Dokter Ingatkan Risiko Ubi Bakar Gosong

Lifestyle Nadia Safira Putri 23 Mei 2026 18:25 WIB 6
Dokter Ingatkan Risiko Ubi Bakar Gosong

Ubi cream cheese panggang tengah ramai dibicarakan di media sosial karena aroma smoky dan permukaannya yang kecoklatan dianggap menambah cita rasa. Meski terlihat lebih sehat dibanding dessert berbahan tepung, cara memasaknya tetap perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan risiko kesehatan. Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK, mengingatkan agar ubi tidak dibakar sampai gosong. Menurutnya, bagian yang terlalu hitam sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu banyak.

Ia menjelaskan bahwa ubi pada dasarnya bisa diolah dengan beragam cara dan tetap aman selama tidak menambah kalori berlebihan. Metode seperti dipanggang di oven, dikukus, atau dibakar di atas arang masih tergolong wajar. Namun, proses pemasakan harus dikendalikan agar permukaan ubi tidak terbakar. Dengan begitu, makanan tetap nikmat tanpa mengabaikan aspek kesehatan.

Ubi Bakar dan Risiko

dr Tjandra menegaskan bahwa masalah utama muncul ketika ubi dibakar terlalu lama hingga bagian luarnya hangus. Kondisi itu membuat bagian yang hitam dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Ia menyebut, semakin gosong permukaan ubi, semakin besar kemungkinan terbentuk zat yang tidak diinginkan. Karena itu, masyarakat perlu lebih cermat saat mengejar aroma smoky pada camilan viral tersebut.

Menurut penjelasannya, bagian ubi yang menghitam mengandung akrilamid dalam kadar yang patut diwaspadai. Zat ini dapat terbentuk pada makanan bertepung yang dipanaskan pada suhu tinggi. Jika bagian yang gosong ikut dimakan, paparan akrilamid bisa meningkat. Oleh sebab itu, konsumsi ubi yang terlalu hangus sebaiknya dibatasi.

Ia menambahkan bahwa risiko bukan berarti ubi bakar harus dihindari sama sekali. Yang penting, tingkat kematangan dijaga agar hanya menghasilkan tekstur lembut dan aroma harum, bukan arang. Masyarakat juga perlu memahami bahwa tampilan kecoklatan tidak selalu berarti lebih sehat. Dalam konteks tertentu, warna terlalu gelap justru menjadi tanda untuk berhati-hati.

Cara Memasak yang Aman

Untuk menjaga manfaat ubi, dr Tjandra menyarankan cara memasak yang tidak menambah banyak lemak atau gula. Mengukus menjadi salah satu pilihan paling aman karena tidak memerlukan minyak. Memanggang di oven juga masih dapat dilakukan selama suhu dan waktunya dikendalikan. Prinsip utamanya adalah menjaga bahan tetap sederhana dan tidak berlebihan.

Bila menggunakan arang, proses pembakaran perlu diawasi lebih ketat. Ubi sebaiknya dibalik secara berkala agar tidak ada bagian yang terpapar panas langsung terlalu lama. Permukaan yang mulai menghitam perlu segera dikurangi sebelum menjadi gosong. Dengan cara itu, rasa smoky tetap didapat tanpa menghasilkan lapisan hangus yang berisiko.

Selain teknik memasak, porsi juga perlu diperhatikan agar camilan tetap seimbang. Ubi memang dapat menjadi alternatif yang lebih baik dibanding dessert tinggi tepung dan krim. Namun, tambahan cream cheese, gula, atau topping manis lain dapat menaikkan kalorinya. Karena itu, pilihan pelengkap yang bijak tetap menjadi bagian penting dari konsumsi yang sehat.

Tren Sehat Tetap Bijak

Popularitas ubi cream cheese menunjukkan bahwa masyarakat semakin tertarik pada camilan yang dianggap lebih sehat. Namun, persepsi sehat tidak selalu sejalan dengan cara pengolahan yang tepat. Aroma smoky dan tekstur karamel memang memberi daya tarik tersendiri. Akan tetapi, kenikmatan tersebut sebaiknya tidak mengorbankan kualitas gizi dan keamanan pangan.

dr Tjandra mengingatkan bahwa kebiasaan membakar makanan hingga terlalu gosong perlu dihindari. Ia menilai, kebiasaan tersebut sering dianggap sepele karena hanya terjadi pada lapisan luar makanan. Padahal, bagian yang hitam justru berpotensi membawa senyawa yang tidak diinginkan ke dalam tubuh. Kesadaran kecil saat memasak dapat membantu mengurangi risiko jangka panjang.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati ubi bakar, kuncinya ada pada pengendalian panas dan waktu masak. Pilih tingkat kematangan yang membuat ubi empuk, harum, dan kecoklatan secukupnya. Jika ada bagian yang hangus, sebaiknya dipotong sebelum disantap. Dengan langkah sederhana itu, tren kuliner viral tetap bisa dinikmati secara lebih aman.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!