Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat di Tengah Tren Olahan Viral

Lifestyle Nadia Safira Putri 31 Mei 2026 14:59 WIB 4
Ubi Ungu Jadi Pilihan Sehat di Tengah Tren Olahan Viral

Olahan ubi kembali menjadi tren di media sosial, mulai dari ubi panggang hingga ubi cream cheese dengan berbagai topping kekinian. Di tengah popularitas itu, dokter gizi menyarankan masyarakat memilih ubi ungu karena dinilai memiliki kandungan antosianin yang tinggi.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan bahwa warna ungu pada ubi berasal dari antosianin, pigmen alami yang juga terdapat pada blueberry dan anggur ungu. Zat ini disebut memiliki potensi antioksidan dan anti-peradangan, sehingga dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk konsumsi harian.

Manfaat Ubi Ungu

Menurut dr Tjandra, ubi ungu lebih direkomendasikan dibanding jenis ubi lain karena kandungan antosianinnya cukup tinggi. Senyawa ini dikenal sebagai zat warna alami yang kaya flavonoid dan polifenol.

Antosianin kerap dikaitkan dengan aktivitas antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif. Selain itu, kandungan tersebut juga disebut memiliki sifat anti-peradangan yang mendukung kesehatan tubuh.

Dalam tinjauan yang dipublikasikan di jurnal Molecules pada 2019, kadar antosianin pada ubi ungu dilaporkan dapat mencapai sekitar 218 hingga 244 mg per 100 gram. Angka tersebut bergantung pada varietas dan metode pengolahan.

Temuan itu membuat ubi ungu semakin dilirik sebagai pangan fungsional yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberi nilai tambah bagi kesehatan. Karena itu, olahan ubi ungu dinilai layak masuk ke menu harian dengan porsi yang wajar.

Hubungan Dengan Penyakit

Dr Tjandra menyebut kandungan antosianin pada ubi ungu dapat bermanfaat bagi orang yang berisiko mengalami penyakit tidak menular. Dua kondisi yang paling sering disorot adalah diabetes dan hipertensi.

Menurutnya, konsumsi pangan tinggi antioksidan dapat membantu mendukung kondisi metabolik tubuh. Meski demikian, manfaat tersebut tetap perlu dilihat sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan.

Ubi ungu bukan obat yang langsung menyembuhkan penyakit, tetapi dapat menjadi pilihan makanan yang lebih baik. Hal ini terutama relevan bagi masyarakat yang ingin menjaga asupan tetap seimbang.

Karena itu, ubi ungu lebih tepat dipahami sebagai pangan pendukung, bukan pengganti terapi medis. Pendekatan ini penting agar masyarakat tidak keliru menafsirkan manfaatnya.

Topping Harus Diperhatikan

Meski ubi ungu memiliki manfaat, nilai gizinya dapat berubah jika ditambahkan topping tinggi gula dan lemak jenuh. Kondisi ini sering terjadi pada olahan ubi kekinian yang sedang viral.

Dr Tjandra mengingatkan bahwa tambahan seperti krim manis, keju berlebihan, atau saus tinggi gula dapat mengurangi keuntungan kesehatannya. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini justru bisa menambah asupan kalori secara tidak disadari.

Karena itu, masyarakat disarankan tetap bijak memilih pelengkap saat mengonsumsi olahan ubi. Porsi yang berlebihan juga perlu dihindari agar manfaatnya tetap terjaga.

Olahan sederhana seperti ubi panggang tanpa banyak tambahan dapat menjadi pilihan yang lebih sehat. Dengan cara ini, ubi ungu tetap nikmat sekaligus ramah untuk pola makan seimbang.

Cara Konsumsi yang Bijak

Untuk memperoleh manfaat optimal, ubi ungu sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk yang tidak terlalu banyak mengalami proses tambahan. Metode pengolahan sederhana cenderung lebih menjaga kualitas gizinya.

Masyarakat juga dianjurkan memperhatikan keseimbangan menu harian, bukan hanya fokus pada satu jenis bahan pangan. Ubi ungu bisa dipadukan dengan sumber protein, sayuran, dan buah agar lebih lengkap.

Pemilihan porsi menjadi penting, terutama bagi mereka yang sedang mengontrol gula darah atau berat badan. Konsumsi secukupnya akan membantu menjaga manfaat tanpa menambah beban asupan berlebih.

Di tengah tren makanan viral, ubi ungu menawarkan kombinasi rasa dan nilai gizi yang menarik. Jika diolah dengan tepat, bahan sederhana ini bisa menjadi pilihan sehat yang tetap mengikuti selera masa kini.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!