Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 30 Mei 2026 18:37 WIB 3
Keripik Singkong Difabel Sukabumi Tembus Pasar Brunei

Produk keripik singkong Yammy Babeh milik PT Gemilang Agro Inovasi resmi menembus pasar luar negeri melalui ekspor perdana ke Brunei Darussalam. Pengiriman bernilai USD 18.000 atau sekitar Rp 288 juta itu dilakukan untuk satu kontainer 20 kaki dan menandai langkah penting UMKM asal Sukabumi tersebut di pasar global.

Usaha yang didirikan Ade Soelistyowati, penyandang disabilitas tuna rungu, itu kini menjalin kerja sama dengan SP Setia SDN BHD dari Brunei untuk pengiriman berkelanjutan. Prosesi pelepasan ekspor digelar di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jawa Barat, dan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah serta perwakilan BUMN.

Ekspor UMKM Sukabumi

Ekspor perdana ini menjadi tonggak baru bagi PT Gemilang Agro Inovasi yang selama ini dikenal lewat produk Cassava Crackers Yammy Babeh. Camilan berbahan dasar singkong lokal itu diolah secara higienis dan dikemas modern agar sesuai dengan standar pasar internasional.

Pelepasan ekspor dilakukan secara simbolis di Sukabumi dan disaksikan oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta Bupati Sukabumi Ayep Zaki. Kehadiran para pejabat itu menunjukkan dukungan terhadap pengembangan usaha mikro berbasis inklusi dan pemberdayaan.

Selain keripik singkong, Ade juga mengembangkan produk turunan mangrove seperti kapsul, teh, dan bubuk. Produk-produk tersebut kini mulai dipasarkan ke Korea Selatan, sehingga memperluas jangkauan bisnis perusahaan.

Perjuangan Pelaku Disabilitas

Ade menjalankan usaha ini bersama suaminya yang tengah berjuang melawan sakit stroke. Di tengah keterbatasan itu, keduanya tetap mempertahankan operasional usaha dan membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

Saat ini, PT Gemilang Agro Inovasi mempekerjakan 10 karyawan tetap dan 25 siswa magang dari SMA Hassina Sukabumi. Kehadiran tenaga kerja tersebut menjadi bukti bahwa usaha kecil dapat memberi dampak ekonomi langsung bagi lingkungan sekitar.

Ade menyampaikan bahwa keterbatasan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk berprestasi. Ia menegaskan, dukungan berbagai pihak menjadi modal penting untuk membawa produk lokal naik kelas dan bersaing di pasar internasional.

Dukungan Pemerintah Dan BUMN

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi capaian tersebut karena dinilai mencerminkan daya saing pelaku usaha mikro. Ia menilai keberhasilan Ade lahir dari kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam memperkuat ekosistem usaha kecil.

Maman juga menegaskan bahwa pemerintah akan memberi prioritas pembinaan bagi pelaku usaha disabilitas. Arahan itu, menurut dia, sejalan dengan langkah Presiden Prabowo untuk memperkuat pelatihan dan penguatan kapasitas agar pelaku usaha lebih berdaya saing di tingkat global.

Dukungan serupa datang dari Pertamina melalui Vice President Corporate Communication Fadjar Djoko Santoso. Ia menyebut ekspor Yammy Babeh selaras dengan upaya mendorong wirausaha lokal agar mampu menembus pasar dunia.

Ekspor Berkelanjutan Pertamina

Pertamina menilai keberhasilan UMKM binaan seperti PT Gemilang Agro Inovasi membuktikan bahwa inklusivitas dan inovasi dapat berjalan beriringan. Perusahaan energi pelat merah itu menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pengembangan usaha lokal.

Fadjar mengatakan, hingga Oktober 2025, sudah ada delapan UMKM binaan yang berhasil menembus pasar ekspor secara berkelanjutan. Capaian tersebut tersebar ke berbagai negara dan memberi nilai tambah bagi produk lokal Indonesia.

Ia menambahkan, Pertamina akan terus memperluas dukungan kepada UMKM di seluruh Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!