LVMH Lepas Marc Jacobs ke WHP Global

Lifestyle Clara Monica 23 Mei 2026 14:04 WIB 6
LVMH Lepas Marc Jacobs ke WHP Global

Marc Jacobs memasuki babak baru setelah hampir tiga dekade berada di bawah naungan LVMH. Pada Kamis, 14 Mei 2026, grup barang mewah itu mengumumkan telah mencapai kesepakatan final untuk menjual merek Marc Jacobs kepada WHP Global. Transaksi ini menandai perubahan kepemilikan yang penting bagi salah satu label fashion paling dikenal di dunia. Meski demikian, nilai penjualan tidak diungkap kepada publik.

Dalam kesepakatan tersebut, G-III Apparel Group juga ikut masuk ke dalam kepemilikan melalui perusahaan patungan baru bersama WHP Global. WHP Global sebelumnya juga menaungi sejumlah merek seperti Vera Wang, Rag & Bone, dan G-Star. Di tengah perubahan ini, Marc Jacobs dipastikan tetap bertahan sebagai pendiri sekaligus creative director. Ia akan terus memimpin koleksi runway dan arah kreatif label tersebut.

Marc Jacobs di bawah WHP Global

Kesepakatan penjualan Marc Jacobs kepada WHP Global menutup perjalanan panjang brand itu di bawah LVMH. Akuisisi ini memperlihatkan strategi baru grup fashion mewah tersebut dalam mengelola portofolio merek. WHP Global kini menambah satu nama besar lagi ke dalam jajaran brand yang berada di bawah naungannya. Langkah ini juga memperkuat posisi WHP Global di industri mode internasional.

Masuknya G-III Apparel Group lewat perusahaan patungan baru memberi struktur kepemilikan yang lebih luas. Skema tersebut menandakan bahwa pengelolaan Marc Jacobs akan melibatkan lebih dari satu entitas bisnis. Meski begitu, rincian pembagian peran masing-masing pihak belum dijelaskan secara terbuka. Publik juga belum mengetahui nilai transaksi yang disepakati kedua belah pihak.

Di pasar fashion, perubahan kepemilikan seperti ini kerap memengaruhi arah ekspansi dan strategi komersial sebuah merek. Namun, Marc Jacobs tampaknya tetap ingin menjaga identitas kreatif yang sudah dibangun sejak lama. Keputusan mempertahankan pendiri sebagai creative director menjadi sinyal kesinambungan bagi label tersebut. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan konsumen dan pasar.

Pernyataan LVMH dan Marc Jacobs

Chairman sekaligus CEO LVMH, Bernard Arnault, menyampaikan penghargaan atas kontribusi Marc Jacobs selama hampir 30 tahun. Ia menyebut Jacobs sebagai desainer dengan kreativitas langka dan visi yang unik. Pujian itu menunjukkan hubungan profesional yang kuat antara keduanya selama bertahun-tahun. LVMH pun menutup bab penting dalam sejarah kerja sama mereka.

Marc Jacobs membalas dengan ucapan terima kasih melalui unggahan di Instagram. Ia menyampaikan apresiasi kepada Bernard Arnault atas dukungan, kepercayaan, dan keyakinan yang diberikan selama hampir tiga dekade. Jacobs juga menyebut bekerja bersama keluarga Arnault dan LVMH sebagai sebuah kehormatan besar. Ungkapan itu menegaskan bahwa perpisahan berlangsung dalam nada yang positif.

Respons dari kedua pihak memperlihatkan bahwa transisi ini berjalan tanpa konflik terbuka. Dalam industri fashion mewah, reputasi dan hubungan personal kerap menjadi faktor penting dalam proses akuisisi. Karena itu, pernyataan saling menghormati menjadi bagian penting dari pengumuman tersebut. Narasi ini memberi kesan bahwa brand memasuki fase baru dengan fondasi yang relatif stabil.

Posisi Marc Jacobs tetap kuat

Meski berpindah tangan, posisi Marc Jacobs sebagai pendiri dan creative director tetap dipertahankan. Ia akan terus memimpin koleksi runway serta mengarahkan perkembangan kreatif merek tersebut. Keputusan ini menjadi penentu utama bagi kontinuitas identitas brand. Dengan demikian, perubahan kepemilikan tidak langsung mengubah wajah desain Marc Jacobs.

Dalam industri fashion, figur kreatif sering kali menjadi aset paling berharga bagi sebuah label. Kehadiran Jacobs di posisi strategis membuat transisi bisnis berpotensi berjalan lebih mulus. Konsumen juga masih dapat melihat kesinambungan pada karakter desain yang sudah melekat pada brand. Hal ini penting untuk menjaga loyalitas pasar yang selama ini terbentuk.

Marc Jacobs selama ini dikenal sebagai label dengan pengaruh kuat di ranah mode global. Brand tersebut memiliki reputasi yang melekat pada gaya khas, inovasi, dan identitas yang mudah dikenali. Dengan struktur kepemilikan baru, ruang pengembangan bisnis bisa saja terbuka lebih luas. Namun, arah kreatif tampaknya tetap dijaga agar tidak kehilangan ciri utama merek.

Arah baru industri fashion

Penjualan Marc Jacobs menunjukkan dinamika konsolidasi yang terus terjadi di industri fashion mewah. Sejumlah grup besar kini lebih selektif dalam mengelola portofolio merek yang mereka miliki. Di sisi lain, perusahaan seperti WHP Global agresif memperluas kepemilikan atas brand yang memiliki nilai historis kuat. Perubahan ini memperlihatkan bahwa daya tarik nama besar tetap tinggi di pasar global.

Meski nilai transaksi tidak diumumkan, kesepakatan ini tetap menjadi perhatian pelaku industri. Brand dengan basis penggemar kuat seperti Marc Jacobs dinilai memiliki potensi komersial yang besar. Selain itu, keberadaan pendiri di posisi kreatif menjadi faktor yang menambah daya jual. Kombinasi reputasi dan kesinambungan kreatif menjadi modal penting bagi pertumbuhan label.

Bagi LVMH, pelepasan Marc Jacobs menandai restrukturisasi pada portofolio mereknya. Bagi WHP Global, akuisisi ini membuka peluang untuk memperkuat posisi di segmen fashion premium. Sementara bagi Marc Jacobs, keputusan ini memberi ruang untuk memasuki fase baru tanpa meninggalkan identitas awal. Transisi tersebut kini menjadi salah satu peristiwa penting di industri mode internasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!