Eks PMI Siti Fatimah Sukses Bangun Usaha Jajanan Singkong

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 30 Mei 2026 08:06 WIB 2
Eks PMI Siti Fatimah Sukses Bangun Usaha Jajanan Singkong

Mantan pekerja migran Indonesia, Siti Fatimah, membuktikan bahwa pulang ke Tanah Air dapat menjadi awal baru yang lebih menjanjikan. Perempuan asal Trenggalek, Jawa Timur, itu memilih meninggalkan pekerjaannya sebagai tenaga kerja wanita di Hongkong dan memulai usaha dari rumah pada 2017.

Berbekal tabungan sisa Rp700 ribu, Fatimah membangun merek jajanan tradisional bernama Qtello Ayu, yang kini berkembang menjadi usaha rumahan dengan produksi ratusan kotak per hari. Kisahnya menunjukkan bahwa keberanian, ketekunan, dan strategi sederhana dapat mengubah kondisi ekonomi keluarga secara signifikan.

Awal pulang dan memulai usaha

Fatimah kembali ke Indonesia pada Mei 2017 setelah lima tahun bekerja di Hongkong. Ia menilai pekerjaan sebagai TKW tidak lagi memberi ruang berkembang dan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Keputusan pulang diambil setelah ia memikirkan masa depan anak-anaknya sebagai seorang single parent. Dari rumah, ia mulai merancang usaha yang bisa dijalankan dengan modal terbatas namun berpeluang tumbuh.

Pada akhir 2017, ia mulai menjual aneka jajanan tradisional berbahan dasar singkong. Produk itu diberi nama Qtello Ayu, gabungan kata ketela dan ayu yang berarti cantik.

Modal awal yang digunakan hanya Rp700 ribu, seluruhnya berasal dari sisa tabungan. Dengan tekad kuat, Fatimah ingin memastikan uang tersebut benar-benar menjadi awal usaha, bukan kembali habis untuk kebutuhan sesaat.

Inovasi produk jajanan singkong

Pada tahap awal, varian produk Qtello Ayu hanya terdiri atas ongol-ongol, getuk, dan klepon. Namun, ide pengembangan terus dilakukan agar produk terlihat lebih menarik dan sesuai selera pasar.

Saat ini, Qtello Ayu telah memiliki sembilan varian dengan tampilan warna-warni. Di antaranya sarang burung, getuk bakar, talam lapis, talam pisang, Singju Krispi, dan Cendol Ayu.

Meski bahan bakunya sederhana, Fatimah mengemas produknya secara inovatif agar tampil lebih modern. Sentuhan visual yang menarik menjadi salah satu pembeda utama dari jajanan tradisional lainnya.

Ia juga menjaga konsistensi rasa dan kesegaran produk untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan. Pendekatan itu membuat jajanan singkong rumahan ini memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Pemasaran dari rumah

Untuk menjangkau pembeli, Fatimah memanfaatkan WhatsApp, grup alumni, dan media sosial. Ia juga mengandalkan promosi dari mulut ke mulut yang terbukti efektif memperluas pasar.

Strategi pemasaran sederhana itu membantu produknya dikenal di berbagai daerah. Pelanggan datang bukan hanya dari Tulungagung dan Trenggalek, tetapi juga dari luar kota.

Permintaan dari kota lain bahkan membuat produknya kerap dibawa sebagai oleh-oleh ke Surabaya, Probolinggo, hingga Jakarta. Jalur distribusi yang tumbuh organik ini memperlihatkan bahwa pemasaran digital dan jaringan personal masih sangat relevan bagi usaha kecil.

Meski berbasis rumahan, Fatimah tetap menjaga kualitas produksi agar pelanggan memperoleh produk yang segar. Ia memadukan cara kerja keluarga dengan pengelolaan yang rapi supaya usaha bisa berjalan stabil setiap hari.

Dampak ekonomi bagi keluarga

Seiring berkembangnya usaha, produksi Qtello Ayu kini mencapai sekitar 400 kotak per hari. Omzet hariannya rata-rata menyentuh Rp1 juta, meski pada hari tertentu dapat meningkat menjadi Rp2 juta hingga Rp3 juta.

Pekerjaan itu tidak dijalankan sendirian, melainkan dibantu keluarga dan dua karyawan harian. Seluruh proses tetap dilakukan dari rumah agar operasional lebih efisien dan pengawasan kualitas tetap terjaga.

Hasil usaha tersebut membawa perubahan besar bagi kehidupan Fatimah dan keluarganya. Ia berhasil memperbaiki kondisi ekonomi, melunasi utang, bahkan membeli mobil untuk kebutuhan operasional.

Keberhasilan itu juga membuka jalan bagi keluarganya untuk ikut berkembang. Salah satu anaknya yang telah menikah bahkan membuka cabang Qtello Ayu di Bandung, sementara Fatimah berharap usahanya bisa terus hadir di lebih banyak kota.

Catatan: Produk Qtello Ayu dijual mulai dari Rp8 ribu per box dan cocok untuk camilan atau sajian acara. Informasi lebih lanjut tersedia melalui akun Instagram resmi @qtelloayu_trenggalek.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!