Biblical Diet Viral di Media Sosial, Ini Penjelasannya

Lifestyle Anindya Kirana Putri 31 Mei 2026 01:22 WIB 2
Biblical Diet Viral di Media Sosial, Ini Penjelasannya

Tren diet kembali berkembang di media sosial, mulai dari intermittent fasting hingga clean eating, dan kini muncul pola makan baru bernama biblical diet. Diet ini menarik perhatian karena tidak hanya mengedepankan makanan alami, tetapi juga dikaitkan dengan nilai spiritual dan ajaran agama.

Popularitas biblical diet meningkat lewat konten para influencer di TikTok, Instagram, dan Facebook, yang menampilkan menu sederhana berbasis makanan yang disebut dalam Alkitab. Di tengah derasnya tren gaya hidup sehat, pola makan ini pun memancing rasa penasaran banyak pengguna internet.

Mengenal Biblical Diet

Biblical diet adalah pola makan yang merujuk pada makanan yang disebut dalam Alkitab. Melansir Oddity Central, pendekatan ini menekankan konsumsi bahan pangan alami dan minim proses.

Makanan yang umum dikonsumsi dalam pola ini meliputi ikan, roti, buah-buahan, sayuran, madu, biji-bijian, dan minyak zaitun. Sebaliknya, makanan ultra-proses dengan banyak bahan tambahan cenderung dihindari.

Konsep dasar diet ini cukup sederhana, yakni memilih makanan yang dianggap lebih dekat dengan pola makan tradisional. Karena itu, biblical diet kerap dipandang sebagai gabungan antara gaya hidup sehat dan spiritualitas.

Meski terdengar baru, praktik serupa sebenarnya sudah lama dikenal dalam berbagai komunitas keagamaan. Namun, media sosial membuat istilah ini kembali populer dan lebih mudah menjangkau audiens luas.

Tokoh yang Mempopulerkan

Salah satu figur yang paling menonjol dalam tren ini adalah Kayla Bundy. Perempuan berusia 27 tahun itu dikenal sebagai influencer biblical diet di TikTok dengan lebih dari 500 ribu pengikut.

Kayla mengaku telah menjalani pola makan tersebut selama delapan tahun terakhir. Ia mulai tertarik setelah memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi tokoh-tokoh dalam Alkitab.

Menurut Kayla, makanan bukan sekadar kebutuhan tubuh, tetapi juga bagian dari cara menjaga kesehatan dan spiritualitas. Dari popularitasnya di media sosial, ia kemudian mengembangkan tren ini menjadi peluang bisnis.

Ia menjual panduan digital mengenai superfood ala biblical diet dan membuka sesi konsultasi berbayar. Strategi tersebut menunjukkan bahwa tren kesehatan di media sosial juga dapat berubah menjadi sumber pendapatan.

Viral Karena Konten Religius

Selain Kayla, ada Abbie Stasior, ahli gizi asal Nashville yang kerap mengaitkan pola makan sehat dengan ayat-ayat Alkitab. Ia sering menyoroti contoh sarapan roti dan ikan yang dianggap seimbang karena memadukan karbohidrat dan protein.

Di platform lain, Annalies Xaviera juga ikut memopulerkan pola makan serupa melalui Facebook. Sebagai ibu rumah tangga, ia membagikan konten tentang makanan lokal, alami, dan tidak diproses.

Konten yang dibuat para kreator ini biasanya dilengkapi doa dan kutipan ayat Alkitab. Pendekatan tersebut membuat biblical diet terasa lebih personal bagi pengikut yang mencari makna spiritual dalam kebiasaan makan.

Faktor inilah yang membuat tren ini cepat menyebar di media sosial. Banyak pengguna merasa pola makan tersebut lebih sederhana, alami, dan dekat dengan nilai yang mereka anut.

Catatan Ahli Gizi

Meski diminati, para ahli tetap mengingatkan bahwa pola makan apa pun harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Prinsip utama dalam diet sehat tetap terletak pada keseimbangan nutrisi.

Konsumsi makanan bergizi lengkap, cukup protein, serat, lemak sehat, dan vitamin tetap menjadi prioritas. Tanpa komposisi yang tepat, diet apa pun berisiko tidak memberikan hasil optimal.

Ahli gizi juga menilai bahwa viralitas di media sosial tidak selalu sejalan dengan kebutuhan kesehatan individu. Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda, sehingga pendekatan diet tidak bisa disamaratakan.

Karena itu, biblical diet dapat menjadi inspirasi untuk memilih makanan yang lebih alami, tetapi bukan pengganti konsultasi medis. Pemahaman yang seimbang akan membantu masyarakat menjalani pola makan yang aman dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!