Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 31 Mei 2026 00:08 WIB 2
Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Pertamina UMK Academy 2025 digelar di Karibia Boutique Hotel, Medan, pada Kamis, 22 hingga 23 Oktober 2025, untuk meningkatkan kemampuan bisnis pelaku usaha mikro dan kecil. Kegiatan ini diikuti 30 peserta yang merupakan mitra binaan PT Pertamina EP Rantau Field, Pangkalan Susu Field, dan Lirik Field. Program tersebut dirancang untuk memperkuat karakter wirausaha, meningkatkan kapasitas UMK, serta membuka jalan agar mereka lebih cepat naik kelas. Pelatihan juga diarahkan agar pelaku usaha semakin siap masuk ke rantai pasok global.

Materi yang diberikan mencakup manajemen waktu, pengelolaan arus kas dan pembukuan, riset pasar, inovasi produk, digital marketing, branding, hingga bisnis ramah lingkungan melalui seri Go Green. Seluruh rangkaian pelatihan disusun untuk menjawab kebutuhan UMK yang ingin tumbuh lebih tertata dan kompetitif. Selain memperkaya pengetahuan, kegiatan ini diharapkan memberi dampak langsung pada penguatan operasional usaha. Para peserta juga didorong membangun jejaring agar bisnis mereka semakin berkelanjutan.

Pertamina UMK Academy 2025

Kegiatan ini dibuka oleh Manager Pangkalan Susu Field, Edwin Susanto, yang menekankan pentingnya pelatihan bagi pelaku UMK. Ia menyebut program tersebut menjadi sarana untuk mendorong UMK agar naik kelas lebih cepat, tangguh, berkualitas, mandiri, dan berdaya saing. Menurutnya, ilmu yang diperoleh harus segera diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Dengan begitu, bisnis para peserta dapat berkembang secara berkelanjutan.

Edwin juga menekankan pentingnya sinergi antarpelaku usaha dalam memperluas peluang bisnis. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan forum ini untuk membangun networking yang lebih kuat. Jaringan usaha dinilai penting agar UMK memiliki ruang tumbuh yang lebih luas. Kolaborasi yang baik juga dapat membantu pelaku usaha menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan UMK di berbagai wilayah operasional. Fokus utamanya bukan hanya pada teori, tetapi juga praktik yang dapat diterapkan langsung oleh peserta. Materi yang disusun mengarah pada pembentukan usaha yang lebih disiplin dan terukur. Dengan bekal tersebut, UMK diharapkan lebih siap menghadapi perubahan pasar.

Di tingkat lapangan, pendekatan ini juga memperkuat hubungan antara perusahaan dan pelaku usaha binaan. Program pendampingan dianggap penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan UMK. Melalui pelatihan seperti ini, peserta memperoleh ruang belajar yang lebih terarah. Hasilnya diharapkan terlihat pada peningkatan kualitas usaha dan perluasan pasar.

Strategi bisnis UMK

Manager Community Involvement and Development PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, memaparkan kurikulum pelatihan yang terbagi dalam sejumlah kelas tematik. Setiap kelas disusun untuk menjawab kebutuhan berbeda dari pelaku UMK. Go Modern ditujukan agar peserta mengadopsi praktik bisnis yang lebih efisien dan tertata. Pendekatan ini diharapkan membantu usaha kecil mengikuti perkembangan industri.

Kelas Go Digital menekankan integrasi teknologi digital dalam operasional usaha. Melalui materi ini, peserta diajak memahami cara memanfaatkan perangkat digital untuk mendukung proses bisnis. Penggunaan teknologi dinilai penting agar pelaku usaha dapat bekerja lebih cepat dan akurat. Selain itu, digitalisasi juga membuka peluang efisiensi yang lebih besar.

Sementara itu, Go Online difokuskan pada pemanfaatan platform daring untuk pemasaran dan penjualan. Iwan menjelaskan bahwa kanal digital kini menjadi salah satu jalur penting bagi UMK untuk menjangkau konsumen lebih luas. Dengan strategi yang tepat, pelaku usaha dapat meningkatkan visibilitas produk. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi mereka di pasar yang semakin kompetitif.

