Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.902

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 02 Juni 2026 16:58 WIB 2
Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.902

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat menjelang penutupan perdagangan Jumat, 29 Mei, setelah sempat bergerak lebih kuat di awal sesi. Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS bahkan menyentuh Rp17.902 pada pukul 14.11 WIB, dari pembukaan di level Rp17.820.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah kekhawatiran pasar atas kondisi struktural ekonomi domestik, termasuk defisit neraca transaksi berjalan dan ketergantungan pada impor energi. Pengamat menilai tekanan ini berpotensi berlanjut, dengan proyeksi rupiah mengarah ke level Rp18.000 hingga Rp18.200 dalam waktu dekat.

Rupiah Melemah di Pasar

Pada awal perdagangan, rupiah sempat berbalik menekan dolar AS sebelum akhirnya terkoreksi kembali. Namun, tekanan jual kembali mendominasi sehingga mata uang Garuda bergerak melemah hingga menjelang penutupan.

Data Bloomberg menunjukkan dolar AS bergerak naik dari level pembukaan Rp17.820. Pada pukul 14.11 WIB, kurs sudah berada di Rp17.902 dan mencerminkan pelemahan rupiah yang cukup tajam.

Menjelang penutupan perdagangan, Bloomberg memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.813 hingga Rp17.904. Proyeksi ini memperlihatkan pasar masih berada dalam tekanan dan belum menemukan arah penguatan yang stabil.

Tekanan Dari Faktor Struktural

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah tidak lepas dari persoalan struktural ekonomi nasional. Salah satu faktor yang disorot adalah defisit neraca transaksi berjalan yang masih terbebani kebutuhan impor energi.

Menurutnya, impor minyak mentah menjadi salah satu sumber tekanan yang terus menahan ruang penguatan rupiah. Kondisi tersebut membuat pasar lebih sensitif terhadap gejolak eksternal, terutama saat dolar AS menguat.

Ibrahim menilai tekanan ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi berpotensi berlanjut jika tidak ada perbaikan fundamental. Dalam pandangannya, kestabilan rupiah akan sangat bergantung pada upaya mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat neraca eksternal.

Proyeksi Menuju Rp18.000

Ibrahim memperkirakan rupiah masih berpeluang melemah terhadap dolar AS hingga menembus level Rp18.000. Bahkan, ia tidak menutup kemungkinan kurs akan bergerak lebih jauh ke Rp18.200 pada pekan depan.

Ia menyebut level Rp18.000 kini sudah berada di depan mata jika tekanan pasar tidak mereda. Ketika level tersebut tembus, menurutnya, peluang pelemahan lanjutan akan semakin besar dan memicu aksi hati-hati di pasar valuta asing.

Prediksi itu menjadi sinyal bahwa pelaku pasar perlu mencermati perkembangan kurs dengan lebih waspada. Pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan akan sangat ditentukan oleh sentimen global dan respons kebijakan di dalam negeri.

Dolar Singapura Ikut Menguat

Selain terhadap dolar AS, rupiah juga tercatat melemah terhadap dolar Singapura. Berdasarkan data Tradingview, dolar Singapura sempat mencapai Rp14.010 pada pukul 14.24 WIB.

Hingga penutupan perdagangan, kurs dolar Singapura diperkirakan bergerak dalam rentang Rp13.932 hingga Rp14.014. Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah tidak hanya terjadi pada satu mata uang, melainkan meluas di pasar valas.

Rangkaian pelemahan tersebut menegaskan bahwa rupiah masih menghadapi tantangan berat di tengah ketidakpastian pasar. Selama sentimen negatif belum mereda, ruang pemulihan rupiah diperkirakan akan tetap terbatas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!