Pertamina Perkuat UMKM Lewat Academy dan Pendampingan

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 30 Mei 2026 08:48 WIB 4
Pertamina Perkuat UMKM Lewat Academy dan Pendampingan

PT Pertamina (Persero) terus memperkuat dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui program UMKM Academy. Program ini dirancang untuk membantu UMKM membangun manajemen usaha yang lebih profesional, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas pemasaran. Langkah tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan omzet sekaligus memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan, pembinaan UMKM tidak hanya menyasar peningkatan kapasitas usaha. Ia menegaskan, pendampingan yang berkelanjutan dapat memperkuat daya saing pelaku usaha di tengah persaingan pasar. Menurut dia, keberhasilan UMKM juga berpotensi membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga di sekitar wilayah usaha.

Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas

Fadjar menjelaskan, Pertamina menjalankan berbagai program pendampingan untuk membantu UMKM berkembang lebih terarah. Pendekatan ini mencakup pembenahan manajemen, peningkatan mutu produk, dan strategi pemasaran yang lebih efektif. Dengan cara itu, pelaku usaha diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas.

Ia menambahkan, pembinaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung perekonomian nasional. Melalui UMKM yang kuat, perusahaan berharap tercipta efek berganda bagi lingkungan usaha. Dampaknya tidak hanya dirasakan pemilik usaha, tetapi juga pemasok, pekerja, dan masyarakat sekitar.

Pernyataan itu disampaikan Fadjar dalam keterangan tertulis pada Minggu, 26 Oktober 2025. Ia menyebut sinergi antara perusahaan dan pelaku UMKM menjadi penting agar manfaat program benar-benar terasa. Karena itu, pendampingan tidak berhenti pada pelatihan awal, melainkan terus berlanjut sesuai kebutuhan usaha.

Menurut Pertamina, program seperti UMKM Academy menjadi ruang belajar bagi pelaku usaha untuk memahami praktik bisnis yang lebih modern. Peserta juga diarahkan agar mampu membaca peluang pasar dan memperkuat identitas merek. Dengan bekal itu, UMKM diharapkan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi yang dinamis.

Pelatihan Bantu Produk Lebih Dikenal

Inge Arina, pemilik Java Criollo, menjadi salah satu mitra binaan Pertamina yang merasakan langsung manfaat program tersebut. Ia bergerak di bidang produk cokelat dan mengaku pelatihan yang diterima membuat usahanya berkembang lebih baik. Menurut dia, dukungan Pertamina membantu produknya dikenal lebih luas di pasar.

Inge menilai pendampingan usaha memberi dampak nyata, tidak hanya bagi bisnis yang ia jalankan. Ia menyebut manfaat itu juga dirasakan para petani yang terlibat dalam rantai usaha Java Criollo. Dengan demikian, penguatan UMKM turut menciptakan nilai tambah bagi sektor hulu.

Ia berharap usaha yang dibangunnya dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat di desa sekitar operasional. Inge juga ingin semakin banyak petani dan kelompok wanita tani terlibat dalam kegiatan produksi. Dengan perluasan partisipasi itu, manfaat ekonomi dapat tersebar lebih merata.

Menurut Inge, kolaborasi dengan Pertamina menjadi dorongan penting untuk memperluas jangkauan produk lokal. Ia menilai produk yang semakin dikenal akan membuka peluang pasar yang lebih besar. Pada akhirnya, hal itu dapat memperkuat ekosistem usaha berbasis komunitas.

Sambal Ning Niniek Kian Berkembang

Pemilik Sambal Ning Niniek, Sri Wahyuni, juga menyampaikan apresiasi atas pembinaan yang diberikan Pertamina. Ia mengaku bersyukur karena usahanya mendapatkan dukungan sejak tahap awal perkembangan. Bantuan tersebut dinilai penting untuk memperkuat fondasi bisnis kecil agar lebih siap bersaing.

Sri mengatakan, Pertamina memberikan dukungan yang sangat berarti bagi pelaku UMKM seperti dirinya. Ia menyebut pendampingan dari nol hingga produk bisa dipasarkan lebih luas merupakan pengalaman yang berharga. Menurut dia, hal itu memberi kepercayaan diri untuk terus mengembangkan usaha.

Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Dengan pemasaran yang semakin luas, Sri optimistis omzet usahanya dapat meningkat. Ia juga melihat peluang untuk memperluas distribusi produk ke lebih banyak wilayah.

Sri menambahkan, perluasan pasar akan memberi dampak langsung bagi warga sekitar. Jika usaha tumbuh, lapangan kerja baru dapat terbuka bagi masyarakat. Karena itu, keberlanjutan pendampingan dinilai menjadi faktor penting bagi pertumbuhan UMKM.

Dampak UMKM Bagi Ekonomi Lokal

Program pemberdayaan UMKM yang dijalankan Pertamina tidak hanya berfokus pada perusahaan mitra binaan. Inisiatif ini juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha. Ketika UMKM tumbuh, manfaatnya dapat menjangkau keluarga pekerja, pemasok bahan baku, dan komunitas sekitar.

Pertamina menilai, UMKM yang dikelola secara profesional memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang. Pembinaan pada aspek produk, manajemen, dan pemasaran menjadi kunci agar usaha mampu bersaing. Di sisi lain, dukungan tersebut juga membantu menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat.

Melalui program seperti UMKM Academy, perusahaan pelat merah itu berharap kontribusi terhadap perekonomian nasional semakin nyata. Penguatan sektor UMKM diyakini dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, peningkatan daya saing pelaku usaha juga bisa mendorong kesejahteraan masyarakat.

Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi UMKM agar manfaat program tidak berhenti pada peningkatan omzet semata. Fokusnya adalah membangun usaha yang mandiri, berkelanjutan, dan memberi dampak sosial. Dengan pendekatan tersebut, UMKM diharapkan menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!