Harga Pangan Idul Adha Naik, Cabai Rawit Tembus Rp75.450

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 31 Mei 2026 11:16 WIB 3
Harga Pangan Idul Adha Naik, Cabai Rawit Tembus Rp75.450

Sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga pada Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 27 Mei 2026. Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Bank Indonesia, lonjakan terjadi pada cabai, bawang, telur ayam, hingga minyak goreng. Kenaikan paling mencolok terlihat pada cabai rawit merah yang menembus Rp75.450 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga pangan masih terasa pada momen hari besar keagamaan.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru mencatat penurunan, termasuk cabai rawit hijau dan beras tertentu. Pergerakan harga yang beragam ini memperlihatkan dinamika pasokan dan permintaan di pasar domestik. Masyarakat pun perlu mencermati perubahan harga sebelum berbelanja. Berikut rincian harga pangan terbaru yang tercatat pada Rabu, 27 Mei 2026.

Harga Cabai dan Bawang

Harga cabai rawit merah tercatat sebesar Rp75.450 per kilogram, naik 3,85 persen dibanding hari sebelumnya. Cabai merah besar berada di level Rp64.100 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting mencapai Rp61.350 per kilogram. Keduanya masing-masing naik 15,39 persen dan 14,67 persen. Sementara itu, cabai rawit hijau justru turun 9,48 persen menjadi Rp48.700 per kilogram.

Kenaikan juga terlihat pada komoditas bawang merah ukuran sedang yang naik 3,02 persen menjadi Rp49.400 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang turut meningkat 2,98 persen dan dipatok Rp39.750 per kilogram. Pergerakan ini menandakan tekanan harga tidak hanya terjadi pada komoditas cabai. Pasar bahan dapur masih menghadapi fluktuasi yang cukup terasa menjelang dan saat hari raya.

Cabai menjadi salah satu komoditas yang paling sensitif terhadap perubahan cuaca, distribusi, dan ketersediaan pasokan. Ketika permintaan meningkat, harga cenderung bergerak lebih cepat dibanding komoditas lain. Bawang juga sering mengikuti pola serupa karena menjadi bahan pokok harian. Dalam situasi seperti ini, pedagang dan konsumen biasanya menyesuaikan volume pembelian agar tetap efisien.

Data PIHPS Bank Indonesia menunjukkan perbedaan yang cukup tajam antarjenis cabai pada hari yang sama. Harga cabai rawit merah menjadi yang tertinggi di kelompok cabai, sementara cabai rawit hijau justru melemah. Pola ini mengindikasikan perubahan preferensi pasar serta distribusi stok yang belum merata. Bagi rumah tangga, perbedaan harga tersebut berpengaruh langsung pada biaya belanja harian.

Telur Daging dan Minyak

Harga telur ayam ras segar naik tipis 0,16 persen menjadi Rp30.550 per kilogram. Daging ayam ras segar mencatat kenaikan yang lebih besar, yakni 11,07 persen dan berada di level Rp42.650 per kilogram. Pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah naik 1,95 persen menjadi Rp20.950 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek 1 dan bermerek 2 juga naik masing-masing menjadi Rp24.500 dan Rp23.300 per kilogram.

Di sektor protein hewani, harga daging sapi justru bergerak turun pada dua kualitas yang dicatat PIHPS. Daging sapi kualitas 1 berada di Rp143.800 per kilogram, turun 2,9 persen, sedangkan kualitas 2 menjadi Rp136.700 per kilogram, turun 1,9 persen. Penurunan ini memberikan sedikit penyeimbang di tengah kenaikan pada ayam dan telur. Namun, bagi konsumen, ongkos belanja tetap dapat meningkat karena komoditas lain bergerak naik.

Minyak goreng masih menjadi salah satu kebutuhan yang diperhatikan masyarakat karena digunakan secara luas. Kenaikan pada minyak curah dan kemasan berpotensi menekan pengeluaran dapur, terutama pada keluarga dengan konsumsi harian tinggi. Meski kenaikannya relatif terbatas, dampaknya tetap terasa jika berlangsung berulang. Situasi ini menegaskan pentingnya pemantauan harga di tingkat pasar ritel maupun grosir.

