Dewi Perssik akhirnya melangsungkan pemotongan hewan kurban di Jakarta meski sempat terlambat satu hari dari perayaan Idul Adha. Keputusan itu diambil setelah ia menyelesaikan pekerjaan di Kalimantan dan memilih pulang menggunakan helikopter agar tidak kehilangan momen berkurban.
Penyanyi dangdut yang akrab disapa Depe itu menilai perjalanan darat akan memakan waktu terlalu lama dan menyulitkan agenda kurban yang sudah disiapkan. Demi memastikan hewan kurbannya segera disembelih, ia langsung menginstruksikan panitia untuk memproses dua ekor sapi limosin di rumahnya.
Perjalanan Kurban Dewi Perssik
Dewi Perssik mengaku harus menyesuaikan jadwal kerja di Kalimantan sebelum bisa kembali ke Jakarta. Ia menyebut keterlambatan pemotongan kurban terjadi karena dirinya masih menjalankan kewajiban pekerjaan di luar daerah.
Setelah pekerjaan selesai, ia tidak ingin momen Idul Adha berlalu begitu saja. Oleh karena itu, ia memilih pulang dengan helikopter agar bisa segera tiba di Jakarta.
Ia menjelaskan, jalur darat dari lokasi kerjanya sangat panjang dan melelahkan. Rute yang harus ditempuh melalui Pontianak, Ketapang, hingga Kayong dinilai terlalu memakan waktu.
Karena pertimbangan itu, pihak yang mengundangnya akhirnya menyarankan penggunaan pesawat dan helikopter. Langkah tersebut membuat Dewi Perssik tetap bisa hadir di rumah pada waktu yang dibutuhkan untuk kurban.
Alasan Pilih Helikopter
Dewi Perssik menuturkan bahwa ia ingin tetap berada di Jakarta saat proses penyembelihan berlangsung. Ia menilai kesempatan berkurban tidak seharusnya dilewatkan, terlebih hewan kurban sudah disiapkan sejak awal.
Ia juga mengatakan bahwa dirinya jarang bepergian jauh di tengah momen Lebaran. Karena itu, kesempatan kali ini dimanfaatkan untuk segera pulang meski harus menempuh perjalanan udara yang tidak biasa.
Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa perjalanan darat dari lokasi kerja tidak realistis untuk dikejar. Waktu tempuh yang panjang akan membuat proses kurban tertunda lebih lama.
Demi efisiensi, helikopter menjadi pilihan yang paling memungkinkan. Dengan cara itu, ia bisa tetap menjaga komitmen menjalankan ibadah kurban sesuai rencana.
Proses Penyembelihan Kurban
Setibanya di Jakarta, Dewi Perssik langsung meminta panitia kurban untuk menyembelih dua ekor sapi limousin miliknya. Ia tidak ingin waktu istirahat menjadi alasan untuk menunda pembagian daging kurban kepada warga.
Ia bahkan mengakui bahwa dirinya meminta agar proses berjalan tanpa menunggu terlalu lama. Menurutnya, sapi kurban sudah berada di rumah dan harus segera diproses.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa ia ingin memastikan pelaksanaan kurban berjalan lancar. Ia juga menegaskan bahwa dirinya harus pulang agar semua kegiatan dapat selesai tepat waktu.
Di tengah kesibukan itu, Dewi Perssik tetap memantau jalannya penyembelihan. Ia memilih fokus pada pelaksanaan ibadah ketimbang beristirahat lebih dulu.
Antusias Warga Sekitar
Pelaksanaan kurban di rumah Dewi Perssik berlangsung cukup meriah. Puluhan warga datang untuk menyaksikan proses penyembelihan dua ekor sapi jumbo tersebut.
Selama proses berlangsung, ia terus melantunkan takbir bersama warga yang hadir. Sesekali, ia tampak menutup mata karena tidak tega melihat sapi kurbannya disembelih.
Setelah prosesi selesai, Dewi Perssik bisa menyapa para tetangga dan warga sekitar. Ia juga menyebut kehadiran Pak RT membuat suasana semakin hangat dan akrab.
Sebagai informasi, Dewi Perssik menjalankan kurban dengan total 12 sapi jumbo yang disebar ke beberapa daerah. Hewan kurban itu dibagikan ke Jakarta, Jember, hingga Malang sebagai bentuk berbagi di Hari Raya Idul Adha.