Kelas Go Global disiapkan untuk mempersiapkan UMK agar mampu masuk ke pasar internasional. Dalam kelas ini, peserta dibekali pemahaman mengenai standar usaha yang lebih tinggi. Kurikulum tersebut dirancang agar pelaku usaha tidak hanya bertahan di pasar lokal. Mereka juga didorong untuk melihat peluang ekspor dan kemitraan lintas negara.

Penguatan arus kas

Selain strategi pemasaran, pelatihan juga menyoroti pentingnya pengelolaan arus kas dan pembukuan. Materi ini dinilai krusial karena banyak UMK masih menghadapi kendala dalam pencatatan keuangan. Dengan pembukuan yang rapi, pelaku usaha dapat memantau kondisi bisnis secara lebih jelas. Langkah ini membantu mereka mengambil keputusan yang lebih tepat.

Manajemen waktu turut menjadi pembahasan penting dalam pelatihan tersebut. Peserta diajarkan cara mengatur prioritas agar kegiatan usaha berjalan lebih efektif. Pengaturan waktu yang baik dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi risiko pekerjaan menumpuk. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini mendukung pertumbuhan usaha yang lebih stabil.

Pelatihan juga mendorong peserta untuk melakukan riset dan analisa pasar secara lebih serius. Pemahaman terhadap tren konsumen dianggap penting agar produk yang dihasilkan tetap relevan. Inovasi produk kemudian menjadi langkah lanjutan untuk menjawab kebutuhan pasar. Dengan kombinasi tersebut, UMK memiliki peluang lebih besar untuk memperluas penjualan.

Digital marketing dan branding menjadi materi yang mendapat perhatian besar dari peserta. Dalam era persaingan yang ketat, identitas merek menjadi salah satu penentu daya tarik produk. Melalui pemasaran digital, pelaku usaha dapat menjangkau konsumen tanpa batasan wilayah yang besar. Strategi ini diharapkan membuat produk UMK lebih dikenal dan dipercaya.

Dampak bagi peserta

Salah satu peserta, Marissa, founder Kerispati atau Keripik Pisang Roti asal Indragiri Hulu, Riau, mengaku bangga bisa lolos sebagai peserta skala nasional. Ia menilai kesempatan tersebut membuka akses belajar yang sangat berharga bagi pengembangan usahanya. Marissa menyebut dirinya memperoleh bimbingan langsung dari mentor profesional. Selain itu, ia juga mendapat bantuan terkait sertifikasi dan perizinan usaha.

Marissa menyampaikan bahwa pelatihan ini memberi dampak nyata bagi bisnis yang ia bangun. Ia merasakan adanya peningkatan omzet setelah mengikuti program tersebut. Menurutnya, perluasan pasar juga mulai terlihat seiring bertambahnya kepercayaan konsumen. Pengalaman itu membuatnya semakin optimistis terhadap masa depan usaha.

Keikutsertaan peserta seperti Marissa menunjukkan bahwa pendampingan yang tepat dapat menghasilkan perubahan positif. UMK yang mendapat akses pembinaan berkelanjutan cenderung lebih siap menghadapi persaingan. Dukungan berupa pelatihan, perizinan, dan jejaring bisnis menjadi faktor penting dalam penguatan usaha. Karena itu, program ini dinilai relevan dengan kebutuhan pelaku UMK saat ini.

Inisiatif Pertamina UMK Academy 2025 juga sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas. Program ini diharapkan dapat memperkuat industri kreatif, menumbuhkan kewirausahaan, dan mendorong akses permodalan yang lebih luas. Dengan fondasi yang kuat, UMK berpeluang menjadi penggerak ekonomi nasional yang inklusif. Pertumbuhan yang berkelanjutan menjadi tujuan akhir dari rangkaian pembinaan tersebut.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!