Aktor Eza Gionino akhirnya buka suara mengenai status rumah tangganya dengan Meiza Aulia Coritha atau Eca setelah melalui proses hukum yang panjang di pengadilan. Putusan terbaru Mahkamah Agung memperkuat hasil sebelumnya, sehingga keduanya tetap dinyatakan sah sebagai suami istri menurut hukum negara. Meski begitu, Eza menyebut situasi mereka berbeda bila dilihat dari sisi agama.
Pengakuan itu disampaikan Eza saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, kemarin. Ia mengatakan tengah berusaha menerima hasil hukum tersebut sambil fokus memperbaiki diri, menjaga komunikasi dengan Eca, dan memikirkan tumbuh kembang anak-anak mereka. Perkara rumah tangga pasangan ini sendiri telah menjadi perhatian publik sejak gugatan cerai diajukan pada September 2025.
Putusan yang Dikuatkan
Eza menjelaskan bahwa putusan Mahkamah Agung yang terbit lima hari lalu kembali menguatkan hasil sebelumnya. Dengan demikian, secara hukum negara, status pernikahannya dengan Meiza Aulia Coritha masih tercatat sah.
Ia menegaskan bahwa gugatan cerai yang diajukan pihak istri tidak dikabulkan dalam proses hukum yang berjalan. Karena itu, tidak ada perubahan pada status perkawinan mereka di mata negara.
Kondisi tersebut, menurut Eza, menjadi alasan mengapa situasi rumah tangganya terasa membingungkan. Di satu sisi, keputusan pengadilan tetap menjaga status perkawinan, tetapi di sisi lain, hubungan personal keduanya telah mengalami jarak.
Perbedaan Pandangan
Eza mengungkapkan adanya perbedaan antara status hukum negara dan pandangan agama yang ia yakini. Sebagai seorang muslim, ia menilai hubungan pernikahannya dengan Eca telah berakhir secara agama.
Ia menyampaikan bahwa dirinya dan Eca sama-sama beragama Islam, sehingga pemahaman yang ia pegang mengarah pada anggapan bahwa ikatan tersebut sudah terpisah. Namun, penegasan itu tidak mengubah fakta bahwa secara hukum Indonesia mereka masih suami istri.
Perbedaan itu membuat Eza berada dalam posisi yang serba sulit. Ia pun memilih untuk tidak terlalu larut dalam kebingungan tersebut dan mencoba bersikap tenang menghadapi keputusan yang ada.
Fokus Benahi Diri
Di tengah situasi rumah tangga yang belum menemukan titik akhir, Eza memilih untuk memasrahkan kelanjutan nasib pernikahannya. Ia menyebut saat ini lebih fokus pada perbaikan diri melalui ibadah dan pola hidup sehat.
Sikap itu diambil agar dirinya tetap stabil dalam menghadapi tekanan emosional yang muncul dari proses hukum panjang. Ia berharap langkah tersebut dapat membantunya tetap berpikir jernih dalam mengambil sikap ke depan.
Eza juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik dengan Eca, terutama demi pertumbuhan anak-anak mereka. Menurutnya, hubungan sebagai orang tua harus tetap dijaga meski dinamika rumah tangga sedang tidak mudah.
Awal Perkara
Kerenggangan rumah tangga Eza Gionino dan Meiza Aulia Coritha mulai terendus publik ketika Eca mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Cibinong, Jawa Barat, pada 3 September 2025. Langkah itu menjadi awal dari rangkaian proses hukum yang kemudian berlanjut ke berbagai tingkat peradilan.
Dalam persidangan tingkat pertama, majelis hakim Pengadilan Agama Cibinong memutuskan menolak gugatan cerai tersebut. Hasil itu membuat pihak Eca tidak puas dan memilih menempuh upaya hukum lanjutan.
Perkara kemudian berlanjut ke tahap banding hingga akhirnya masuk ke Mahkamah Agung. Pada pertengahan Mei 2026, Mahkamah Agung mengeluarkan putusan resmi yang menolak permohonan tersebut dan menguatkan putusan sebelumnya.
