Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani bertemu para petinggi perusahaan global terkemuka di Paris, Prancis. Pertemuan itu membahas investasi, pengelolaan aset, pengembangan industri strategis, hilirisasi, serta inovasi infrastruktur perkotaan. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia dengan mitra internasional. Rosan menekankan bahwa dialog yang konsisten menjadi kunci membangun kerja sama jangka panjang.
Dalam unggahan di media sosial, Rosan menyebut sejumlah perusahaan yang diajak berdiskusi antara lain Amundi, Eramet, dan JCDecaux. Ia menyampaikan bahwa hubungan dagang dan investasi yang solid hanya bisa terbentuk melalui pemahaman atas kepentingan kedua negara. Pada saat yang sama, pemerintah menilai momentum diplomasi ekonomi ini penting untuk mempercepat realisasi komitmen investasi. Langkah tersebut juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan sektor strategis di Indonesia.
Investasi Indonesia-Prancis Menguat
Rosan menyampaikan bahwa pertemuan di Paris membuka ruang diskusi yang lebih luas dengan perusahaan global di berbagai sektor. Fokus pembahasan mencakup pengelolaan aset, industri strategis, dan pengembangan infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan. Menurutnya, sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara. Hubungan yang dibangun melalui dialog dinilai lebih mudah diterjemahkan menjadi kemitraan konkret.
Ia juga menilai kehadiran perusahaan seperti Amundi, Eramet, dan JCDecaux menunjukkan minat yang kuat terhadap peluang investasi di Indonesia. Setiap perusahaan memiliki karakter bisnis yang berbeda, namun tujuan akhirnya tetap sama, yaitu menciptakan nilai tambah jangka panjang. Pemerintah berharap pembicaraan yang dilakukan tidak berhenti pada forum pertemuan semata. Namun, hasilnya dapat berlanjut ke tahap implementasi yang lebih nyata.
Dalam unggahannya, Rosan menegaskan bahwa kemitraan global harus dibangun secara konsisten dan berorientasi masa depan. Ia menilai visi jangka panjang menjadi faktor penting agar kerja sama tidak terhenti di tengah jalan. Pendekatan tersebut sejalan dengan strategi pemerintah dalam memperkuat arus investasi berkualitas. Dengan demikian, hubungan ekonomi Indonesia-Prancis memiliki landasan yang lebih kuat untuk tumbuh.
Kesepakatan Bisnis Bernilai Besar
Rosan juga menyoroti peluncuran Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis sebagai tonggak penting dalam hubungan ekonomi bilateral. Forum itu disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Menurut Rosan, forum tersebut mempertemukan para pemimpin industri dengan kapitalisasi pasar gabungan mencapai US$ 1,3 triliun. Skala pertemuan itu menunjukkan besarnya perhatian dunia usaha terhadap Indonesia.
Dari forum tersebut, tercatat empat kesepakatan komersial baru senilai US$ 3,5 miliar. Kesepakatan itu berfokus pada ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan. Pemerintah menilai hasil tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia. Di sisi lain, kerja sama ini diharapkan memberi efek berganda bagi industri domestik.
Selain kesepakatan baru, kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Indonesia pada Mei 2025 juga menghasilkan 27 nota kesepahaman. Nilai keseluruhan MoU tersebut disebut melebihi US$ 11 miliar. Capaian itu menambah daftar komitmen besar yang lahir dari hubungan bilateral kedua negara. Dengan demikian, Indonesia dan Prancis semakin memiliki pijakan kerja sama yang lebih luas.
Dewan Bisnis Jadi Penggerak
Rosan menjelaskan bahwa Dewan Bisnis Tingkat Tinggi dibentuk untuk memastikan komitmen investasi dapat dijalankan secara efektif. Forum ini juga diharapkan menjadi penghubung antara pemerintah, pelaku usaha, dan investor strategis. Dengan mekanisme yang lebih terstruktur, setiap peluang kerja sama dapat dipantau secara berkala. Hal ini penting agar kesepakatan yang sudah dibuat tidak berhenti pada tahap seremonial.
Menurutnya, dewan bisnis tersebut dapat mempercepat realisasi kerja sama yang telah disepakati dalam forum bilateral. Pemerintah ingin memastikan bahwa proses tindak lanjut berjalan lancar, mulai dari komunikasi hingga implementasi proyek. Di tingkat praktis, forum ini memberi ruang bagi perusahaan untuk menyampaikan kebutuhan dan hambatan yang dihadapi. Dengan begitu, penyelesaian masalah bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Rosan menilai pendekatan ini juga selaras dengan agenda hilirisasi yang sedang didorong pemerintah. Investasi yang masuk diharapkan tidak hanya menambah modal, tetapi juga memperkuat rantai nilai industri nasional. Karena itu, keterlibatan perusahaan global dinilai penting dalam mendukung transformasi ekonomi Indonesia. Kualitas kemitraan menjadi fokus utama agar dampak ekonominya terasa lebih luas.
Target Perdagangan Kian Ambisius
Indonesia dan Prancis disebut menargetkan peningkatan nilai perdagangan hingga tiga kali lipat pada 2035. Target itu menunjukkan ambisi besar untuk memperluas hubungan ekonomi yang sudah terbangun selama ini. Pemerintah menilai capaian tersebut hanya mungkin dicapai jika investasi, perdagangan, dan kerja sama industri bergerak searah. Oleh karena itu, forum bisnis dianggap sebagai instrumen penting dalam mencapai target tersebut.
Rosan menekankan bahwa penguatan hubungan ekonomi memerlukan kepercayaan yang terus dijaga oleh kedua negara. Perusahaan global yang terlibat dalam dialog di Paris dipandang dapat menjadi mitra strategis dalam pencapaian target jangka panjang. Sektor energi, perdagangan, pertahanan, dan infrastruktur menjadi bidang yang paling potensial untuk digarap. Dengan basis kerja sama yang kuat, peluang pertumbuhan ekonomi dapat semakin terbuka.
Pemerintah juga melihat bahwa hasil pertemuan di Paris dapat memperkuat posisi Indonesia di mata investor Eropa. Keberhasilan menghasilkan kesepakatan bernilai miliaran dolar AS menjadi sinyal positif bagi iklim investasi nasional. Di saat yang sama, diplomasi ekonomi yang aktif dipandang mampu membuka akses pasar yang lebih luas. Langkah ini diharapkan mendorong kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.
