Dokter Ungkap Fakta di Balik Mitos Air Dingin dan Lemak

Lifestyle Nadia Safira Putri 30 Mei 2026 06:52 WIB 2
Dokter Ungkap Fakta di Balik Mitos Air Dingin dan Lemak

Banyak orang masih percaya minum air dingin setelah makan daging dapat membuat lemak membeku di dalam tubuh. Mitos ini kerap mencuat saat Idul Adha, ketika konsumsi sate, gulai, dan makanan berlemak meningkat bersama es teh manis sebagai pendamping.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menegaskan anggapan itu tidak benar. Ia menjelaskan bahwa makanan dan minuman akan menyesuaikan suhu tubuh, sehingga tidak ada proses pembekuan lemak di saluran pencernaan.

Fakta Air Dingin

Menurut dr Aru, anggapan bahwa air dingin dapat membekukan lemak hanyalah mitos. Air dingin maupun hangat akan berubah mengikuti suhu tubuh setelah masuk ke dalam sistem pencernaan.

Karena itu, cairan yang diminum tidak akan tetap dingin saat melewati tenggorokan hingga usus. Proses alami tubuh membuat suhu minuman menyesuaikan dengan kondisi internal.

Dengan mekanisme tersebut, tubuh tidak akan menerima air dalam keadaan yang cukup ekstrem untuk membekukan lemak. Penjelasan ini sekaligus membantah kekhawatiran yang selama ini beredar di masyarakat.

Pencernaan Menyesuaikan Suhu

Dr Aru menyebut makanan dan minuman yang masuk akan berubah menjadi suhu tubuh. Penyesuaian ini terjadi secara alami di dalam saluran cerna.

Setelah proses itu berlangsung, lemak dari makanan tidak mungkin mengeras seperti yang dibayangkan dalam mitos. Tubuh memiliki sistem yang menjaga agar suhu isi pencernaan tetap stabil.

Ia menegaskan, baik minuman panas maupun dingin tidak membuat makanan menjadi beku setelah dikonsumsi. Karena itu, kekhawatiran soal lemak membeku tidak memiliki dasar medis.

Minum Saat Makan

Kebiasaan minum air dingin saat makan daging sebenarnya tidak berbahaya dalam konteks mitos pembekuan lemak. Yang perlu diperhatikan justru jumlah asupan makanan berlemak secara keseluruhan.

Pada momen perayaan, banyak orang cenderung makan berlebihan karena variasi hidangan yang melimpah. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan pencernaan bila tidak diimbangi dengan pola makan yang bijak.

Air putih, baik dingin maupun hangat, tetap menjadi pilihan yang bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan. Konsumsi secukupnya lebih penting dibanding mempercayai anggapan yang tidak terbukti.

Bijak Hadapi Mitos

Informasi kesehatan yang beredar di masyarakat perlu disaring dengan sumber yang kredibel. Penjelasan dokter menjadi penting agar publik tidak mudah terpengaruh oleh mitos yang menyesatkan.

Masyarakat juga diimbau memahami bahwa tubuh bekerja melalui mekanisme biologis yang terukur. Karena itu, klaim sederhana seperti lemak membeku akibat air dingin tidak dapat diterima tanpa bukti ilmiah.

Dengan memahami fakta ini, masyarakat bisa menikmati makanan perayaan dengan lebih tenang. Kuncinya tetap pada pola makan seimbang, porsi yang wajar, dan kebiasaan hidup sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!