Pergerakan harga pada kelompok ini memperlihatkan bahwa tekanan inflasi pangan belum merata, tetapi tetap signifikan pada komoditas tertentu. Masyarakat biasanya lebih cepat merasakan perubahan pada bahan pokok yang dibeli setiap hari. Karena itu, data harga harian menjadi acuan penting untuk mengatur pengeluaran rumah tangga. Pemerintah daerah dan pelaku distribusi juga perlu menjaga stabilitas pasokan agar lonjakan tidak meluas.

Beras dan Gula Melandai

Berbeda dengan sejumlah komoditas lain, harga beras justru melemah pada Hari Raya Idul Adha. Beras medium I turun 0,93 persen menjadi Rp16.000 per kilogram, sedangkan beras medium II turun 2,5 persen menjadi Rp15.600 per kilogram. Beras kualitas super I dan super II juga terkoreksi masing-masing menjadi Rp17.050 dan Rp16.600 per kilogram. Penurunan ini memberi sinyal adanya perbaikan pasokan pada kelompok beras tertentu.

Pada komoditas gula, harga gula pasir kualitas premium naik tipis 1,24 persen menjadi Rp20.450 per kilogram. Sementara itu, gula pasir lokal tercatat di level Rp19.150 per kilogram. Meski tidak menunjukkan lonjakan tajam, pergerakan ini tetap penting bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Gula termasuk bahan yang sering digunakan, sehingga perubahan kecil pun dapat memengaruhi total biaya belanja.

Stabilitas pada beras dan gula menjadi catatan positif di tengah kenaikan tajam pada cabai dan ayam. Komoditas ini biasanya memiliki pengaruh besar terhadap persepsi inflasi pangan masyarakat. Jika pasokan terjaga, tekanan pada kebutuhan pokok dapat lebih terkendali. Karena itu, tren penurunan pada sebagian komoditas perlu dipertahankan agar harga pangan tidak semakin bergejolak.

Meski ada beberapa harga yang turun, kondisi pasar secara umum masih menunjukkan volatilitas yang tinggi. Hari raya kerap memicu perubahan permintaan yang cepat di berbagai daerah. Dalam situasi tersebut, konsumen cenderung mencari alternatif belanja yang lebih terjangkau. Pemantauan rutin atas harga pangan menjadi langkah penting untuk menjaga daya beli masyarakat.

Daftar Harga Terbaru

Berikut ringkasan harga pangan yang tercatat pada Rabu, 27 Mei 2026. Beras medium I berada di Rp16.000 per kilogram, turun 0,93 persen, dan beras medium II di Rp15.600 per kilogram, turun 2,5 persen. Beras kualitas super I dipatok Rp17.050 per kilogram, sedangkan super II berada di Rp16.600 per kilogram. Gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.450 per kilogram dan gula pasir lokal Rp19.150 per kilogram.

Untuk komoditas minyak goreng, harga curah berada di Rp20.950 per kilogram, minyak kemasan bermerek 1 di Rp24.500 per kilogram, dan bermerek 2 di Rp23.300 per kilogram. Telur ayam ras segar tercatat Rp30.550 per kilogram, sementara daging ayam ras segar naik menjadi Rp42.650 per kilogram. Daging sapi kualitas 1 berada di Rp143.800 per kilogram dan kualitas 2 di Rp136.700 per kilogram. Adapun bawang merah ukuran sedang tercatat Rp49.400 per kilogram dan bawang putih ukuran sedang Rp39.750 per kilogram.

Daftar ini menunjukkan bahwa kenaikan harga lebih dominan terjadi pada kelompok cabai, ayam, dan minyak goreng. Di saat yang sama, beras serta daging sapi relatif lebih terkendali dibanding komoditas lain. Perbedaan arah harga tersebut memperlihatkan bahwa pasar pangan bergerak tidak seragam. Konsumen perlu menyesuaikan pilihan belanja dengan perkembangan harga di lapangan.

Rangkuman harga pangan Idul Adha menegaskan bahwa tekanan terbesar datang dari komoditas yang paling sering dikonsumsi rumah tangga. Cabai rawit merah menjadi sorotan karena mencatat harga tertinggi di kelompoknya. Sementara itu, penurunan pada beberapa komoditas memberi sedikit ruang bagi konsumen untuk mengatur pengeluaran. Jika pasokan tidak segera stabil, volatilitas harga berpotensi berlanjut dalam beberapa hari berikutnya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!