Anggur Diduga Bantu Lindungi Kulit dari Sinar Matahari

Lifestyle Nadia Safira Putri 26 Mei 2026 09:50 WIB 2
Anggur Diduga Bantu Lindungi Kulit dari Sinar Matahari

Paparan sinar matahari sulit dihindari, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Selain sunscreen, perlindungan dari dalam tubuh juga dinilai penting untuk menjaga kesehatan kulit.

Penelitian terbaru menemukan bahwa camilan sederhana berupa anggur berpotensi membantu memperkuat pertahanan alami kulit terhadap kerusakan akibat sinar matahari. Temuan ini menyoroti kemungkinan perlindungan kulit yang tidak hanya bergantung pada perawatan dari luar, tetapi juga dari asupan harian yang mudah ditemui.

Anggur dan Kulit

Sebuah studi kecil yang dilakukan peneliti dari Western New England University meneliti kemungkinan manfaat anggur bagi kulit. Studi tersebut melibatkan 29 responden yang lebih dulu menjalani pola makan khusus selama dua minggu.

Langkah itu dilakukan untuk menghilangkan faktor makanan lain yang dapat memengaruhi hasil penelitian. Setelah masa persiapan selesai, para peserta diminta mengonsumsi bubuk anggur beku kering yang dicampur air dua kali sehari selama dua minggu.

Jumlah konsumsi tersebut setara dengan sekitar tiga porsi anggur segar per hari. Setiap sajian juga disebut hanya mengandung sekitar 62 kalori, sehingga tergolong ringan untuk konsumsi harian.

Metode Penelitian

Untuk menilai dampaknya, peneliti mengambil sampel jaringan kulit sebelum dan sesudah intervensi. Sampel berasal dari dua area, yaitu kulit yang terpapar sinar ultraviolet dosis rendah dan area pinggul yang terlindungi dari paparan.

Pendekatan ini digunakan agar peneliti dapat membandingkan kondisi kulit yang menerima paparan dengan area yang tidak terpapar. Dengan demikian, perubahan yang muncul dapat diamati lebih jelas dan terukur.

Penelitian tersebut juga berupaya melihat pengaruh anggur hingga ke tingkat genetik. Karena itu, fokus analisis tidak hanya pada tampilan luar kulit, tetapi juga pada respons biologis yang terjadi di dalam jaringan.

Risiko Sinar UV

Sinar ultraviolet diketahui mampu menembus lapisan kulit dan merusak DNA sel. Dalam jangka pendek, dampaknya dapat muncul sebagai kulit terbakar matahari atau sunburn.

Kerusakan akibat paparan berulang tidak berhenti pada rasa perih atau kemerahan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mempercepat penuaan dini dan meningkatkan risiko kanker kulit.

Karena itu, perlindungan kulit menjadi perhatian penting, terutama bagi orang yang sering berada di bawah paparan matahari langsung. Upaya pencegahan idealnya dilakukan secara berlapis agar risiko kerusakan dapat ditekan.

Temuan Awal Studi

Dari total 29 responden, hanya empat orang yang menghasilkan sampel jaringan berkualitas tinggi untuk dianalisis lebih lanjut. Seluruh sampel tersebut berasal dari perempuan dengan tipe kulit yang cenderung mudah terbakar matahari.

Jumlah sampel yang terbatas membuat hasil penelitian ini belum dapat digeneralisasi secara luas. Meski begitu, temuan awalnya dinilai menarik karena menunjukkan potensi anggur dalam mendukung pertahanan alami kulit.

Para peneliti menilai kajian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan sejauh mana efek tersebut bekerja pada kelompok yang lebih besar. Jika terbukti konsisten, anggur dapat menjadi pelengkap sederhana dalam strategi perlindungan kulit sehari-hari.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!