Pisahkan Daging dan Jeroan Kurban untuk Cegah Kontaminasi

Lifestyle Anindya Kirana Putri 31 Mei 2026 17:24 WIB 2
Pisahkan Daging dan Jeroan Kurban untuk Cegah Kontaminasi

Hari Raya Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban dalam jumlah besar, namun kebiasaan mencampur daging dan jeroan dalam satu wadah masih kerap terjadi. Praktik yang dianggap praktis ini justru dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri pada daging dan membahayakan keamanan pangan.

Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementerian Pertanian, drh Ira Firgorita, mengingatkan pemisahan daging dan jeroan perlu dilakukan sejak awal distribusi. Pesan itu disampaikan dalam Webinar Paman Kece Seri 6: Mengolah Daging Kurban yang Aman yang digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan pada Kamis, 21 Mei 2026.

Daging Kurban Harus Dipisah

Menurut drh Ira, daging, jeroan merah, dan jeroan hijau sebaiknya ditempatkan dalam wadah yang berbeda. Pemisahan ini penting agar bahan pangan tidak saling terpapar bakteri selama proses pembagian.

Ia menegaskan, jeroan merah dengan jeroan hijau juga tidak boleh disatukan. Langkah sederhana tersebut dapat menekan risiko pencemaran silang sejak tahap awal penanganan.

Di rumah, masyarakat disarankan tetap menjaga pemisahan itu saat memindahkan daging ke tempat penyimpanan. Kebiasaan ini membantu menjaga mutu daging kurban tetap aman dikonsumsi.

Jeroan Hijau Lebih Rentan

Jeroan hijau merupakan istilah untuk organ yang berhubungan langsung dengan sistem pencernaan hewan, seperti usus dan babat. Bagian ini lebih mudah terpapar bakteri karena bersentuhan dengan sisa makanan dan kotoran di dalam tubuh hewan.

Karakteristik tersebut membuat penanganan jeroan hijau harus lebih hati-hati dibandingkan daging biasa. Jika tidak ditangani dengan benar, risiko kontaminasi dapat meningkat dengan cepat.

Karena itu, jeroan hijau perlu diproses secara terpisah sejak awal. Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak menyepelekan perbedaan risiko antarbagian hewan kurban.

Perebusan Bisa Kurangi Risiko

Drh Ira menyarankan jeroan hijau direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada masyarakat. Perebusan dapat membantu mengurangi kemungkinan bakteri yang masih menempel pada permukaan jeroan.

Langkah ini juga memberi perlindungan tambahan bagi penerima daging kurban. Dengan begitu, jeroan yang dibagikan memiliki tingkat keamanan yang lebih baik.

Perebusan tidak menggantikan kebersihan dalam penanganan, tetapi menjadi bagian dari upaya pencegahan yang efektif. Karena itu, proses ini disarankan dilakukan sebelum jeroan dipindahkan atau dibagi ke rumah tangga.

Cegah Kontaminasi Silang

Pencampuran jeroan dengan daging segar dapat memicu kontaminasi silang. Bakteri dari jeroan bisa berpindah ke daging yang sebenarnya masih bersih jika keduanya disimpan dalam wadah yang sama.

Risiko itu semakin besar bila distribusi dilakukan tanpa pemisahan yang jelas. Kondisi tersebut dapat mengurangi keamanan pangan dan menurunkan kualitas daging kurban.

Karena itu, masyarakat diminta lebih disiplin dalam memilah, mencuci, dan menyimpan bahan kurban. Upaya sederhana ini dapat membantu menjaga kesehatan keluarga saat menikmati daging Idul Adha.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!