia juga mengaku sempat dihakimi oleh ucapan orang lain, bahkan sebelum mampu memaafkan dirinya sendiri.

Kesehatan Mental Jessica Iskandar

Jessica Iskandar menuturkan bahwa fase tersebut menjadi momen paling gelap dalam hidupnya. Ia merasa kehilangan diri sendiri, hingga sulit memahami apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Pengalaman itu, menurutnya, sangat berat untuk diucapkan, apalagi untuk dijalani. Namun, ia memilih bersuara agar tidak terus memendam luka.

Selama ini, publik kerap melihat dirinya sebagai sosok yang ceria dan penuh warna. Di balik penampilan itu, Jessica ternyata menyimpan beban emosional yang cukup lama dipendam. Ia mengakui pernah menghadapi perceraian, kegagalan dalam hubungan, serta kasus penipuan yang merugikan dirinya hingga miliaran rupiah. Semua pengalaman itu meninggalkan bekas yang dalam pada kondisi psikologisnya.

Tekanan dari lingkungan sekitar membuat situasi yang dialaminya semakin sulit. Ucapan dan penilaian orang lain, katanya, justru memperparah rasa terpuruk yang sudah ia rasakan. Ia merasa seolah-olah dinilai sebelum sempat benar-benar pulih. Kondisi itu membuatnya semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental.

Meski demikian, Jessica memilih untuk tidak lagi bersembunyi di balik senyum semata. Ia kini lebih terbuka dalam membicarakan perasaan dan pengalaman yang pernah menghantam hidupnya. Baginya, kejujuran adalah langkah awal untuk pulih. Ia ingin perjalanannya menjadi pengingat bahwa setiap orang bisa jatuh, tetapi tetap berhak bangkit kembali.

Langkah Bangkit Yang Dipilih

Dalam kesempatan itu, Jessica membagikan cara yang ia lakukan untuk menata ulang hidupnya. Langkah pertama yang ia sebut adalah mendekatkan diri kepada Tuhan. Menurutnya, kedekatan spiritual memberi ketenangan ketika pikiran terasa penuh. Dari sana, ia mulai belajar menerima keadaan yang pernah membuatnya rapuh.

Ia juga menekankan pentingnya memiliki tempat aman untuk bercerita. Baginya, beban emosional tidak harus ditanggung sendirian. Saat masalah dibagikan kepada orang yang tepat, hati akan terasa lebih ringan. Proses itu membantu dirinya melihat persoalan dengan lebih jernih.

Jessica menilai bahwa berbicara terbuka bukan tanda kelemahan. Sebaliknya, langkah itu menjadi cara untuk menyelamatkan diri dari tekanan yang semakin berat. Ia percaya setiap orang membutuhkan ruang yang membuatnya merasa didengar. Dari ruang aman itulah, pemulihan dapat dimulai secara perlahan.

Ia kemudian mendorong orang lain agar tidak takut mengakui kesulitan yang sedang dihadapi. Menyembunyikan luka, menurutnya, hanya akan membuat beban terasa lebih berat. Karena itu, ia memilih jujur dan menunjukkan bahwa proses pulih tidak selalu instan. Pendekatan itu menjadi bagian dari upayanya untuk kembali kuat.

Dukungan Pakar Soal Sensitivitas

Psikolog Indah Sundari Jayanti, M.Psi, menilai sikap Jessica sudah berada di jalur yang tepat. Ia mengatakan bahwa perempuan tidak perlu merasa malu saat menunjukkan sisi sensitifnya. Menurutnya, sensitivitas bukan kelemahan, melainkan bagian dari kekuatan diri. Ketika perasaan diakui, proses pemulihan dapat berjalan lebih sehat.

Indah menjelaskan bahwa kemampuan mengakui emosi adalah langkah penting dalam kesehatan mental. Saat seseorang berani mengakui rasa sakitnya, ia sedang memberi ruang bagi dirinya sendiri untuk pulih. Dukungan dari lingkungan juga berperan besar dalam proses tersebut. Dengan begitu, beban psikologis tidak menumpuk terlalu lama.

Ia menambahkan bahwa ruang aman untuk berekspresi sangat dibutuhkan, terutama oleh perempuan. Dalam ruang itu, seseorang dapat berbicara tanpa takut dihakimi. Kehadiran pendengar yang tepat membantu seseorang memahami dirinya lebih baik. Hal ini membuat sensitivitas berubah menjadi kekuatan yang konstruktif.

Menurut Indah, kekuatan sejati justru muncul ketika seseorang mampu menerima perasaannya dengan jujur. Dari penerimaan itu, lahir keberanian untuk melangkah maju meski pernah terluka. Ia menilai pesan Jessica relevan bagi banyak orang yang sedang berjuang diam-diam. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa pulih adalah perjalanan yang layak dihargai.

Pelajaran Dari Pengalaman

Kisah Jessica Iskandar menunjukkan bahwa kesuksesan dan kebahagiaan di depan publik tidak selalu mencerminkan kondisi batin seseorang. Banyak orang menyimpan pergulatan emosional yang tidak terlihat oleh mata. Karena itu, empati menjadi hal penting dalam menyikapi pengalaman hidup orang lain. Penilaian yang terburu-buru justru dapat memperburuk luka.

Pengalaman itu juga menegaskan pentingnya dukungan sosial dalam menjaga kesehatan mental. Kehadiran keluarga, sahabat, maupun profesional dapat membantu seseorang melewati masa sulit. Saat seseorang merasa didengar, peluang untuk pulih akan semakin besar. Dukungan yang tulus sering kali menjadi titik awal perubahan.

Selain itu, keberanian untuk berbagi cerita bisa menjadi langkah besar menuju pemulihan. Tidak semua beban harus dipikul sendiri, terutama ketika tekanan sudah terasa sangat berat. Mencari pertolongan bukan berarti lemah, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Sikap ini penting untuk membangun ketahanan mental yang lebih baik.

Melalui kisahnya, Jessica mengajak publik melihat sensitivitas dari sudut pandang yang lebih positif. Perasaan yang jujur, bila dikelola dengan tepat, dapat menjadi sumber kekuatan. Pesan itu sejalan dengan pandangan psikolog bahwa ekspresi emosi adalah bagian dari kesehatan jiwa. Dari pengalaman yang pahit, muncul pelajaran tentang keberanian, penerimaan, dan harapan untuk bangkit.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!