Airlangga Bantah Danantara DSI Jadi Biang Kerok IHSG

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 26 Mei 2026 06:05 WIB 5
Airlangga Bantah Danantara DSI Jadi Biang Kerok IHSG

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau DSI menjadi penyebab utama anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia menegaskan pelemahan indeks saham dipengaruhi sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), bukan karena kebijakan pemerintah terkait badan tersebut.

Airlangga menyampaikan keterangan itu di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026), seraya menambahkan bahwa IHSG pada perdagangan pagi sempat bergerak di zona hijau. Menurutnya, koreksi pasar saham merupakan hal yang wajar dalam dinamika perdagangan.

IHSG dan Penjelasan Airlangga

Airlangga menyebut penurunan IHSG terjadi karena faktor eksternal yang memengaruhi pasar keuangan global. Ia menyoroti rebalancing indeks MSCI sebagai salah satu pemicu tekanan pada saham-saham tertentu.

Menurut Airlangga, koreksi yang terjadi di pasar tidak dapat langsung dikaitkan dengan pembentukan badan baru oleh pemerintah. Ia menegaskan bahwa pasar memiliki mekanisme penyesuaian yang biasa terjadi ketika ada perubahan sentimen.

Ia juga menjelaskan bahwa pelemahan indeks pada hari-hari sebelumnya berlangsung seiring dengan dinamika perdagangan yang dipengaruhi banyak faktor. Karena itu, menurut dia, membaca penurunan IHSG sebagai dampak langsung dari DSI adalah kesimpulan yang terburu-buru.

DSI dan Respons Pengusaha

Airlangga memastikan bahwa seluruh pengusaha, baik dari dalam maupun luar negeri, memberikan respons positif terhadap kebijakan pemerintah. Ia mengatakan sosialisasi kepada pelaku usaha telah dilakukan agar mereka memahami tujuan pembentukan badan tersebut.

Ia menambahkan bahwa para pengusaha siap bekerja sama dengan DSI dalam pengelolaan komoditas strategis. Menurutnya, dukungan itu menunjukkan adanya ruang kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha.

Airlangga menilai apresiasi dari berbagai asosiasi menjadi sinyal bahwa kebijakan pemerintah dipahami secara baik oleh pasar. Ia meyakini komunikasi yang terbuka akan membantu menjaga kepercayaan investor.

Pergerakan Pasar Saham

IHSG tercatat melemah 0,82 persen ke level 6.318,50 pada penutupan perdagangan Rabu (20/5/2026). Pada pukul 11.19 WIB, saat pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam disampaikan, indeks saham sempat terjun lebih dari 2 persen.

Pada perdagangan Kamis (21/5/2026), IHSG kembali ditutup turun 3,54 persen atau kehilangan 233 poin ke level 6.094. Tekanan jual tersebut menunjukkan pasar masih merespons berbagai isu global dan domestik secara bersamaan.

Namun, pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG kembali menguat ke kisaran 6.100-an dengan kenaikan sekitar 1,1 persen. Pergerakan itu memperlihatkan adanya pemulihan setelah tekanan tajam pada sesi sebelumnya.

Sentimen Global Jadi Sorotan

Airlangga menegaskan pasar saham Indonesia tidak berdiri sendiri dan tetap terhubung dengan kondisi global. Karena itu, perubahan pada indeks acuan internasional dapat memengaruhi arah pergerakan IHSG.

Ia menilai investor sedang menyesuaikan portofolio mereka mengikuti perubahan komposisi indeks dan risiko pasar. Dalam situasi seperti itu, volatilitas harga saham dinilai sebagai bagian dari penyesuaian yang lazim terjadi.

Dengan penjelasan tersebut, pemerintah ingin menegaskan bahwa pembentukan DSI tidak menjadi biang kerok pelemahan IHSG. Fokus utama pemerintah, kata Airlangga, tetap pada stabilitas ekonomi dan penguatan kepercayaan pasar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!