PSN Kantongi Izin Operasi Satelit Nusantara Lima

Teknologi Moh. Royhan Nahado 01 Juni 2026 06:25 WIB 2
PSN Kantongi Izin Operasi Satelit Nusantara Lima

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) semakin dekat mengoperasikan secara komersial Satelit Nusantara Lima atau Satelit N5 setelah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Izin tersebut diterbitkan setelah Satelit N5 dinyatakan lolos Uji Laik Operasi (ULO) di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23-24 April 2026. Dengan kapasitas 160 Gbps, satelit ini diproyeksikan menjadi salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia.

PSN menargetkan Satelit N5 menjadi penguat utama pemerataan akses internet di Indonesia, terutama di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal. Operasional satelit ini juga dipandang strategis untuk mendukung transformasi digital nasional dan layanan publik di daerah yang selama ini terkendala konektivitas. Kehadiran izin komersial tersebut menjadi langkah penting sebelum layanan satelit ini dibuka lebih luas kepada masyarakat.

Satelit N5 Dapat Izin Komersial

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara Adi Rahman Adiwoso mengatakan kelulusan ULO menjadi fase krusial sebelum satelit melayani masyarakat secara luas. Ia menegaskan bahwa Satelit N5 telah memenuhi standar regulasi nasional dan siap mengemban misi pemerataan konektivitas. Menurut dia, infrastruktur ini dirancang untuk menghadirkan layanan yang maju secara teknologi sekaligus patuh terhadap ketentuan yang berlaku.

Adi menyampaikan apresiasi atas hasil pengujian yang dilakukan tim evaluator Komdigi di Banjarbaru. Ia menyebut capaian itu sebagai bukti komitmen PSN dalam membangun infrastruktur satelit yang andal dan berstandar tinggi. PSN, kata dia, juga ingin mendukung agenda pemerintah dalam mempercepat pemerataan akses internet di pelosok Nusantara.

Dalam pernyataannya, Adi menekankan bahwa keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari tahapan pemanfaatan yang lebih luas. Satelit N5 diharapkan segera memberi manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan berbagai sektor layanan. PSN menilai kehadiran satelit tersebut akan memperkuat fondasi konektivitas nasional dalam jangka panjang.

Uji Laik Operasi Berjalan Ketat

Proses ULO dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana Satelit N5 memenuhi standar keamanan dan fungsionalitas. Pengujian mengacu pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi. Seluruh tahapan dijalankan untuk menjamin kesiapan teknis sebelum layanan beroperasi secara komersial.

Validasi yang dilakukan mencakup infrastruktur jaringan tetap tertutup berbasis satelit dan VSAT. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kualitas layanan, keandalan sistem, serta kepatuhan terhadap regulasi spektrum frekuensi di Indonesia. Dengan pendekatan tersebut, otoritas ingin memastikan layanan yang diterima pengguna tetap stabil dan aman.

Ketua Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan mengatakan pengujian dilakukan secara komprehensif dan ketat. Ia menilai hasil pemeriksaan menunjukkan sistem Satelit N5 laik dioperasikan secara komersial. Menurut dia, kepastian kelayakan penting untuk melindungi hak pengguna jasa telekomunikasi agar memperoleh layanan berkualitas.

Satelit N5 Didukung Infrastruktur Luas

Satelit N5 menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band dan jangkauan hingga kawasan ASEAN. Cakupannya meliputi Malaysia dan Filipina, sehingga kapasitasnya tidak hanya berorientasi pada pasar domestik. Dengan karakter tersebut, Satelit N5 memiliki potensi menjadi penghubung penting untuk konektivitas regional.

Satelit ini sebelumnya diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, Satelit N5 menjalani fase Electric Orbit Raising (EOR) sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026. Seluruh proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan teknis menuju fase operasional penuh.

PSN menyebut infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan, telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Integrasi itu memperkuat kesiapan layanan internet cepat untuk masyarakat dan sektor bisnis. Dalam jangka panjang, jaringan ini juga diharapkan membantu penguatan keamanan nasional.

Komdigi Dorong Target Internet

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah menilai kehadiran Satelit N5 sebagai aset strategis bagi transformasi digital nasional. Ia menyebut pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Menurut dia, satelit berkapasitas besar seperti N5 menjadi elemen penting untuk mengejar target kecepatan internet rata-rata 100 Mbps pada 2029.

Edwin menilai kelulusan ULO membuktikan infrastruktur tersebut telah siap secara teknis untuk mendukung agenda besar digitalisasi nasional. Ia berharap kapasitas 160 Gbps dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat layanan publik di daerah yang masih terbatas akses digitalnya. Dalam pandangannya, pemerataan konektivitas menjadi prasyarat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan layanan masyarakat.

Peninjauan ULO di Gateway Banjarbaru turut dihadiri JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Geryantika Kurnia. Hadir pula Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan dalam proses evaluasi. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesiapan infrastruktur satelit nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!