Kienka Ungkap Kunci UMKM Fesyen Tetap Eksis

Lifestyle Nadia Safira Putri 30 Mei 2026 08:02 WIB 3
Kienka Ungkap Kunci UMKM Fesyen Tetap Eksis

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan promosi untuk bertahan di pasar. Pemilik brand modest fesyen Kienka, Helda Amalia, menilai produk harus memiliki ciri khas yang kuat agar mudah dikenali konsumen. Ia menyampaikan pandangan itu dalam acara Borderless Commerce in Action di sela pameran BNI di ICE BSD, Tangerang, pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Menurutnya, identitas produk menjadi fondasi utama untuk menjaga eksistensi merek di era kompetitif.

Helda menegaskan bahwa sebuah brand perlu memiliki DNA yang konsisten sejak awal. Kienka, kata dia, mempertahankan motif bunga dengan warna pastel sebagai ciri yang tidak berubah dari dulu. Karakter visual tersebut membuat produk lebih mudah diingat dan membedakan Kienka dari merek lain. Strategi ini menjadi salah satu alasan brand tersebut mampu tetap bersaing di tengah pasar fesyen yang padat.

Ciri Khas Fesyen Kienka

Helda menjelaskan, kekuatan utama sebuah brand terletak pada identitas yang jelas dan konsisten. Dalam bisnis fesyen, konsumen cenderung lebih mudah mengenali produk yang punya warna, motif, dan gaya khas. Karena itu, Kienka memilih mempertahankan pola bunga dengan nuansa pastel sebagai DNA produk. Ia menilai konsistensi tersebut membantu membangun kepercayaan pasar dalam jangka panjang.

Selain pada desain, ciri khas juga terlihat dari arah komunikasi merek. Kienka ingin tampil sebagai modest fesyen yang tetap memberi kesan muda bagi perempuan dewasa. Pilihan warna menjadi salah satu elemen penting untuk menjaga kesan itu tetap kuat. Dengan pendekatan tersebut, brand dapat tampil berbeda tanpa kehilangan karakter utama.

Helda menilai, diferensiasi adalah kunci agar produk tidak tenggelam di tengah banyaknya kompetitor. Tanpa pembeda yang jelas, konsumen akan sulit mengingat merek dan cepat berpindah ke pilihan lain. Karena itu, pelaku UMKM perlu menentukan identitas produk sejak awal dan menjaganya secara konsisten. Langkah ini dinilai lebih efektif daripada sekadar mengikuti tren sesaat.

Menentukan Segmen Konsumen

Dalam mengembangkan usahanya, Kienka juga menetapkan sasaran pasar yang spesifik. Brand ini menyasar konsumen berusia sekitar 30 hingga 50 tahun yang ingin tetap tampil muda. Menurut Helda, penentuan segmen usia membuat produk dan komunikasi promosi lebih tepat sasaran. Cara ini membantu brand memahami kebutuhan pelanggan dengan lebih akurat.

Segmentasi yang jelas juga memengaruhi pemilihan desain dan warna produk. Helda menyebut, konsumen sasaran Kienka cenderung menyukai tampilan yang lembut, anggun, namun tetap segar. Karena itu, elemen pastel dinilai sesuai dengan selera pasar yang dibidik. Strategi tersebut membuat produk lebih relevan dengan preferensi konsumen yang ingin tampil modis tanpa berlebihan.

Ia menambahkan, UMKM perlu membaca perilaku konsumen sebelum memproduksi barang dalam jumlah besar. Pemahaman terhadap usia, gaya hidup, dan kebiasaan belanja akan membantu efisiensi produksi. Dengan begitu, produk yang ditawarkan memiliki peluang lebih besar untuk diterima pasar. Pendekatan berbasis data juga dapat mengurangi risiko barang tidak terjual.

Aktif Di Berbagai Ajang

Selain menjaga identitas produk, Kienka juga aktif mengikuti berbagai kegiatan fesyen. Helda mengatakan keikutsertaan dalam ajang fesyen week, baik nasional maupun yang digelar sendiri, menjadi bagian penting dari strategi bisnis. Melalui kegiatan tersebut, brand dapat memperluas jangkauan audiens dan memperkuat posisi di industri. Kehadiran di berbagai forum juga membantu meningkatkan eksposur merek di hadapan calon pelanggan.

Menurut Helda, pameran dan ajang fesyen memberi kesempatan untuk memperkenalkan produk secara langsung. Interaksi tatap muka dengan konsumen memungkinkan brand memperoleh umpan balik yang lebih cepat. Informasi itu kemudian dapat dipakai untuk menyempurnakan desain, layanan, maupun strategi pemasaran. Dengan cara ini, brand tidak hanya tampil, tetapi juga terus berkembang mengikuti kebutuhan pasar.

Kienka juga memanfaatkan kolaborasi untuk menjaga relevansi merek. Helda menyebut kerja sama dilakukan dengan influencer serta produk kecantikan agar jangkauan promosi semakin luas. Kolaborasi semacam ini dinilai efektif untuk menjangkau audiens baru yang memiliki ketertarikan serupa. Di tengah persaingan yang ketat, sinergi lintas sektor menjadi salah satu cara untuk memperkuat posisi brand.

Strategi Live Shopping

Helda turut membagikan pandangan soal cara menjaga live shopping tetap ramai. Menurut dia, peran host sangat menentukan karena harus mampu menarik perhatian dan membangun suasana yang mendorong minat beli. Host yang komunikatif dapat menciptakan urgensi tanpa membuat konsumen merasa dipaksa. Dengan pendekatan itu, penonton lebih terdorong untuk segera mengambil keputusan.

Ia menjelaskan, live shopping yang efektif tidak hanya bergantung pada diskon atau harga murah. Penyajian yang menarik, penjelasan produk yang jelas, serta interaksi yang hangat menjadi faktor penting untuk menjaga perhatian penonton. Jika suasana siaran terasa hidup, peluang konversi pembelian akan lebih besar. Karena itu, kualitas host menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan.

Helda juga menerapkan sistem open pre-order untuk mendukung strategi penjualan. Produk contoh ditampilkan lebih dulu selama tiga sampai lima hari agar konten bisa dibangun dan berpotensi viral sebelum masa pembelian dibuka. Setelah itu, konsumen diberi waktu membeli pada jadwal yang telah ditentukan. Skema ini dinilai membantu menciptakan antusiasme sekaligus mengatur alur produksi dengan lebih efisien.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!