Kolagen dan Vitamin C, Kunci Kulit Sehat

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 14:17 WIB 3
Kolagen dan Vitamin C, Kunci Kulit Sehat

Produksi kolagen dalam tubuh akan menurun seiring bertambahnya usia, sehingga banyak orang mulai mencari cara untuk menjaganya sejak dini. Kondisi ini membuat konsumsi kolagen kerap dianggap penting, terutama bagi wanita usia 25 tahun ke atas, untuk membantu mempertahankan elastisitas dan kelembapan kulit. Namun, manfaat kolagen ternyata tidak berhenti di permukaan kulit saja. Zat ini juga berperan dalam menjaga kesehatan sendi dan tulang.

Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, Adrian Setiaji, menjelaskan bahwa tulang dan sendi yang terjaga akan mendukung gaya hidup aktif dan olahraga rutin. Sementara itu, dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, Danar Wicaksono, menekankan pentingnya vitamin C untuk membantu produksi kolagen. Keduanya berbicara dalam acara peluncuran Bear Brand Collagen dan Vitamin C di Smash Padel, TB Simatupang, Jakarta Selatan, pada 26 Mei 2026. Mereka menilai kombinasi asupan yang tepat dan pola hidup sehat dapat memberi hasil yang lebih optimal.

Kolagen dan kesehatan kulit

Kolagen dikenal luas sebagai protein yang membantu menjaga kekencangan dan kekenyalan kulit. Saat kadar kolagen menurun, kulit dapat terlihat lebih kering dan kehilangan elastisitas. Kondisi ini membuat banyak orang mulai mengandalkan suplemen kolagen sebagai dukungan tambahan. Meski begitu, manfaatnya tetap perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi estetika.

Selain membantu tampilan kulit, kolagen juga berperan dalam struktur jaringan ikat di tubuh. Jaringan ini mendukung fungsi sendi agar tetap bergerak dengan nyaman. Karena itu, asupan kolagen sering dikaitkan dengan upaya menjaga mobilitas tubuh. Hal tersebut menjadi penting bagi mereka yang aktif berolahraga atau memiliki rutinitas padat.

Dokter Adrian menilai dukungan kolagen dapat membantu tubuh tetap kuat dalam menjalani aktivitas harian. Jika sendi dan tulang terjaga, seseorang akan lebih mudah mempertahankan kebiasaan bergerak. Kondisi tersebut juga dapat membantu mencegah rasa tidak nyaman saat beraktivitas. Dengan kata lain, kolagen memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar perawatan kulit.

Vitamin C untuk produksi kolagen

Vitamin C disebut berperan penting sebagai booster dalam proses pembentukan kolagen. Nutrisi ini membantu tubuh memproduksi kolagen sekaligus mendukung penyerapannya. Karena itu, asupan vitamin C yang cukup menjadi pelengkap penting dalam menjaga kesehatan kulit. Tanpa dukungan yang memadai, produksi kolagen tidak berjalan optimal.

Vitamin C sebenarnya bisa diperoleh dari makanan sehari-hari. Buah dan sayuran segar menjadi sumber utama yang mudah ditemui. Namun, kebutuhan harian tidak selalu terpenuhi hanya dari pola makan biasa. Pada kondisi tertentu, suplemen vitamin C dapat menjadi pilihan tambahan yang lebih terukur.

Dokter Danar menyarankan suplemen vitamin C bagi mereka yang memiliki aktivitas tinggi dan waktu terbatas. Pola hidup perkotaan yang serba cepat sering membuat asupan gizi tidak terjaga dengan baik. Dalam situasi seperti itu, suplementasi dapat membantu melengkapi kebutuhan tubuh. Meski demikian, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Cara konsumsi kolagen

Tidak ada waktu khusus yang dianggap paling tepat untuk mengonsumsi suplemen kolagen maupun vitamin C. Konsumsi keduanya dapat disesuaikan dengan kebiasaan dan aktivitas harian. Fleksibilitas ini membuat suplemen lebih mudah dimasukkan ke dalam rutinitas. Yang terpenting, konsumsi dilakukan secara konsisten.

Untuk hasil yang lebih baik, suplemen perlu diimbangi dengan pola hidup sehat. Kualitas tidur yang baik membantu tubuh melakukan pemulihan secara optimal. Olahraga rutin juga mendukung metabolisme dan menjaga kebugaran. Di sisi lain, manajemen stres yang baik berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Dokter Adrian menegaskan bahwa kombinasi tidur cukup, olahraga teratur, dan pengelolaan stres memiliki pengaruh besar terhadap regenerasi tubuh. Saat tiga hal itu berjalan seimbang, produksi kolagen dapat didukung lebih baik. Kebiasaan tersebut juga membuat tubuh lebih siap menghadapi aktivitas harian. Dengan demikian, suplemen bukan satu-satunya penentu hasil.

Tanda tubuh kekurangan kolagen

Kekurangan kolagen tidak selalu langsung terasa pada tahap awal. Namun, pada sebagian orang, tubuh bisa mulai menunjukkan gejala berupa nyeri dan mudah cedera. Keluhan ini dapat menjadi sinyal bahwa jaringan pendukung tubuh tidak berada dalam kondisi optimal. Karena itu, tanda-tanda tersebut perlu diperhatikan sejak awal.

Selain nyeri dan mudah cedera, tanda lain yang kerap muncul adalah stretch mark pada kulit. Kondisi ini sering terlihat pada ibu hamil atau orang yang mengalami kenaikan berat badan. Stretch mark muncul ketika elastisitas kulit berkurang dan jaringan mengalami tekanan. Dalam situasi itu, kolagen memegang peran penting dalam menjaga kekuatan kulit.

Jika stretch mark sudah terbentuk, suplemen kolagen tidak dapat menghilangkannya sepenuhnya. Jaringan kulit yang sudah cedera biasanya memerlukan penanganan medis yang lebih spesifik. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah terapi laser di bawah pengawasan dokter profesional. Karena itu, pencegahan tetap menjadi langkah yang lebih bijak daripada menunggu keluhan muncul.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!