PSN Usung Strategi Lokal Hadapi Starlink di Indonesia

Teknologi Moh. Royhan Nahado 02 Juni 2026 01:25 WIB 2
PSN Usung Strategi Lokal Hadapi Starlink di Indonesia

Pasifik Satelit Nusantara (PSN) menegaskan strategi berbeda dalam menghadapi persaingan layanan internet satelit berbasis Low Earth Orbit atau LEO milik Starlink yang kian agresif di Indonesia. Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, menyebut perusahaan memilih jalur teknologi lokal, bukan perang harga, untuk menjaga daya saing di pasar nasional.

PSN baru saja mengoperasikan satelit Nusantara Lima, yang telah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit atau Jartupsat dan Very Small Aperture Terminal atau VSAT dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Satelit tersebut menjadi andalan baru PSN dengan kapasitas besar, sekaligus memperkuat posisi perusahaan di tengah kompetisi layanan internet satelit.

Strategi PSN Lawan Starlink

Adi mengatakan PSN sengaja menawarkan pendekatan yang berbeda dibandingkan Starlink. Menurut dia, perusahaan ingin menghadirkan pilihan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Salah satu pembeda utama adalah penggunaan teknologi yang dikembangkan di dalam negeri. Antena Cerdiq disebut menjadi bagian dari solusi lokal yang dibangun PSN.

Ia menegaskan bahwa pengembangan teknologi lokal bukan sekadar persoalan bisnis, melainkan bagian dari upaya menjaga kedaulatan layanan satelit nasional. Dengan infrastruktur yang dibangun di Indonesia, PSN menilai layanan akan lebih mudah dikendalikan dan tidak bergantung pada pihak luar. Model ini juga dipandang lebih adaptif terhadap kebutuhan layanan di daerah terpencil. PSN ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu membangun ekosistem satelit sendiri.

Adi menyebut seluruh kapasitas layanan itu berada di tanah air. Karena itu, layanan PSN dinilai tidak mudah dihentikan hanya karena gejolak geopolitik global. Perusahaan memandang ketahanan infrastruktur menjadi nilai tambah yang penting. Dalam pandangan PSN, faktor tersebut menjadi keunggulan yang tidak selalu dimiliki pemain global.

Teknologi Lokal Jadi Andalan

PSN menempatkan teknologi lokal sebagai inti strategi bisnisnya. Pengembangan perangkat dan sistem di dalam negeri dianggap memberi nilai tambah bagi industri nasional. Selain itu, penggunaan teknologi lokal diharapkan mendorong transfer pengetahuan dan penguatan rantai pasok domestik. PSN menilai langkah ini relevan untuk jangka panjang.

Antena Cerdiq menjadi salah satu contoh produk yang disebut dikembangkan secara lokal. Teknologi tersebut diposisikan sebagai bagian dari ekosistem layanan satelit yang lebih mandiri. Dengan pendekatan itu, PSN berupaya mengurangi ketergantungan pada komponen impor. Perusahaan juga ingin membuktikan bahwa inovasi lokal mampu bersaing di pasar yang semakin ketat.

Menurut Adi, pilihan tersebut bukan semata respons terhadap Starlink. PSN ingin membangun fondasi layanan yang berorientasi pada kebutuhan nasional. Karena itu, keberadaan teknologi lokal dianggap lebih strategis daripada sekadar mengejar popularitas. Perusahaan berharap langkah ini dapat menjadi pembeda utama di pasar internet satelit Indonesia.

Tolak Perang Harga

Di tengah persaingan yang semakin tajam, Adi mengakui Starlink memiliki kekuatan besar dari sisi finansial. Ia menilai perusahaan global itu dapat mengandalkan strategi harga dari pasar Amerika Serikat dan Eropa. Keuntungan dari pasar tersebut kemudian dipakai untuk memperluas penetrasi ke negara lain. Kondisi ini membuat persaingan tidak mudah bagi pemain lokal seperti PSN.

Meski demikian, PSN memilih tidak terlibat dalam perang harga. Adi menilai praktik subsidi besar-besaran bukan strategi yang sehat untuk industri dalam jangka panjang. Perusahaan ingin menjaga keberlanjutan bisnis tanpa harus menekan pasar secara ekstrem. Dengan demikian, fokus PSN tetap pada kualitas layanan dan ketahanan infrastruktur.

Adi bahkan menyebut perang harga dengan perusahaan milik orang terkaya di dunia sebagai sesuatu yang tidak realistis. Menurut dia, PSN harus bermain pada kekuatan sendiri, bukan meniru pendekatan yang tidak sesuai dengan kemampuan perusahaan. Strategi tersebut dinilai lebih rasional bagi pemain nasional. PSN ingin tetap kompetitif tanpa mengorbankan keberlanjutan usaha.

Nusantara Lima Andalan Baru

PSN resmi mengoperasikan layanan internet berbasis satelit Nusantara Lima dengan kapasitas hingga 160 Gbps. Kapasitas tersebut disebut sebagai yang terbesar di kawasan Asia. Kehadiran satelit ini diharapkan memperkuat layanan internet di berbagai wilayah Indonesia. PSN melihat Nusantara Lima sebagai pilar penting untuk memperluas akses digital.

Dengan kapasitas jumbo tersebut, PSN menargetkan layanan yang lebih andal bagi pelanggan korporasi maupun wilayah yang sulit dijangkau jaringan darat. Izin Jartupsat dan VSAT yang telah dikantongi juga menjadi landasan operasional penting. Legalitas ini memberi ruang bagi PSN untuk memperluas pemanfaatan layanan satelitnya. Perusahaan menilai momentum ini sangat tepat di tengah kebutuhan konektivitas yang terus meningkat.

Adi menegaskan bahwa PSN akan terus mengembangkan layanan dengan mengutamakan kepentingan nasional. Kombinasi teknologi lokal, infrastruktur dalam negeri, dan kapasitas besar menjadi arah utama perusahaan. Di tengah dominasi pemain global, PSN ingin hadir sebagai alternatif yang relevan dan berdaulat. Perusahaan berharap strategi tersebut dapat menjaga posisinya di industri internet satelit Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!