Ubi Cream Cheese Viral, Ini Batas Konsumsi yang Wajar

Lifestyle Nadia Safira Putri 26 Mei 2026 10:54 WIB 2
Ubi Cream Cheese Viral, Ini Batas Konsumsi yang Wajar

Ubi cream cheese tengah menjadi camilan viral di media sosial karena tampilannya menarik dan rasanya dianggap nikmat. Meski berbahan dasar ubi yang kerap dinilai lebih sehat dibanding dessert lain, makanan ini tetap mengandung gula, lemak, dan kalori yang perlu diperhatikan.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, menjelaskan bahwa porsi ubi cream cheese yang masih tergolong wajar berada di kisaran 100 hingga 150 gram ubi per sekali makan. Menurutnya, jumlah tersebut setara dengan porsi karbohidrat pengganti nasi dan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian masing-masing orang.

Ubi cream cheese dan porsi wajar

Ubi kerap dipilih sebagai alternatif karbohidrat karena dianggap lebih mengenyangkan dan memiliki serat lebih tinggi dibanding nasi putih. Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada jumlah konsumsi dan cara penyajiannya. Jika porsinya berlebihan, maka asupan energi harian dapat meningkat tanpa disadari.

dr Tjandraningrum menegaskan bahwa porsi ubi yang wajar sekitar 100 sampai 150 gram dalam satu kali makan. Ukuran ini dinilai sebanding dengan satu porsi nasi, meski kebutuhan tiap orang tetap berbeda. Karena itu, penentuan porsi sebaiknya mempertimbangkan aktivitas fisik dan total kalori harian.

Ia juga mengingatkan bahwa ubi cream cheese bukan sekadar ubi rebus atau kukus yang sederhana. Begitu tambahan topping masuk, nilai gizinya berubah dan kalorinya bisa meningkat lebih cepat. Kondisi ini membuat camilan tersebut perlu dipandang sebagai dessert, bukan makanan pokok harian.

Risiko lemak dan gula

Penggunaan cream cheese menjadi perhatian utama karena bahan ini mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Jika dipakai terlalu banyak, total lemak pada sajian dapat melonjak dan kurang ideal untuk dikonsumsi rutin. Hal tersebut menjadi penting terutama bagi orang yang sedang menjaga berat badan atau kolesterol.

Selain cream cheese, tambahan susu kental manis, gula, maupun butter juga dapat memperbesar beban kalori. Kombinasi bahan tersebut membuat ubi yang semula sederhana berubah menjadi dessert tinggi energi. Karena itu, penambahan topping sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan.

Manfaat ubi sebagai sumber karbohidrat juga dapat berkurang jika disandingkan dengan bahan tinggi gula dan lemak. Rasa kenyang yang dihasilkan tetap ada, tetapi tidak selalu sejalan dengan kualitas gizi yang diharapkan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat mengganggu pola makan yang seimbang.

Tips konsumsi lebih aman

Untuk menjaga agar ubi cream cheese tetap aman dinikmati, porsi cream cheese disarankan tipis saja. dr Tjandraningrum menyebut kisaran 20 hingga 30 gram masih tergolong wajar. Dengan cara ini, camilan tetap lezat tanpa berlebihan pada asupan lemak.

Pemilihan porsi juga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan energi harian. Orang dengan aktivitas tinggi mungkin memiliki toleransi kalori yang berbeda dibanding mereka yang lebih banyak duduk. Karena itu, tidak ada satu ukuran yang cocok untuk semua orang.

Jika ingin lebih seimbang, ubi dapat dipadukan dengan topping yang lebih ringan dan tidak terlalu manis. Konsumen juga dapat menjadikannya sebagai pengganti salah satu porsi karbohidrat, bukan tambahan setelah makan besar. Langkah sederhana ini membantu menjaga asupan tetap terkendali.

Bijak mengikuti tren makanan

Fenomena ubi cream cheese menunjukkan bahwa makanan viral tidak selalu otomatis sehat. Penilaian gizi tetap harus melihat komposisi, ukuran porsi, dan frekuensi konsumsi. Karena itu, tren di media sosial sebaiknya tidak diikuti tanpa pertimbangan.

Dalam konteks pola makan sehari-hari, keseimbangan tetap menjadi kunci utama. Makanan manis masih boleh dikonsumsi, selama porsinya terukur dan tidak mengganggu kebutuhan gizi lain. Prinsip ini penting agar camilan tidak berubah menjadi sumber kalori berlebih.

Dengan pemahaman yang tepat, ubi cream cheese tetap bisa dinikmati sebagai selingan. Namun, konsumen perlu sadar bahwa sajian ini bukan makanan sehat sepenuhnya hanya karena berbahan dasar ubi. Sikap bijak dalam memilih porsi akan jauh lebih bermanfaat bagi kesehatan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!