Pertamina memperkuat dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dengan memfasilitasi berbagai sertifikasi usaha pada Maret 2026. Program ini menyasar UMKM agar lebih siap bersaing, memiliki legalitas yang memadai, dan mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk ritel modern.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan sertifikasi menjadi salah satu kunci untuk membangun kepercayaan pasar. Menurut dia, pendampingan yang komprehensif diperlukan agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas melalui akses legalitas dan standar usaha yang lebih kuat.
Sertifikasi UMKM Jadi Kunci
Pertamina menilai sertifikasi bukan sekadar kelengkapan administratif, melainkan bagian penting dari penguatan usaha. Dokumen seperti Nomor Induk Berusaha, sertifikat halal, hak kekayaan intelektual, dan surat pernyataan kesanggupan pengelolaan lingkungan menjadi pondasi bagi UMKM yang ingin berkembang. Dengan kelengkapan itu, pelaku usaha memiliki posisi tawar yang lebih baik di hadapan mitra maupun konsumen. Baron menegaskan bahwa kebutuhan pasar kini semakin selektif, sehingga legalitas menjadi syarat yang tidak bisa diabaikan.
Program fasilitasi ini juga dirancang untuk membantu UMKM memenuhi standar yang dibutuhkan oleh saluran distribusi modern. Produk yang telah tersertifikasi dinilai lebih mudah diterima oleh pembeli yang mengutamakan keamanan, mutu, dan kejelasan informasi. Dalam jangka panjang, langkah tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang kerja sama bisnis. Pertamina menyebut penguatan ekosistem UMKM harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Pendampingan sertifikasi menjadi bagian dari strategi Pertamina dalam mendorong usaha binaan agar lebih kompetitif. Perusahaan melihat banyak pelaku usaha masih membutuhkan bantuan dalam proses administrasi dan pemenuhan persyaratan teknis. Karena itu, fasilitasi dilakukan agar proses naik kelas tidak berhenti pada slogan. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat transformasi UMKM dari usaha lokal menjadi pemain yang lebih siap bersaing.
Legalitas Buka Akses Pasar
Baron menjelaskan bahwa sertifikasi memiliki dampak langsung terhadap kepercayaan pasar. Ketika produk sudah memiliki legalitas yang jelas, konsumen cenderung lebih yakin untuk membeli. Hal itu menjadi penting, terutama saat persaingan produk serupa di pasaran semakin ketat. Legalitas juga membantu UMKM memenuhi persyaratan masuk ke kanal penjualan yang lebih besar.
Rangkaian sertifikasi yang difasilitasi mencakup berbagai aspek usaha, mulai dari perizinan hingga perlindungan merek. NIB memberi kepastian status usaha, sertifikat halal memperkuat kepercayaan konsumen, sementara HaKI melindungi identitas produk. SPPL melengkapi aspek kepatuhan lingkungan yang kini semakin diperhatikan. Kombinasi tersebut membuat UMKM lebih siap menghadapi tuntutan pasar yang terus berkembang.
Pertamina menilai akses ke ritel modern dapat menjadi pengungkit penting bagi pertumbuhan UMKM. Namun, akses itu menuntut standar yang lebih disiplin, baik dari sisi produk maupun tata kelola usaha. Karena itu, sertifikasi ditempatkan sebagai pintu masuk menuju peluang yang lebih besar. Program ini diharapkan mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan standar yang diminta pasar.
MiniesQ Manfaatkan Peluang
Salah satu UMKM yang menerima sertifikasi adalah Inovasi Mitra Sudjarwo atau MiniesQ dari Pondok Aren, Tangerang Selatan. Usaha ini bergerak di bidang makanan sehat dan telah mengantongi sertifikat halal untuk sejumlah produknya. Produk yang disertifikasi antara lain healthy cookies, brownies, dan camilan berbasis oat. Bagi MiniesQ, legalitas tersebut menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan konsumen.
Pendiri MiniesQ, Minie Sudjarwo, mengatakan tren gaya hidup sehat membuka peluang baru bagi usahanya. Menurut dia, masyarakat kini semakin memperhatikan kandungan dan manfaat makanan yang dikonsumsi. Kondisi itu membuat produk sehat memiliki pasar yang terus bertumbuh. Namun, tren tersebut juga menuntut inovasi agar produk tetap relevan dan kompetitif.
Minie menyebut pihaknya ingin menghadirkan produk yang sehat, praktis, dan tetap enak dinikmati. Ia melihat konsumen masa kini mencari makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan hidup sehat. Karena itu, sertifikasi halal dan penguatan kualitas menjadi bagian dari strategi bisnis yang dijalankan. Dengan bekal tersebut, MiniesQ berharap bisa memperluas pasar secara lebih meyakinkan.
Pertamina Perkuat Pendampingan
Pertamina menyatakan komitmennya untuk terus mendorong UMKM melalui pendampingan yang komprehensif. Fasilitasi sertifikasi diposisikan sebagai salah satu layanan utama dalam proses pembinaan usaha. Perusahaan ingin memastikan pelaku usaha binaan memiliki kesiapan yang memadai untuk berkembang. Upaya ini dilakukan agar UMKM tidak hanya mendapat bantuan modal, tetapi juga penguatan kapasitas.
Baron menilai keberhasilan UMKM tidak cukup diukur dari bertambahnya jumlah produk yang dijual. Keberhasilan juga terlihat dari kemampuan pelaku usaha memenuhi standar pasar dan menjaga keberlanjutan bisnis. Oleh karena itu, pendampingan dilakukan agar UMKM mampu mengelola usaha secara lebih profesional. Pendekatan ini sekaligus membantu meningkatkan daya saing di tengah dinamika ekonomi yang berubah cepat.
Melalui program tersebut, Pertamina berharap semakin banyak UMKM yang mampu menembus pasar lebih luas dan bertahan dalam persaingan. Sertifikasi dinilai sebagai fondasi penting untuk menciptakan usaha yang lebih tertib, aman, dan dipercaya konsumen. Dengan dukungan berkelanjutan, UMKM diharapkan menjadi pilar ekonomi yang lebih kuat. Target akhirnya adalah mendorong lebih banyak pelaku usaha lokal naik kelas secara nyata.
